
Di kehidupannya, sebelum kembali ke Gracetian, Alaya memang tidak terlalu perduli dengan berita international, apalagi melihat atau membaca berita tentang negara-negara di luar negara yang ditinggalinya, sehingga info tentang keberadaan Christopher dan Hector pun tidak terlalu diperdulikannya.
Uluran tangan Christopher ke arahnya, akhirnya membuat Alaya mau tidak mau menyambut uluran tangan itu.
Tanpa memberikan kesempatan pada Alaya untuk menghindar, kali ini Christopher dengan sikap elegan langsung sedikit membungkukkan tubuhnya, mengangkat tangan Alaya yang dipegangnya dengan erat, dan langsung mencium punggung telapak tangan Alaya yang tubuhnya sedikit tersentak kaget karena tidak menyangka kalau Christopher akan melakukan hal yang terlihat manis bagi orang lain yang melihatnya, tapi tidak untuk Alaya.
Benar-benar cantik. Tidak kalah cantik dari permaisuri Deanda yang kecantikannya begitu dikagumi banyak orang. Dan putri Alaya ini, wajahnya memang sangat mirip dengan raja Alvero yang dikenal ketampanannya sampai penjuru negeri, bahkan sampai di luar negaranya sendiri.
Chistopher berkata dalam hati, memuji kecantikan Alaya yang mulai terlihat tidak nyaman medapatkan perlakuan seperti itu dari Christopher.
Jika tidak ingat dengan statusnya sebagai seorang putri, dan juga melihat banyaknya orang yang sedang berkumpul di sekitarnya, Alaya ingin sekali memelototi Christopher untuk menunjukkan rasa tidak sukanya, dan segera menarik tangannya dengan gerakan kasar agar Christopher tahu kalau Alaya benar-benar keberatan dengan tindakan Christopher barusan, meskipun sebenarnya hal itu umum untuk dilakukan jika ada pertemuan antar bangsawan pria dan wanita.
“Nice to meet You, Princess Alaya. You are beautiful princess.” Dengan suara lembut, Christopher berkata sebelum akhirnya melepaskan genggaman tangannya pada tangan Alaya yang langsung menjauhkan tangannya dari jangkauan Christopher.
__ADS_1
“Terimakasih untuk sambutan hangat dari Yang Mulia dan yang lainnya. Aku berharap, hubungan baik antara Rodfeel dan Gracetian bisa terus terjadi. Dan seperti yang sudah saya sampaikan beberapa hari lalu, saya harap saya segera mendapatkan jawaban atas niat baik saya untuk semakin mempererat hubungan antara dua kerajaan besar ini.” Christopher berkata sambil melirik ke arah Alaya yang dengan sengaja berpura-pura untuk tidka melihat dan perduli padanya.
Dua kerajaan besar apanya? Diantara tidak kerajaan yang berdekatan, Gracetian, Rodfeel dan Crownhill, Gracetian adalah kerajaan yang paling besar, dan justru kerajaan Rodfeel adalh yang paling kecil dibandingkan dengan Crownhill, apalagi Gracetian. Haist....! Si krisis ini percaya diri sekali.
Alaya langsung menanggapi perkataan dari Christopher, meskipun hanya berani melakukan out dalam hati.
Gadis itu tahu, kalau saja dia benar-benar berani mengucapkan itu secara terbuka, dia akan membuat Alvero marah dan mungkin langsung menjitaknya di depan umum yang akan membuatnya sangat malu.
Karena sadar dengan resiko besar itu, Alaya lebih memilih untuk diam dan mengomel dalam hati.
Alvero dengan sengaja memberitahukan berita kedatangan Christopher, tanpa memberitahukannya kepada Alaya, karena Alvero ingin saat dia menolak lamaran dari Christopher dan menjelaskan alasannya, Alvero ingin kehadiran Evan sebagai bukti bahwa yang dikatakannya bukanlah sebuah omong kosong, tapi rencana pertunangan Alaya dan Evan memang benar-benar akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Evan sendiri, awalnya berencana paling tidak, paling sebentar 4 hari berada di perbatasan, melakukan pengecekan sistem keamanan, sekaligus bertemu dengan earl Jerkin untuk menanggapi keluhannya selagi dia berada di sana, meskipun sebenarnya Evan sangat malas datang ke tempat kediaman earl Jerkin yang pastinya sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar dia bisa bertemu dan mengobrol dengan Ramona, anak gadis satu-satunya dari earl Jerkin yang setahu Evan merupakan gadis yang genit dan manja, sangat jauh dari tipe gadis yang disukainya.
__ADS_1
Akan tetapi begitu Evan mendengar dari Alvero tentang rencana kedatangan Chrsitopher yang dia curigai sengaja menyamarkan maksud menanyakan jawaban atas lamarannya pada Alaya, membuat Evan mempersingkat jadwal kerjanya di perbatasan.
Evan sengaja memperpanjang jam kerjanya, lembur hingga tengah malam untuk bisa segera membereskan pekerjaan dan kembali ke kota Tavisha, untuk memenuhi panggilan dari Alvero,.
Meskipun sebenarnya dengan jujur, Evan juga tidak bisa menjawab dengan pasti apakah memang dia ingin segera dapat kembali kota Tavisha karena panggilan dari Alvero sebagai raja Gracetian, ataukah rencana kunjungan Christopher yang mendadak membuat hatinya merasa terganggu dan tidak nyaman.
Apalagi mengingat bagaimana wajah cantik Alaya yang terlihat menggemaskan bagi Evan terutama ketika gadis itu marah dan berusaha menentangnya, membuat Evan merasa tidak rela jika sisi cantik Alaya di situasi itu bisa dinikmati oleh laki-laki lain seperti Christopher, bahkan yang lain.
Yang bisa Evan lakukan sekarang hanyalah bekerja keras secepat mungkin yang dia bisa, lalu segera kembali ke Gracetian untuk bisa segera kembali bertemu dengan Alaya, meskipun disamarkan dengan alasan karena panggilan dari Alvero dia segera kembali ke Gracetian, untuk memberikan bukti pada Christopher kalau Evan dan Alaya benar-benar akan bertunangan, sehingga menolak lamarannya.
# # # # # #
“Baiklah Yang Mulia, terimakasih. Aku akan sangat menikmati semua yang disiapkan oleh Yang Mulia untukku. Karena sepertinya mulai sekarang aku harus membiasakan diri dengan semua yang ada di Gracetian.” Christopher menghentikan kata-katanya sambil tersenyum.
__ADS_1
“Beberapa waktu ke depan, sepertinya aku akan sering berkunjung ke negara ini.” Dengan santainya Christopher melanjutkan kata-katanya, tanpa perduli dengan wajah Alaya yang terlihat sedikit kaget, dan mulai menunjukkan dengan jelas rasa tidak nyamannya.