
Awalnya Evan memang ingin menjelaskan kepada Alaya tentang kondisi hubungan mereka berdua sekarang yang sudah terikat dengan pernikahan, setelah dia mendapatkan jawaban dari Alaya tentang masa lalunya bersama Alaya.
Evan berharap dia bisa membereskan semuanya sebelum Alaya tahu tentang pengumuman resmi dari istana tentang pernikahan mereka berdua, dan karena Alaya yang sempat membuatnya kaget dengan penampilan dan rencana gilanya tadi, membuat pikiran Evan teralihkan dari semua rencananya itu.
Saat ini, rasanya Evan ingin sekali mengambil remote televisi dan dengan segera mematikan televisi tersebut, agar Alaya tidak melihat berita itu terlebih dahulu sebelum masalah diantara mereka berdua diselesaikan.
Hanya saja, itu tidak mungkin dia lakukan, karena Alaya sudah terlanjur mendengar dan matanya fokus melihat ke arah layar televisi dengan wajah terlihat serius, bahkan tegang.
“Sebuah berita besar dari istana baru saja diluncurkan secara resmi, untuk menjawab semua pertanyaan dan rasa penasaran dari warga Gracetian, yang dengan tidak sabar sedang menantikan klarifikasi yang diharapkan dilakukan sendiri oleh duke Evan dan putri Alaya di depan umum.”
“Tapi ternyata, setelah beberapa waktu ini kita semua menunggu diadakannya konferensi pers yang dilakukan oleh duke Evan dan putri Alaya, justru akhirnya pihak istana sendiri yang memberikan pengumuman resmi tentang hubungan duke Evan dan putri Alaya.”
(Konferensi pers atau jumpa pers adalah acara khusus yang dibuat sebagai sarana untuk mengumumkan, menjelaskan, mempertahankan atau mempromosikan kebijaksanaan dengan maksud untuk mengukuhkan pengertian dan penerimaan publik pada pihak pemrakarsa acara.
Tujuan utama konferensi pers adalah untuk mewujudkan keinginan pemrakarsa untuk menyampaikan pernyataan atau informasi oleh organisasi atau individu dengan mengundang media massa agar datang dan meliput dengan harapan berita akan disiarkan seluas-luasnya).
“Pihak istana telah memberikan penjelasan secara resmi bahwa sebenarnya duke Evan dan putri Alaya sudah resmi menikah belum lama ini. Berikut akan kami tunjukkan bukti tentang foto surat pernikahan duke Evan dan putri Alaya yang resmi, disahkan oleh raja Alvero Adalvino sendiri, yang juga berlaku sebagai saksi dalam pernikahan tersebut.”
__ADS_1
Mata Alaya langsung membulat dengan sempurna karena melotot begitu mendengar perkataan dari pembawa berita itu, dengan wajah tidak percayanya, sedang Evan langsung mengalihkan tatapan matanya dari layar televisi kepada Alaya.
“Ap… apa… maksudnya itu?” Alaya berkata dengan suara parau, dan kali ini gadis cantik itu tidak bisa menahan lagi beban tubuhnya karena otot-otot di tubuhnya yang terasa begitu lemas dan membuatnya jatuh terduduk di atas temapt tidur, dengan tatapan mata kosong karena sangat kaget dengan apa yang didengarnya barusan.
“Semua pertanyaan yang terkesan menyudutkan dan mempertanyakan hubungan antara duke Evan dan putri Alaya yang dicurigai hanya sekedar hubungan palsu dengan tujuan politik tanpa adanya rasa saling cinta, dibantah keras oleh pihak istana.”
“Pihak istana menunjukkan bukti berupa gambar kebersamaan duke Evan dan putri Alaya ketika masih remaja, untuk membuktikan bahwa sejak beberapa tahun yang lalu, mereka memang sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Dan rencana pernikahan mereka yang kurang dari sebulan lagi merupakan acara pesta perayaan pernikahan, bukan lagi acara peresmian pernikahan yang memang sudah resmi.”
Dari…. Darimana mereka mendapatkan gambar itu? Apa duke Evan yang memberikan gambar itu para mereka? Kalau begitu… apa selama ini Evan pura-pura melupakanku? Apa yang sebenarnya diinginkan duke Evan dariku? Apa disini aku menjadi satu-satunya yang paling bodoh karena permainan dari duke Evan?
Dengan tatapan nanar, Alaya berkata dalam hati begitu melihat ke arah layar televisi yang menunjukkan gambar kebersamaannya dengan Evan saat dia masih remaja, dan sednag bergelayut mesra di lengan Evan.
“Seluruh rakyat tampaknya menyambut dengan gembira berita pernikahan antara duke Evan dan putri Alaya yang artinya telah membuat bersatunya dua keluarga besar dan paling berpengaruh di Gracetian ini. Kita semua berdoa untuk kebahagiaan duke Evan dan Putri Alaya, dan berharap mereka segera dikarunia anak, yang pastinya akan terukir dalam sejarah penting kerajaan Gracetian, karena merupakan keturunan pertama antara keluarga Adalvino dan Carsten.”
Semua yang dikatakan oleh pembawa berita itu membuat dada Alaya terasa begitu sesak, dipenuhi dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Marah, tidak percaya, kesal, kecewa, tidak terima, semuanya menjadi satu dan membuat Alaya merasakan rasa sakit yang menusuk di dadanya.
__ADS_1
“Alaya….” Dengan tetap berdiri di tempatnya, Evan memanggil lembut nama Alaya, berusaha untuk menenangkan dan memberi penjelasan kepada Alaya tentang apa yang sudah terjadi, dan kondisi saat itu yang memaksa dia dan Alvero memutuskan dengan cepat pernikahan itu dengan berbagai pertimbangan karena banyaknya hal yang sedang terjadi di luar sana.
Dan sebagai seorang duke yang bertanggung jawab penuh atas keamanan negara Gracetian, Evan juga harus mempertimbangkan gejolak yang bisa terjadi di dalam negara jika dia tidak mengambil keputusan yang tepat waktu itu.
“Jangan mendekat! Menjauh dariku sekarang juga!” Bukannya menjawab panggilan Evan, Alaya justru langsung berteriak histeris.
Dan dengan sisa tenaga yang dimilikinya, Alaya segera menghambur pergi ke dalam kamar mandi, menutup pintunya rapat-rapat dan menangis sejadi-jadinya dengan menyandarkan tubuhnya di balik pintu kamar mandi, menangis terguguk sambil menahan suara tangisnya agar tidak terdengar oleh Evan.
Setelah mematikan televisi yang masih menayangkan berbagai komentar orang tentang pernikahannya dengan Alaya, dengan langkah pelan, Evan berjalan mendekat ke arah pintu kamar mandi, lalu mengetuk pelan pintu itu, meskipun dia tahu Alaya tidak mungkin mau membukakan pintu itu untuknya.
“Alaya….” Dengan suara lembut, Evan kembali memanggil nama Alaya.
“Aku tahu kamu sedang marah dan kecewa sekarang. Aku juga tidak akan memaksamu untuk menerima keyataan ini sekarang juga. Hanya saja… tolong berikan penjelasan padaku tentang apa hubungan kita di masa lalu. Bantu aku mengingat tentang apa yang terjadi diantara kita di masa lalu….” Perkataan Evan membuat Alaya menahan tangisnya.
Apa maksud perkataan duke Evan? Jadi dia benar-benar tidak ingat tentang hubungan kami di masa lalu? Dia tidak sedang berpura-pura tidak ingat? Tapi… bagaimana bisa dia tidak ingat… bahkan setelah melihat gambar itu? Apa baginya aku ini benar-benar bukan orang penting dalam hidupnya?
Alaya berkata dalam hati dengan dada yang masih dipenuhi dnegna kemarahan dan rasa kecewanya.
__ADS_1
“Untuk apa aku membantumu mengingat sesuatu yang tidak bisa kamu ingat karena tidak kamu anggap penting? Bagiku, kamu menganggap itu tidak penting, karena jika itu kamu anggap penting, kamu tidak akan semudah itu melupakannya.” Alaya berkata dengan suara cukup keras, sehingga Evan yang ada di balik pintu bisa dengan begitu jelas mendengarnya.
Dan itu membuat Evan hanya bisa menghela nafas panjang, karena dia tahu dia telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan jawaban dari Alaya tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua di masa lalu.