
Tentu saja aku hanya bisa pergi setelah berhasil memastikan kalau kamu sudah tidak lagi berpura-pura sakit. Tingkahmu sungguh membuatku merasa begitu gemas. Asal kamu tahu, apapun yang kamu lakukan, aku tidak akan pernah mengijinkan rencana perjodohan kita berakhir.
Evan yang bisa menebak apa yang sedang di pikiran Alaya berkata dalam hati sambil memandang wajah Alaya yang sedang mendongak ke arahnya, yang bagi Evan, membuat sosok Alaya terlihat semakin cantik sekaligus menggemaskan, dan ingin mencium gadis itu, meskipun itu mungkin hanya sekedar ciuman di pipi.
"Eh...." Tanpa sengaja Alaya bergumam pelan dan membiarkan bibirnya sedikit terbuka, membuat Evan hampir saja kembali membungkukkan tubuhnya agar bisa mendekatkan wajahnya pada wajah cantik dan menggemaskan calon istrinya itu.
Hanya saja Evan ingat bahwa itu pasti akan memperburuk keadaan, karena Alaya yang belum bisa menerima keberadaannya sebagai calon suaminya di masa depan.
Sebelum aku tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Alaya, aku benar-benar harus menahan diri dengan baik. Apalagi sekarang semakin sulit bagiku untuk tidak tergoda dengan perilaku menggemaskan my princess. Untuk sekarang, segera pergi dari dekatnya adalah pilihan yang terbaik untukku, sebelum aku benar-benar hilang kendali.
Evan kembali berkata dalam hati sambil memandang lurus ke arah Alaya yang langsung terlihat kikuk begitu mata hijau yang indah itu memandang ke arahnya.
Salah satu alasan Evan untuk segera pergi dari ruangan itu adalah kondisi jantungnya yang terus menerus berdebar dan pikirannya yang melayang kemana-mana selama dia berada di dalam ruangan ini, berdua saja dengan Alaya.
Apalagi tanpa sadar tadi Alaya sempat memberikan pemandangan indah kepada Evan yang sampai detik ini terus terbayang-bayang di pikiran Evan, dan membuat pikiran Evan semakin kacau.
Shiii...itt! Kenapa otakku jadi kacau dan mesum seperti ini?
__ADS_1
Evan memaki dirinya sendiri dalam hati ketika ingatannya kembali pada pemandangan indah yang disuguhkan Alaya tanpa sengaja tadi, setelah mata Evan yang awalnya melihat wajah Alaya yang sedang mendongak, turun ke leher jenjang Alaya, dan turun lagi ke bagian dada Alaya yang tertutup chemise dengan bahan satin yang sedikit memperlihatkan belahan dari bukit kembarnya, dan menunjukkan kesempurnaan lekukan tubuh dari calon istrinya itu.
"Aku harus pergi sekarang, makanlah yang banyak, supaya kamu siap menghadapi semua hal di sekitarmu dengan baik." Akhirnya Evan berkata sambil sedikit mengalihkan pandangan matanya dari Alaya ke arah beberapa makanan yang belum sempat tersentuh oleh Alaya, yang memang baru memulai makannya.
"Kalau begitu silahkan Duke Evan melanjutkan aktifitasnya. Maaf tidak bisa mengantar." Alaya berkata sambil menunjukkan tangannya yang terlihat belepotan dengan saos dari lobster yang baru saja dia buka kulitnya, untuk menyatakan kalau dia tidak bisa mengantar Evan pergi, keluar dari kamarnya karena tangannya yang masih kotor.
Dengan tingkahnya yang terlihat tidak sopan terhadap Evan yang merupakan seorang duke, Alaya berharap ada wajah marah atau tatapan sinis dari Evan padanya.
Akan tetapi justru sebaliknya, tatapan mata hijau itu menunjukkan kelembutan dan tatapan mata yang terasa hangat dan penuh dengan aura melindungi, yang langsung membuat dada Alaya bergetar hebat.
Memikirkan itu hampir saja membuat tubuh Alaya bergidik ngeri, karena sikap posesif yang mulai diperlihatkan Evan padanya, meski itu hanya melalui tatapan matanya saja.
“Tidak perlu mengantarku, kamu hanya perlu memastikan kamu tetap sehat dan bisa mengikuti acara pertemuan besok dengan baik. Kalau kamu memerlukan sesuatu atau berada dalam kesulitan, jangan lupa untuk menghubungiku.” Setelah Evan mengakhiri kata-katanya, laki-laki tampan berambut emas itu segera berlalu pergi.
Evan melangkah keluar dari kamar Alaya, dengan hati yang tertinggal di sana, tanpa perduli dengan Alaya yang lagi-lagi merasa sedikit menyesal sudah membuat rencananya berpura-pura sakit gagal karena dirinya sendiri.
Akan tetapi, begitu Alaya melihat bagaimana semua makanan kesukaannya tersaji di depannya, membuat Alaya tersenyum dan melupakan tentang kegagalannya hari ini melawan Evan.
__ADS_1
“Hah… akhirnya… dia pergi juga…. Benar-benar ahli membuat orang jantungan.” Alaya berkata sambil mulai menyantap kembali makanan yang dipesan khusus oleh Evan padanya.
“Eh… tapi kenapa aneh sekali ya? Apa benar duke Evan bisa membaca pikiran orang? Bagaimana bisa semua makanan di atas meja ini adalah makanan favoritku, yang tidak mungkin aku lewatkan dengan sia-sia. Apa ini hanya sebuah kebetulan? Kalau begitu duke Evan benar-benar memiliki kemampuan untuk meramal.” Alaya yang tidak pernah berpikir kalau Evan sudah mencari banyak info detail tentangnya, berkata pada dirinya sendiri dengan suara pelan.
Bagi Alaya yang menganggap Evan merupakan sosok pria yang ingkar janji, dan tidak perduli padanya, Alaya tidak percaya kalau Evan benar-benar tertarik padanya.
Alaya yang tahu bagaimana keluarga Carsten yang begitu setia pada keluarga Adalvino, hanya berpikir kalau Evan menerima perjodohan mereka karena dia menghargai sosok Alvero sebagai seorang raja Gracetian yang harus dia hormati dan taati… hanya itu yang terpikirkan oleh Alaya tentang Evan untuk saat ini.
# # # # # # # #
“Duke Evan paling tidak suka minum teh jenis Earl grey.” Alea berbisik pelan di telinga Alaya yang langsung tersenyum begitu mendengar info yang baginya sangat penting itu.
(Earl grey merupakan jenis teh yang paling populer dan sering disajikan dalam afternoon tea. Terdiri dari campuran daun teh hitam dan minyak bergamot, yaitu sejenis jeruk yang banyak tumbuh di wilayah Italia dan Prancis, earl grey memiliki rasa sepat dan asam yang begitu khas.
Untuk mempertahankan cita rasa uniknya, earl grey hanya diseduh dengan air panas tanpa tambahan gula atau susu. Biasanya, teh berwarna coklat jernih ini akan disajikan bersama sepotong scone, Madeline cake, atau biscuit).
Di acara pertemuan besok, Alaya sebagai gadis yang akan menjadi calon istri Evan diberikan perintah oleh Alvero, untuk menyeduhkan teh untuk Evan, sebagai tanda penghormatan Alaya pada Evan, karena itu Alaya sengaja meminta Alea mencari info tentang jenis teh yang paling dibenci oleh Evan.
__ADS_1