Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
IDE ANEH ALAYA


__ADS_3

Alvero langsung mengernyitkan dahinya begitu mendengar penjelasan Evan, sedetik kemudian Alvero tampak menarik nafas dalam-dalam.


“Memang untuk kasus Alaya ini, kita harus sedikit bersabar. Aku maklum sekali dengan kemarahannya saat ini. Hanya saja, sebagai seorang putri, dia harus tetap bersikap selayaknya seorang putri, dimana kadang keinginannya tidak bisa sebebas orang lain.” Alvero berkata pelan, karena bagaimanapun dia pasti akan ikut merasakan rasa kecewa dan kemarahan dari Alaya.


“Apapun yang kita lakukan sebagai orang dari golongan bangsawan, pasti akan membawa dampak besar. Entah itu bagi orang-orang sekitar, bahkan bagi negara ini.” Alvero melanjutkan kata-katanya sambil melirik ke arah Deanda yang memilih untuk diam, karena dia cukup kasihan melihat nasib adik iparnya itu.


“Lalu apa rencanamu selanjutnya Evan?” Pertanyaan Alvero membuat Evan sedikit menahan nafasnya.


“Aku hanya ingin untuk urusan Alaya, tolong percayakan padaku sepenuhnya. Bagaimanapun sekarang dia adalah istriku, dan menjadi tanggung jawabku. Kamu bisa memberitahukan kepada ibu suri Larena dan yang mulia Vincent tentnag kondisi Alaya yang sudah sadar kembali agar mereka tidak perlu lagi merasa khawatir. Akan tetapi untuk beberapa hari ini, biarkan dia sendiri tanpa diganggu oleh siapapun. Aku harap dia bisa mulai berpikir jernih, sekaligus aku juga butuh waktu untuk menjelaskan tentang pernikahan kami, dan membuat dia menerima pernikahan itu.” Evan berkata dengan sikap tenang seperi biasanya, meskipun di dalam hatinya, Evan sungguh khawatir jika pada akhirnya, dia tidak bisa meluluhkan hati Alaya, sedangkan dia sudah bertekad tidak akan pernah membiarkan Alaya pergi dari sisinya.


Di satu sisi, Evan ingin Alaya mendapatkan apa yang diinginkannya untuk membuatnya bahagia, tapi di sisi lain, Evan bisa mengabulkan apapun permintaan Alaya, asal bukan permintaan untuk pergi dari sisinya.


“Aku akan menuruti permintaanmu Evan. Dan aku sungguh berharap hubungan kalian akan segera baik-baik saja….” Alvero langsung menanggapi perkataan Evan, dan menyatakan persetujuannya.

__ADS_1


“Alvero, bisakah aku meminta sedikit bantuan darimu?” Tiba-tiba saja Evan teringat sesuatu dan langsung bertanya kepada Alvero.


“Apapun itu. Apa yang bisa aku bantu?”


“Mmm… sepertinya… aku memiliki ingatan yang tidak bisa aku ingat dengan baik, tentang kejadian dimana aku mendapatkan tugas dari kerajaan untuk pergi ke negara dimana Alaya tinggal sebelumnya. Bisakah kamu menemukan rekam jejak apa saja yang aku lakukan di sana? Karena seperti kamu tahu, asisten pribadiku yang saat itu selalu mendampingiku, meninggal dalam kecelakaan maut waktu itu.” Evan berkata dengan wajah terlihat berpikir, dan yang pasti, itu mulai lagi menimbulkan rasa sakit di kepalanya.


“Tentu saja, selain asistenmu, semua yang kamu kerjakan waktu itu, kamu laporkan ke aku. Aku bisa meminta bantuan dari Ornado untuk mengambil data kejadian waktu itu melalui rekaman satelit yang dimiliki oleh tim IT nya. Dengan kemampuannya, dia bisa menemukan seseorang dimanapun dan kapanpun. Mengerikan, tapi untung saja teknologi secanggih itu dimiliki oleh Ornado yang merupakan orang baik, yang tidak haus kekuasaan dan kekuatan ingin menguasai dunia dengan kemampuan yang dia miliki.” Evan langsung tersenyum mendengar perkataan Alvero.


Bagi Evan, sosok Ornado tidak lebih dari 5 kali dia bertemu dengan laki-laki itu, tapi seperti kata Alvero, sosok laki-laki berkharisma itu, sungguh membuatnya merasa kagum.


“Sampaikan terimakasihku juga pada Tuan Ornado karena akan merepotkannya.” Alvero langsung tertawa kecil mendengar perkataan Evan.


“Bagi seorang Ornado, kata-katamu itu akan membuatnya sedikit melotot, karena dia paling tidak suka ada orang berkata seperti itu sebagai seorang teman. Baginya, tidak akan pernah ada hutang piutang diantara teman sejati.” Evan langsung tersenyum mendengar ucapan Alvero yang begitu dekat dengan Ornado itu.

__ADS_1


“Baik kalau begitu. Aku tidak akan pernah mengucapkan hal seperti itu di depannya.”


“Isttt… kamu membuatku merindukannya lagi, padahal beberapa waktu lalu kami baru saja menghabiskan waktu berlibur bersama cukup lama. Lain kali, kamu harus ikut bergabung bersama kami, agar kamu bisa berkenalan juga dengan dokter Dave dan dokter Laurel yang juga sahabat dekat kami berdua. Dan ada James juga Elenora, sepupu Ornado yang pasti akan senang menghabiskan waktu bersama dengan kita.” Alvero berkata sambil tersenyum mengingat bagaimana acara liburan mereka yang pada akhirnya justru diwarnai dengan pertikaian antara James dan Elenora yang langsung menikah saat mereka yang lain masih menikmati liburan mereka.


“Aku akan menantikan waktu itu.” Evan langsung menjawab perkataan Alvero.


“Untuk saat ini, kita harus fokus terlebih dahulu dengan masalahmu dan Alaya, juga pergerakan orang-orang yang masih berusaha mendukung dan membangkitkan kembali kelompok pemberontak sisa-sisa dari Eliana.” Perkataan Alvero langsung ditanggapi dengan sebuah anggukan kepala oleh Evan.


# # # # # # #


“Apa yang kira-kira bisa aku lakukan untuk membuat Evan membenciku ya? Aku sudah bersikap tidak sopan padanya hari ini. Aku juga sudah mengomelinya, memarahinya, tidak menganggapnya. Apa itu cukup untuk membuatnya membenciku dan menganggapku tidak layak untuk menjadi istrinya? Atau harus ada hal lain yang aku lakukan untuk membuatnya semakin yakin kalau aku bukan pilihan terbaik untuknya?” Alaya yang sedang berjalan mondar-mandir di dalam kamar hotel yang sudah dipesannya terus bergumam, berkata pada dirinya sendiri seperti orang bingung.


“Ah! Aku tahu! Kenapa aku bisa melupakan hal sepenting itu ya?” Tiba-tiba Alaya yang teringat tentang sesuatu langsung berteriak kecil pada dirinya sendiri.

__ADS_1


“Menurut info terpercaya dari Alea, duke Evan paling benci dengan gadis genit dan agresif. Aku mungkin bisa berpura-pura menjadi gadis liar seperti itu agar dia membenciku. Sepertinya itu ide yang baik.” Alaya berkata sambil tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah puas, seolah sudah menemukan ide paling brilian untuk menghadapi Evan.


"Aku akan membuat duke Evan kaget dengan perubahan sifatku yang liar dan agresif, sehingga membuatnya jijik padaku. Aduh... handphoneku yang menghilang benar-benar merepotkan. Kalau begitu aku harus segera menghubungi Lucy untuk memesan beberapa pakaian haram untuk membuat duke Evan berpikir aku benar-benar gadis murahan. Aku juga harus segera menghubungi Alea dan memintanya untuk mengirimkan uang padaku." Alaya berkata sambil berjalan dengan cepat ke arah telepon ayng ada di kamar hotelnya, dimana dia bisa saja menghubungi nomer telepon seseorang, asal dia membayar tagihannya nanti.


__ADS_2