
"Anda sudah terlihat rapi Tuan Putri. Silahkan menemui yang mulia Alvero di ruang kerja pribadinya. Beliau menunggu Tuan Putri di snaa bersama dengan permaisuri Deanda." Dengan sikap hormat dan sedikit menundukkan tubuhnya, nyonya Rose berjalan menggerakkan tubuhnya ke samping, memberi jalan pada Alaya yang sedikit menahan nafasnya sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan kamarnya.
Jika saja bisa, Alaya ingin sekali mencari alasan untuk menghindari pertemuannya dengan Christopher, tapi di sisi lain, dia juga ingin bertemu dengan laki-laki yang diberinya julukan si Krisis, yang bagi Alaya sudah mengobrak abrik kehidupannya yang sebelumnya aman-aman saja dan damai.
# # # # # # # #
"Saya bisa membantu Yang Mulia untuk melakukan pengecekan itu dengan baik. Yang Mulia tahu saya sudah berpengalaman dalam hal itu." Ernest berkata kepada Alvero yang sedang duduk di kursi yang ada di balik meja kerjanya sedang Deanda duduk tepat di depannya, dipisahkan oleh meja kerja Alvero.
Ernest yang berdiri di bagian samping meja Alvero, berusaha meyakinkan Alvero untuk dia ikut menemani Alvero dengan rencana kunjungan ke villa di Renhill milik keluarga Enzo, sebagai salah satu jadwal kunjungan Christopher dari Rodfeel yang sudah ditetapkan oleh Alvero.
"Tidak, kondisi kakimu masih belum pulih betul. Aku tidak mau saat melakukan poengecekan kamu terluka kembali, walaupun aku tahu kamu adalah salah satu knight terbaik yang aku miliki. Meskipun kita tidak pernah mengharapkanm kunjungan dari putra mahkota Christopher, kita harus tetap menyiapkan yang terbaik untuk menunjukkan sopan santun kita kepadanya. Dan itu akan butuh tenaga ekstra. Aku tidak mau kamu terlalu memaksakan diri" Alvero kembali menyanggah permintaan dari Alvero.
"Erich dan Alea yang akan menemani kami ke sana dan melakukan pengecekan, untuk memastikan semuanya aman daerah di sekitar villa. Mereka akan melakukan pembersihan lingkungan di sana. Di kesempatan lain kamu akan bisa melakukan itu, tapi tidak sekarang." Alvero langsung menjelaskan rencananya pada Ernest yang sebenarnya sudah mulai merasa bosan, karena dengan alasan pemulihan luka di tubuhnya, Alvero seringkali hanya menempatkanya bertugas di istana, dimana di sana ada ratusan pengawal kerajaan sehingga kehadirannya tidak terlalu dibutuhkan.
Alea sendiri setelah kasus pemberontakan Eliana berhasil diselesaikan, diminta oleh Deanda untuk menjadi pengawal pribadinya, paling tidak sampai kesehatan Ernest benar-benar pulih, agar Alea bisa membantu Erich dengan kemampuan menyelinap dan bertempurnya yang tidak perlu diragukan lagi, meskipun dia seorang wanita.
Sebenarnya, Alea yang sekarang sedang memiliki hubungan khusus, yang berbau asmara dengan Rock, ingin segera kembali ke Goldie Tavisha tempat Rock dan Red berada.
__ADS_1
Tapi melihat permohonan dari Deanda yang juga merupakan sahabat baiknya, akhirnya Alea memutuskan untuk bersedia membantu Alvero dan Deanda hanya sampai Ernest benar-benar pulih dari luka, terutama di bagian kakinya, yang sempat membuatnya terduduk di kursi roda selama beberapa waktu yang lalu.
"Sebenarnya kenapa kamu bersikeras untuk ikut pergi kesana Ernest? Apa di sana ada kekasih atau mantan kekasih, atau calon kekasih yang sedang menunggumu?" Dengan nada menggoda Deanda bertanya kepada Ernest, membuat wajah Ernest langsung terlihat salah tingkah, sedang Alvero ikut menatapnya dengan wajah penasarannya.
"Benar kata permaisuri Deanda, kenapa sejak kemarin kamu berusaha meminta padaku untuk bisa menjadi bagian dari pengawal yang berangkat ke Renhill?" Alvero akhirnya jadi ikut bertanya karena dia juga merasa penasaran.
Biasanya Ernest adalah orang yang akan melakukan apapun sesuai dengan yang diperintahkan Alvero tanpa membantah sedikitpun, tapi beberapa hari ini, justru dia ingin diberi tugas keluar dari istana.
"Saya sebenarnya merasa sedikit bosan terus menerus ditugaskan di dalam lingkungan istana Yang Mulia." Ernest berkata sambil sedikit menundukkan kepalanya, membuat Alvero justru semakin penasaran, apalagi Alvero sempat melirik ke arah Deanda yang sedang mengulum senyumnya, begitu Ernest mengatakan kalau dia bosa bertugas di dalam istana.
Tidak pernah sekalipun Erich maupun Ernest menolak apalagi melalaikan tugas mereka, bahkan mereka adalah para pengawal yang rela memberikan nyawanya untuk membela dan melindungi tuannya.
Sehingga permintaan Ernest kali ini dinilai sungguh aneh oleh Alvero.
"Apa mungkin karena kejadian minggu lalu ya Ernest?" Perkataan Deanda langsung membuat Alvero memandang ke arah Deanda, sedang wajah Ernest langsung memerah mendengar perkataan Deanda.
"Permasuri Deanda... tolong... jangan membahas masalah itu lagi...." Ernest langsung berkata dengan wajah yang semakin memerah, dan sikap canggungnya.
__ADS_1
"Memang ada kejadian apa minggu lalu? Kenapa aku tidak tahu?" Alvero langsung bertanya sambil melipat kedua tangannya di atas meja kerjanya.
"Lalu... siapa yang mau menceritakannya padaku? Ernest atau kamu sweety?" Alvero kembali bertanya begitu dilihatnya kedua orang itu tetap diam, Ernest dengan sikap kikuknya, Deanda dengan senyum geli di wajahnya.
"Maaf Ernest, sepertinya aku harus menceritakannya pada yang mulia Alvero, mungkin yang mulia bisa membantumu memikirkan jalan keluarnya." Akhirnya Deanda berkata setelah dilihatnya Ernest tetap terdiam.
"Eh...." Awalnya Ernest ingin mencegah Deanda untuk menceritakan apa yang dialaminya minggu lalu, tapi akhirnya dengan sikap pasrah, Ernest berdiam diri.
"Aku juga baru tahu dari Alea dan nyonya Rose, jadi aku tidak melihat sendiri kejadiannya." Deanda berkata sambil melirik dan tersenyum ke arah Ernest, kemudian matanya memandang Alvero yang sudah siap mendengar ceritanya.
"Minggu lalu ada seorang pelayan yang tiba-tiba nekat masuk ke kamar istirahat Ernest di istana, dan mencoba menggoda Ernest. Seperti Yang Mulia Alvero tahu, Ernest merupakan salah satu pengawal kerajaan yang begitu diidolakan oleh para pelayan istana...."
"O ya? Aku baru dengar tentang itu." Alvero berkata sambil menatap Ernest, dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan menyelidik, membuat Ernest semakin salah tingkah.
Tentu saja yang mulia tidak akan pernah tahu, karena yang mulia tidak akan pernah tertarik dengan kehidupan para pegawai di istana ini, apalagi jika itu wanita. Satu-satunya yang bisa membuat yang mulia tertarik pada dunia wanita hanya permaisuri Deanda. Selain itu, posisi yang mulia sebagai raja, yang jaraknya begitu jauh dengan para pegawai rendahan, pasti sangat jauh dari jangkauan telinga yang mulia.
Ernest berkata dalam hati, begitu mengingat selama ini Alvero memang tidak pernah tertarik dengan duni perempuan, karena dia memiliki riwayat trauma yang begitu dalam dengan wanita, yang membuatnya tidak bisa bersentuhan fisik dengan wanita, kecuali nyonya Rose yang sudah merawatnya sejak kecil, Larena ibu kandungnya, Alaya adiknya, dan yang pasti... Deanda, permaisuri yang begitu dicintainya.
__ADS_1