Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MENEMUI CHRISTOPHER


__ADS_3

Sebenarnya kenapa dengan nasibku, baru saja si Krisis membuat masalah, membuatku terjebak dengan duke Evan, sekarang adalagi si Hector yang tiba-tiba muncul dan membuat pernyataan yang tidak masuk akal seperti itu. Seolah si Hector ini sengaja menggiring pemikiran publik untuk mengkait-kaitkan rencananya dengan keberadaanku. Dan itu pasti akan membuat kak Alvero harus bertindak bijaksana agar tidak memicu kericuhan karena tindakan sembrono Hector yang sembarangan. Sungguh para laki-laki yang merepotkan.


Alaya menggerutu dalam hati sambil melihat ke arah Ernest yang masih berjalan untuk membukakan pintu kantor Alvero.


Karena merasa sudah begitu direpotkan akibat perbuatan Christopher dan Hector, membuat Alaya enggan menyebutkan mereke dengan putra mahkota sebagai bentuk penghormatan, justru memanggil nama mereka secara langsung, meskipun Alaya hanya berani melakukan itu dalam hati.


Begitu pintu dibuka, tampak Erich yang sedang beridiri di balik pintu dan langsung masuk dan berjalan ke arah Alvero dan yang lain.


"Selamat siang Yang Mulia." Dengan sikap hormat, Erich memberikan salam penghormatan pada Alvero, memandang lurus ke arah Alvero beberapa detik, lalu secara bergantian memandang ke arah Deanda dan Alaya dengan sikap hormat.


"Selamat siang Erich. Bagaimana kondisi sekarang?" Alvero langsung berkata sambil memberi tanda kepada Erich bahwa dia menerima salam penghormatan dari Erich.


"Sepertinya Anda harus bersiap sekarang Yang Mulia. Info dari para pengawal istana yang bertugas mengawal kedatangan Yang Mulia Christopher mengatakan kalau mereka sudah datang dan rombongannya sudah meninggalkan bandara, sedang menuju istana." Erich langsung memberikan penjelasan kepada Alvero yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Oke kalau begitu. Aku dan permaisuri juga putri Alaya kan segera bersiap menyambut kedatangannya." Alvero berkata sambil menyentuh tangan Deanada untuk mengajaknya berdiri dari duduknya.


"Alaya, sudah waktunya bersiap." Dengan suara pelan Deanda sedikit berbisik kepada Alaya yang terlihat sedang melamun.


Alaya benar-benar tidak menyangka kalau ternyata kehidupannya sebagai seorang putri sudah membuatnya harus menanggung beban yang tidak ringan.

__ADS_1


Sekarang, masa depannya, bukan lagi tergantung usaha dan keinginannya saja, tapi juga harus memikirkan tentang pandangan rakyat, dan juga masyarakat luas, yang bahkan bukan rakyat Gracetian sekalipun, dan itu membuat kepala Alaya cukup pening memikirkan hal itu.


"Eh, iya Kak Deanda...." Dengan gerakan ogah-ogahan akhirnya Alaya ikut bangkit dari duduknya, dan berjalan meninggalkan ruang kerja pribadi Alvero.


# # # # # # #


Kedatangan Christopher cukup menarik perhatian wartawan, sehingga puluhan orang tampak berkumpul di bagian luar istana, hanya untuk sekedar mengambil foto dan melihat rombongan Christopher yang langsung menuju istana.


Kehadiran Christopher, meski banyak orang yang tidak tahu tujuan utamanya, karena pemberitaan tentang lamaran Christopher pada Alaya masih ditutup rapat oleh pihak istana, tapi seperti orang yang menebak-nebak tentang tujuan Hector berlibur ke Gracetian, banyak orang yang mulai menebak-nebak apa tujuan tersembunyi dari kedatangan Christopher ke Gracetian.


Sosok Christopher yang baru saja keluar dari limosin mewah yang digunakan untuk menjemputnya di bandara cukup menari perhatian para pelayan dan pekerja istana lainnya.


Mata hitamnya juga terlihat tajam dan menunjukkan kalau dia bukanlah orang sembarangan bagi orang yang baru pertama kali bertemu dengannya, meskipun orang itu mungkin belum mengenalnya.


Sosok Christopher sungguh memperlihatkan bagaimana laki-laki tampan itu merupakan orang yang memiliki kedudukan tinggi, dan pasti orang yang sangat berpengaruh di tempatnya tinggal.


"Selamat datang ke istana Gracetian." Dengan senyum tipis di wajahnya, sambil menjabat tangan Christopher, Alvero berkata sambil memandang lurus ke arah Christopher yang langsung membalas senyuman dari Alvero.


Setelah itu, Christopher langsung mengalihkan pandangannya kepada Deanda, yang ganti menjabat tangan Christopher, yang langsung melebarkan senyumnya begitu melihat sosok Deanda.

__ADS_1


"Sepertinya berita yang mengatakan kalau permaisuri Gracetian benar-benar sangat cantik seperti seorang dewi yang turun dari langit benar-benar tidak mengada-ada." Dengan manisnya Christopher mengucapkan pujiannya pada Deanda, yang langsung menarik tangannya begitu dia melihat gelagat gerakan Christopher yang berencana mencium punggung telapak tangannya, sebuah kebiasaan yang seringkali dilakukan oleh para pria dan wanita yang hidup dalam negara dengan sistem pemerintahan monarki.


(Monarki adalah salah satu bentuk sistem pemerintahan negara di dunia. Negara yang menerapkan sistem monarki berarti pemerintahannya dipimpin oleh raja atau ratu sebagai kepala negaranya. Istilah lain yang biasa digunakan untuk menyebut negara dengan sistem monarki adalah sistem kerajaan).


Alvero berusaha keras untuk tidak menunjukkan lirikan mautnya begitu mendengar kata-kata manis dari Christopher untuk Deanda, tetapi begitu melihat bagaimana Deanda yang dengan sigap menarik tangannya sebelum Christopher berhasil mencium punggung tangannya, sebuah senyum tipis langsung terlihat di wajah tampan raja Gracetian itu.


"Selamat datang di negara kami. Semoga Anda menikmati kunjungan Anda kali ini." Deanda langsung mengalihkan pembicaraan sehingga dia tidak perlu membalas kata-kata pujian dari Christopher yang hampir membuatnya bergidik karena jelas-jelas kata-kata itu menunjukkan bagaimana fasihnya Christopher dalam merayu wanita melalui sikap, tindakan dan kata-katanya yang seringkali berisi rayuan manis.


"Pasti aku akan menikmatinya Permaisuri, karena bukan hanya pemandangan alam dan kotanya, tapi para wanita di negara ini juga terlihat begitu indah." Chrsitopher berkata sambil melirik ke arah Alaya yang berdiri di samping Deanda dengan sikap diam, karena merasa geli mendengar kata-kata dari Christopher sejak awal tadi.


Hah! Lagi-lagi pria berambut kuning. Ternyata si krisis ini memilik rambut emas seperti duke Evan. Apa itu semua hanya sebuah kebetulan? Kenapa nasibku jadi buruk jika terlibat langsung dengan orang-orang berambut emas seperti mereka berdua? Aku sungguh tidak beruntung memiliki hubungan dengan pria berambut emas. Eh, tapi putra mahkota Hector berambut hitam, dan wajahnya tidak ada miripnya dengan Hector Barbossa, tapi sepertinya dia juga sedang merencanakan mencari gara-gara denganku. Sungguh para pria aneh.


Alaya yang melihat sosok Christopher berkata dalam hati sambil membayangkan juga sosok Hector yang tadi semapt ditunjukkan oleh Alvero padanya.


(Bagi penggemar film The Pirates of The Caribbean pasti mengenal tokoh Kapten Barbossa. Kapten Hector Barbossa adalah karakter fiksi dari franchise Pirates of the Caribbean, muncul di semua lima film dalam seri. Dimulai sebagai bajak laut mayat hidup yang jahat di The Curse of the Black Pearl, karakter tersebut mati di akhir film. Tokoh Kapten Barbossa bernama lengkap Hector Barbossa ini digambarkan sebagai bajak laut yang jahat dengan kait dan kaki kayunya).


Padahal sebelum statusku sebagai putri Gracetian diketahui oleh orang lain, aku bisa hidup jauh lebih tenang dan damai. Kalaupun ada para pria aneh seperti mereka, aku bisa dengan cepat, tanpa perlu berpikir panjang, dapat langsung menolak pernyataan cinta mereka.


Alaya kembali berkata dalam hati dengan perasaan kesalnya yang semakin menumpuk.

__ADS_1


__ADS_2