Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
AKHIRNYA MENGERTI JUGA


__ADS_3

"Ad yang begitu penggila kerja dan jago bertarung, mana pernah ada capeknya? Aku yakin tenaganya masih lebih dari 90 persen terisi. Benar kan Ad?" Laurel bertanya sambil memandang Ornado, berharap laki-laki itu mendukungnya, sehingga dia dan yang lain bisa mendengar cerita seru tentang penyerbuan ke tempat kediaman Hugo yang meninggalkan rasa penasaran begitu besar dalam hati Laurel.


"Ah, aku rasa aku memang harus segera beristirahat seperti kata Cladia. Besok kita bisa bahas kejadian tadi, tidak harus malam ini. Toh semua akan dibereskan Evan dengan baik." Laurel hanya bisa melongo begitu mendengar perkataan Ornado yang sengaja diucapkannya sambil menahan senyum gelinya melihat bagaimana wajah tidak percaya Laurel akan kata-katanya.


Dengan janji Cladia yang akan menghabiskan malam ini bersamanya setelah tadi siang diijinkan Ornado untuk mengelilingi istana Gracetian, mana mau Ornado merelakan kesempatan emas itu dengan memenuhi permintaan Laurel untuk menjadi seorang pendongeng bagi yang lain malam ini.


Bagi Ornado, menghabiskan malam yang indah dan hangat bersama Cladia adalah hal yang sangat berharga baginya, apalagi kali ini Cladia sendiri yang lebih dulu mengambil inisiatif, membuat hati Ornado melambung tinggi karena bahagia sekaligus bangga.


"Ayo amore mio. Sebaiknya segera temani aku untuk beristirahat dan sedikit bersantai, menyelonjorkan kakiku. Rasanya kakiku terasa sedikit pegal karena tadi harus banyak berdiri dan berlarian." Ornado berkata dengan suara pura-pura menahan rasa tidak nyaman di kakinya, sambil meraih pinggang Cladia, yang langsung mengikuti gerakan Ornado, menjauhkan dirinya dan melepaskan gandengan tangan Laurel.


“Ah… apa aku bilang? Tadi aku menanyakan padamu bagaimana kondisimu, tapi kamu bilang baik-baik saja.” Cladia berkata sambil sedikit menundukkan tubuhnya, sedikit memijat paha Ornado yang langsung meringis sambil menahan senyum lebarnya.


“Hah….” Melihat itu Laurel hanya bisa mendeeee…ssah pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Ornado yang terlihat jelas sengaja merajuk pada Cladia, sedang Laurel yakin Ornado hanya berpura-pura tentang keluhan di kakinya.

__ADS_1


Mata Laurel langsung membulat sempurna, kembali melotot begitu melihat Ornado yang tiba-tiba menoleh ke arahnya sambil mengerlingkan matanya untuk menggoda Laurel yang wajahnya menunjukkan aura protes, karena gagal mendapatkan cerita menarik dari Ornado tentang Hugo.


Dan tentu saja, tindakan Ornado yang sengaja membuat Laurel semakin penasaran itu, tidak diketahui oleh Cladia yang sedang fokus menatap kedua kaki Ornado, yang sengaja dia buat berjalan dengan berpura-pura sedikit tertatih.


"Ad...." Suara panggilan dari Dave yang tiba-tiba datang menyusul membuat Ornado menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Dave yang langsung mengernyitkan dahinya begitu melihat wajah Laurel yang tampak kesal karena gagal menghalangi Ornado pergi dengan alasan beristirahat.


"Bagaimana dengan Hugo? Apa kamu dan Evan berhasil mengatasinya dengan baik?" Pertanyaan Dave membuat senyum di wajah Laurel mengembang, berharap kalau kali ini Dave bisa menahan Ornado untuk bisa menceritakan apa yang sudah terjadi tadi bersama Evan, yang Laurel tahu pasti seru ceritanya.


“Maaf Dave, kalau kamu ingin mendengar versi lengkap cerita itu, kamu bisa menunggu Evan datang. Aku harus segera beristirahat atau istriku akan khawatir aku terlalu lelah hari ini.” Awalnya Dave kembali mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Ornado yang baginya terdengar aneh.


Yang pasti hal itu membuat Dave ikut merasa bahagia melihat bagaimana semakin hari, Cladia semakin terlihat semakin nyaman berada di dekat Ornado dan menunjukkan kalau wanita cantik itu sangat mencintai suaminya.


“Ah, ya… lebih baik kamu beristirahat sekarang bersama Cladia. Dia juga pasti lelah setelah seharian ini menjalani jadwal padat, setelah perjalanan udara.” Dave berkata sambil mendekat ke arah Laurel yang tampak heran kenapa Dave dengan begitu saja membiarkan Ornado pergi bersama dengan Cladia menuju kamar yang sudah dipersiapkan untuk mereka berdua.

__ADS_1


“Eh Ad…. Tunggu dulu….” Dengan sikap masih tidak rela, Laurel berkata sambil berencana menyusul Ornado dan Laurel.


“Mo cuisle, sebaiknya kita kembal ke tempat makan malam….” Dave berkata sambil merengkuh bahu Laurel yang matanya masih saja menatap ke arah Ornado dan Cladia pergi dengan tatapan masih berharap.


“Tapi Dave…. Ad dan Cladia, mereka….”


“Yang lain sudah sedari tadi menunggumu. Ayo….” Sambil berpura-pura tidak mendengar perkataan Laurel, Dave mempererat pelukannya pada bahu Laurel dan mengajaknya kembali bergabung dengan yang lain, meskipun tahu kalau istrinya ayng memang suka bercerita itu begitu ingin mendengar apa yang sudah terjadi di kediaman Hugo tadi.


“Dave…”


“Mo cuisle, biarkan mereka berdua. Apa kamu tidak melihat bagaimana Cladia yang terlihat ingin berada di dekat Ad? Biarkan sekali-sekali Ad merasakan bagaimana manjanya Cladia yang jarang-jarang diekspresikannya seperti tadi.” Penjelasan Dave membuat Laurel langsung menghentikan niatnya untuk terus meminta Ornado menemani mereka menghabiskan malam sambil mengobrol bersama yang lain.


“Ah… kenapa aku baru sadar sekarang? Kalau sudah itu alasannya, aku pasti akan mendukung mereka berdua sepenuhnya. Kenapa juga Ad tidak mengatakannya padaku?” Dave langsung tertawa mendengar perkataan Laurel.

__ADS_1


“Bukan Ad tidak mau mengatakannya, sepertinya dia sudah memberikan banyak kode padamu. Kamu saja yang tidak peka .” Dave berkata sambil menjitak pelan kening Laurel dengan jarinya yang ditekuk, membuat Laurel langsung meringis begitu menyadari apa yang dikatakan oleh Dave tentang Cladia dan Ornado.


__ADS_2