Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
TIDAK BISA BERKUTIK


__ADS_3

Aku pasti bermimpi! Benar! Aku pasti bermimpi! Kenapa kak Alvero membuat pengumuman aneh seperti itu?


Alaya berteriak dalam hati dan tanpa sadar kakinya melangkah mundur ke belakang sebanyak dua langkah, benar-benar kaget dengan apa yang terjadi barusan.


Deanda yang berdiri tepat di samping Alaya, dengan sigap menahan tubuh gadis cantik itu agar tidak terjatuh karena otot-otot di kakinya yang tiba-tiba terasa lemas.


Dan tindakan Deanda itu membuat Alaya langsung tersadar bahwa saat ini dia tidak sedang bermimpi, bahwa apa yang barusan didengarnya itu adalah benar.


Sebulan... ya sebulan lagi Alaya akan menjadi istri Evan, membuat pikiran Alaya semakin kacau.


"Alaya... apa kamu baik-baik saja?" Deanda berbisik pelan dengan tangannya memegang lengan Alaya dengan erat.


Bagaimana bisa? Apa duke Evan bukan manusia normal? Jelas-jelas dia tahu aku tidak mau menikah dengannya, kenapa dia terus bersikeras dengan hubungan kami yang tidak akan berhasil?


Tanpa perduli dengan pertanyaan dari Deanda, Alaya terus berkata dalam hati, merasa tidak terima dengan apa yang baru saja diumumkan oleh Alvero.


Rasanya Alaya ingin sekali berlari ke arah Evan, dan berteriak di depan laki-laki tampan itu untuk menumpahkan kekesalan hatinya saat ini.


Sayangnya sekarang semua yang hadir adalah keluarga besar Adalvino dan Carsten, dimana Alaya harus menjaga nama baik keluarga Adalvino sekaligus nama baiknya sendiri sehingga tidak bisa berbuat seenak hatinya.


Aku benar-benar harus segera menemukan cara lain untuk membuat duke Evan menyerah. Waktuku hanya sebulan, aku harus bergerak cepat sebelum terlambat.


Alaya mulai kembali memikirkan berbagai cara untuk membuat Evan menyerah padanya.


Di sudut lain ruangan itu, Evan yang melihat bagaimana wajah panik Alaya, hanya bisa menahan nafasnya sebentar.

__ADS_1


Sepertinya my princess sedang memikirkan banyak cara untuk membuat pernikahan kami batal. Hah... sepertinya aku harus bersiap menghadapi kemungkinan apapun untuk menggagalkan semua ide konyol my princess.


Evan berkata dalam hati dengan sikap gemas menatap ke arah Alaya yang langsung membalas tatapannya dengan tatapan kesal dan marah.


Evan yang melihat bagaimana cara Alaya menatapnya, justru menyungingkan senyum sambil mengangkat kedua bahunya, membuat Alaya langsung membuang mukanya karena sikap Evan membuatnya bertambah kesal, sekaligus bertambah tidak berkutik.


"Evan... kenapa tiba-tiba ada perubahan rencana waktu pernikahan kalian?" Danella yang merasa kaget dengan pengumuman yang baru didengarnya, langsung mendekati Evan dan bertanya kepada Evan.


"Mama bukannya tidak suka jika kamu cepat menikah. Mama suka sekali, bahkan begitu mendengar kamu akan menikah beberapa waktu lalu, mama merasa sangat bahagia. Tapi sebulan? Apa itu tidak terlalu cepat? Bagi mama 3 bulan saja sebenarnya sudah cukup cepat, apalagi ini hanya satu bulan? belum lagi, kalian berdua, masih baru bertemu, belum lama saling mengenal, apa tidak perlu penyesuaian?" Danella berkata dengan kening sedikit berkerut.


"Untuk pria mungkin itu bukan masalah besar. Begitu kalian menyukai seorang gadis, kalian dengan mudah akan bisa langsung hidup bersama dengannya, tapi kami para wanita, perlu waktu untuk menerima kehadiran pria yang akan menjadi suami kami." Perkataan Danella membuat Evan tersenyum dan melingkarkan lengannya ke bahu mamanya, dan mengelus bahu itu dengan lembut.


"Percayalah Ma, aku akan memberi waktu pada Alaya untuk menerimaku. Hanya saja, jika aku tidak bisa membiarkan dia jauh dariku. Aku ingin segera mengikatnya mengingat sifatnya yang terus ingin melarikan diri. Atau Mama ingin kehilangan kesempatan untuk melihatku segera menikah? Karena jika tidak menikah dengan Alaya, belum tentu aku akan mau menikah di masa depan." Kata-kata Evan membuat mata Danella sedikit terbeliak, tapi sebentar kemudian, wanita itu tampak menyungingkan senyumnya.


Kata-kata Evan, membuat Danella yakin kalau anaknya itu sudah benar-benar jatuh cinta pada Alaya, dan baginya sebagai seorang mama, tidak ada alasan untuk mencegah Evan memperjuangkan cinta untuk gadisnya.


"Alaya... apa kamu tidak ingin sesuatu? Aku lihat sedari tadi kamu belum memakan apapun." Deanda yang sedang menikmati sepotong kecil cheese cake langsung bertanya kepada Alaya.


Sejak pengumuman yang dilakukan oleh Alvero tadi, Deanda lebih memilih untuk selalu berada di dekat Alaya, berusaha menenangkan gadis itu dengan mengalihkan perhatiannya, dengan membicarakan hal lain.


"Aku tidak lapar Kak." Alaya langsung menjawab dengan sikap ogah-ogahan yang langsung ditanggapi dengan senyum di wajah Deanda.


"Kalau kamu tidak punya mengisi tubuhmu dengan energi yang cukup, mana bisa kamu berpikir dengan baik untuk menghadapi hari esok?" Kata-kata Deanda, langsung membuat Alaya menoleh ke arahnya dengan mata sedikit terbeliak.


"Benar kata Kak Deanda, aku harus makan banyak agar bisa berpikir bagaimana membalas perbuatan duke Evan." Alaya berkata dengan senyum menyeringai, membuat Deanda cukup kaget, karena bukan itu yang dimaksudkan oleh Deanda tadinya.

__ADS_1


"Eh, Alaya... maksudku bukan begitu...."


"Aku mau mengambil makanan dulu Kak." Tanpa memberikan kesempatan pada Deanda, Alaya langsung pergi bergitu saja ke arah meja yang pernuh dengan makanan enak hari itu.


"Alaya...."


"Biarkan saja dia pergi." Alvero yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di samping Deanda langsung mencegah Deanda untuk memanggil Alaya kembali.


"My Al...."


"Maaf sweety, apa aku terlalu lama meninggalkanmu sendiri?" Pertanyaan dari Alvero membuat Deanda meringis karena begitu di dekatnya, Alvero yang dikenal galak seperti singa akan langsung berubah menjadi seperti seekor kucing jenis ragdoll.


(Kucing Ragdoll dikenal sangat menggemaskan yang imut dan juga manja. Jenis kucing ini selain manja juga pendiam dan akan mengeong saat lapar. Uniknya, jenis kucing Ragdoll sangat senang dipeluk oleh pemiliknya. Jika sedang mencari perhatian, biasanya mereka akan bergelayutan di kaki pemiliknya.


Kucing Ragdoll adalah jenis kucing berukuran besar yang memiliki bulu cantik dan mata biru yang indah. Dengan kepribadian yang mirip anjing, Ragdoll bisa menjadi teman yang ramah, setia, dan menyenangkan untuk diajak bermain.


Selain bulunya yang mewah dan tubuhnya yang besar, kucing Ragdoll juga dikenal dengan mata birunya yang cerah. Meskipun bentuk mata kucing Ragdoll bisa berbeda-beda, tetapi semua ras murni jenis kucing ini memiliki mata biru! Jadi, bila kamu menemukan kucing Ragdoll dengan mata bernuansa hijau atau kuning, mungkin saja ia campuran.


Ragdoll bertumbuh dengan persahabatan dengan manusia, dan tidak seperti beberapa kucing lainnya, Ragdoll suka digendong. Faktanya, ras kucing ini dinamakan Ragdoll bukan tanpa alasan. Kucing yang jinak dan ramah ini akan menjadi lemas dan terkulai seperti boneka kain (ragdoll) ketika mereka digendong, akan terlihat sangat menggemaskan.


Beberapa kucing memiliki kepribadian yang mirip dengan anjing, Ragdoll adalah salah satunya. Ragdoll mengambil sifat-sifat terbaik dari anjing, seperti kesetiaan dan keceriaan. Kucing ini sangat setia pada keluarga mereka dan senang berada di dekat manusia mereka.


Ragdolls bahkan akan menunggu dengan sabar di luar pintu sampai pemiliknya datang dan bermain dengan mereka. Beberapa juga menunggu pemiliknya pulang dan menyambut dengan penuh semangat.


Mereka suka bermain permainan kucing pada umumnya, tetapi juga bisa memainkan permainan lempar tangkap. Ragdoll juga cenderung membawa mainan favorit mereka dengan gigi mereka, berlari seperti anak anjing yang puas).

__ADS_1


"Sudah tugasmu kan sebagai raja Gracetian untuk menyapa dan mengajak mereka yang hadir mengobrol." Deanda langsung menjawab perkataan Alvero, sambil menyodorkan sepotong kecil cheese cake yang sudah ditusuknya dengan garpu.


__ADS_2