Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SELAMAT DATANG DI GRACETIAN


__ADS_3

Ornado sendiri, begitu turun dari mobil, langsung mengulurkan tangannya pada Cladia, membantunya untuk turun dari mobil.


Dan begitu mereka berdua sudah berdiri berdampingan dan mata Ornado menangkap sosok Alvero, sebuah senyum lebar juga langsung terlihat di wajah Ornado, menunjukkan kalau dia juga begitu senang bisa bertemu dengan Alvero lagi.


“Come stai Ornado?” (Apa kabarmu Ornado?) Alvero berkata sambil merentangkan kedua tangannya sambil berjalan ke arah Ornado yang juga merentangkan tangannya kepada Alvero.


Dan begitu kedua laki-laki itu berdekatan mereka langsung saling berpelukan sambil menepuk-nepuk punggung satu sama lain dengan senyum lebar tersungging di bibir mereka berdua.


“Ovviamente bene Alvero.” (Tentu baik-baik saja Alvero) Ornado menjawab pertanyaan Alvero sebelumnya sambil tetap memeluk Alvero beberapa saat lagi sebelum melepaskannya dan saling tertawa satu sama lain, saling memandang dengan wajah bahagia, bisa bertemu lagi dengan sahabat dekat seperti saat ini.


“Piacere di conoscerti a Gracetian.” (Senang bisa bertemu denganmu di Gracetian). Alvero berkata sambil mengalihkan pandangan matanya ke arah Cladia yang sedari tadi hanya tersenyum melihat bagaimana suaminya dan Alvero yang terlihat begitu akrab, apalagi mata Cladia juga melihat sosok Deanda yang berjalan mendekat ke arah mereka bersama Larena dan Vincent.


Begitu sudah saling melepaskan pelukan mereka berdua, Ornado segera berdiri tepat di samping Cladia, dan langsung melingkarkan lengan kokohnya dengan sikap posesif di pinggang Cladia yang tidak lagi ramping karena usia kehamilannya yang mulai memasuki trimester kedua.


“Benvenuto Cladia.” (Selamat datang Cladia) Dengan suara yang terdengar cukup ramah, Alvero berkata kepada Cladia yang matanya tidak lepas dari sosok Deanda yang berjalan mendekat, membuat Alvero ingin tersenyum geli.


Meskipun sebenarnya Alvero tahu antara Deanda, Cladia dan Laurel seringkali saling berkirim pesan, Alvero bisa melihat bagaimana wajah bahagia Cladia ketika matanya memandang ke arah Deanda.

__ADS_1


“Grazie. Il tuo paese mi piace molto.” (Terimakasih. Aku suka dengan negaramu). Mendengar sapaan Alvero, Cladia langsung menoleh ke arah raja muda itu, dan menjwab sapaannya dengan sikap sopan menggunakan bahasa Italia yang memang cukup dikuasai oleh Cladia karena perusahaan keluarganya yagn bergerak di bidang perhiasan mengharuskannya sering berhubungan dengan orang-orang dari Italia.


Apalagi Ornado suaminya berdarah Italia juga, sehingga membuat Cladia semakin ingin menguasai dan mempelajari bahasa dimana sebelumnya suami tercintanya itu lama tinggal bersama ayahnya, setelah ibunya meninggal.


Kata-kata Cladia yang menyatakan kesukaannya pada Gracetian membuat Alvero tersenyum.


“Dimanapun dia berada dia akan suka dan bahagia, selama dia bersamaku.” Ornado menambahkan kata-kata Cladia dengan nada over protektifnya, yang langsung membuat Alvero tertawa geli.


“Deanda….” Sedang Cladia sendiri, seolah tidak mendengar apa yang dikatakan Ornado langsung mendekat dan memeluk Deanda yang sudah berada di depannya, membuat Ornado hanya bisa meringis melihat istrinya begitu bersemangat bertemu dengan Deanda sehingga langsung melepaskan diri dari pelukannya.


“Jangan memandang istriku sebagai pesaing cintamu.” Alvero berkata dengan nada menggoda kepada Ornado yang langsung menggedikkan bahunya.


“Kenapa hanya menyapa Ornado? Apa kami tidak terlihat?” Sapaan dari James dengan nada cerianya langsung membuat Alvero dan Ornado menoleh sambil tertawa renyah.


“Wah… bagaimana kabarmu setelah menikah James?” Alvero berkata sambil menyalami tangan James, lalu menariknya, memeluknya sambil menepuk-nepuk bagian atas punggung James dengan tangannya yang lain.


Begitu juga dilakukan oleh Alvero kepada Dave dan juga Leo yang kali ini ikut datang bersama mereka.

__ADS_1


“Kabarku? Apa belum bisa terlihat jelas dari wajahku yang bahagia sekaligus terlihat sedikit lelah karena kegiatan wajib pengantin baru yang cukup menguras tenaga tapi tidak bisa membuatmu berhenti melakukannya?” Kata-kata James sukses membuat Elenora yang berdiri di sampingnya tersipu malu, membuat wajahnya yang sudah jauh dari kesan culun terlihat semakin cantik.


Deanda sendiri begitu selesai memberikan pelukan dan ucapan selamat datangnya kepada Cladia dan Laurel juga Evelyn, langsung mendekat ke arah Elenora yang setelah menikah dengan James, mengubah total penampilannya, kembali pada sosok aslinya yang terlihat begitu cantik bak model professional berkelas dunia.


Penampilan yang berubah 180 derajat dibandingkan dengan ketika mereka berlibur bersama di Indonesia.


“Kamu semakin terlihat cantik dan bersinar. Selamat datang di Gracetian Elenora. Semoga kamu suka negara ini.” Perkataan Deanda disambut dengan sebuah senyuman manis oleh Elenora yang rambutnya tampak ditata dengan model rambut headband braid (kepang bando).


(Sesuai namanya, kepang digunakan sebagai bando alias penahan rambut. Seseorang bisa membuat bando kepang dari rambut belah tengah atau samping. Model rambut kepang samping membuat poni tetap rapi tanpa harus memakai bando atau jepit tambahan. headband braid adalah tatanan rambut yang memiliki tampilan kepang rambut yang berada di atas kepala bagian depan sehingga menyerupai mahkota sednag di bagian belakang rambut yang lain tetap tergerai indah, sehingga menambahkan kesan feminim).


Mendengar pujian dari Deanda untuk Elenora, Alvero mau tidak mau menoleh dan terlihat cukup kaget dengan penampilan baru Elenora karena sangat jauh berbeda dengan Elenora yang sempat ditemuinya di liburan waktu itu.


Jika saja Deanda tidak menyebutkan nama Elenora pada wanita itu, Alvero berani menjamin kalau dia sendirian yang bertemu Elenora tidak akan bisa mengenali Elenora, apalagi Alvero bukan tipe pria yang mudah mengamati sosok wanita lain selain Deanda tentunya.


“Akhirnya kalian menikah juga ya? Padahal seingatku James begitu menolak rencana perjodohannya waktu itu.” Enzo yang ikut menyambut mereka dan mengejek James, membuat yang lain hanya bisa tersenyum, sedang James dengan sikap kikuk melirik ke arah Elenora.


Sampai detik ini, sikap menyebalkannya pada Elenora ketika belum mengetahui kenyataan apa yang sudah terjadi pada Elenora di masa lalu, masih saja menimbulkan rasa bersalah dan penyesalan yang begitu besar dalam hati James.

__ADS_1


Jika saja waktu itu kedua keluarga mereka tidak sepakat untuk menjodohkannya dengan Elenora, James tahu dia bisa saja kehilangan Elenora untuk selamanya, dan tidak memiliki kesempatan untuk menebus kesalahannya, apalagi hidup dengan begitu bahagia sebagai suami Elenora seperti yang sudah terjadi sekarang ini.


Sebuah kehidupan pernikahan yang bagi James adalah sebuah pernihakan yang sempurna baginya, karena bisa menikah dengan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya, meskipun untuk waktu yang lama dia sempat melakukan kesalahan dengan membenci Elenora, karena sebuah kejadian di masa lalu yang membuatnya salah paham kepada wanita cantik yang sempat harus bersembunyi dalam penampilan culunnya sebelum menikah dengan James untuk melindungi dirinya sendiri dengan caranya.


__ADS_2