
Bukannya Evan jarang memeluknya, tapi bagi Danella, biasanya Evan akan memeluknya jika ada kejadian khusus, atau mereka sedang mengobrol santai dan Evan melakukannya untuk menunjukkan rasa sayangnya pada Danella, dan itu biasanya tidak dilakukan Evan saat Evan baru pulang dari tempat kerjanya seperti yang sedang terjadi sekarang ini.
“Apa yang terjadi padamu Evan? Apa ada hal membahagiakan yang kamu alami?” Danella langsung bertanya kepada Evan dengan tatapan menyelidik.
Wah… mama benar-benar peka dalam menilai keadaan. Bagaimana dia bisa tahu ada hal baik, bahkan sangat amat baik yang sedang terjadi padaku?
Evan langsung berkata dalam hati sambil menahan senyum lebarnya.
“Aku sudah menemukan harta karunku yang paling berharga Ma.” Kata-kata Evan bukannya menjawab rasa penasaran Danella, justru semakin membuat Danella mengernyitkan keningnya.
“Harta karun apaan Evan? Sejak kapan kamu punya harta karun? Mana ada harta karun yang selama ini kamu sembunyikan?” Danella langsung menyatakan protesnya begitu mendengar kata-kata Evan barusan.
“Cintaku Ma… akhirnya aku kembali menemukan cintaku yang hilang bertahun-tahun. Kekasihku yang sudah lama aku cari-cari dalam alam bawah sadarku.” Dengan wajah bahagianya, Evan berkata kepada Danella yang justru tersentak kaget.
__ADS_1
“Apa-apaan kamu Evan? Kamu sudah menikah dengan Alaya. Jangan berpikir untuk kamu menjalin hubungan dengan gadis lain yang kamu cintai. Sejak kapan kamu memiliki seorang kekasih? Sampai sebelum kamu menikahi Alaya, kamu tidak pernah mengatakan pada mama kalau kamu memiliki seorang kekasih. Kalau tidak, buat apa selama ini mama dengan susah payah berusaha membuatmu dekat dengan para gadis agar kamu bisa segera memilih salah satunya sebagai istrimu?” Ucapan Danella dengan wajah tidak sukanya dan nada suara yang menunjukkan protesnya membuat Evan justru semakin tersenyum lebar, lalu menciumi pipi mamanya berulang-ulang dengan penuh kasih sayang.
“Evan! Kamu yang sudah memilih untuk menikahi Alaya! Mama tidak mengijinkan adanya perceraian diantara kalian berdua. Jangan sampai kehadiran kekasih lamamu merusak pernikahan kalian!” Danella akhirnya mengomeli Evan yang ternyata terlihat begitu tidak perduli dengan omelan Danella itu, justru terus tersenyum lebar dan memandang wajah Danella dengan tatapan bahagianya.
Tindakan Evan itu tentu saja membuat Danella semakin merasa bingung dan penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada Evan sekarang ini.
“Aku sudah menemukan cintaku, kekasihku kembali setelah bertahun-tahun kami terpisah karena tindakan keji seseorang yang sengaja ingin memisahkan kami. Kekasihku adalah Alaya Ma! Alaya!” Dengan begitu bersemangatnya Evan bercerita kepada Danella, membuatnya tanpa sadar bahkan memeluk erat kembali tubuh Danella, lalu menggendongnya, mengangkat tubuh mamanya itu, membuat Danella langsung terpekik dengan wajah merah padam karena takut.
“Evan!” Suara pekikan Danella yang meneriakkan namanya membuat Evan langsung menurunkan kembali tubuh Danella yang langsung memegang pergelangan tangan Evan, menariknya dan membawanya pergi ke ruang kerja Evan dan mengajak Evan duduk, tepat di sampingnya.
Danella begitu takut jika ada orang yang mendengarnya, menjadi salah paham sehingga mereka berpikir bahwa Evan ingin kembali pada kekasih lamanya, sedangkan statusnya sekarang sudah terikat dalam sebuah pernikahan dengan Alaya.
“Sepertinya, kamu harus menjelaskan kepada Mama dengan detail apa yang sebenarnya terjadi padamu. Mama siap membantumu menyelesaikan masalahmu. Tapi yang pasti, mama tidak akan pernah setuju jika kamu berniat menceraikan Alaya gara-gara kamu bertemu kembali dengan kekasih yang baru kamu sebutkan tadi.” Rasanya Evan masih belum ingin mengatakan apapun kepada Danella selain memeluk dan menciumi pipi wanita yang sangat disayanginya itu, yang membuatnya tertawa geli karena wajah marah yang ditunjukkannya sekarang ini
__ADS_1
Akan tetapi melihat wajah serius dari Danella yang tampak dipenuhi dengan kekalutan, akhirnya Evan tidak tega juga untuk tidak segera menceritakan kabar gembira tentang hubungannya dengan Alaya.
“Siapa yang akan menceraikan Alaya? Selamanya… aku tidak akan pernah melakukan itu. Bahkan berpikir sedikitpun tidak tentang hal itu Ma. Karena kekasih dan cintaku yang aku bilang sudah aku temukan, adalah Alaya. Dia adalah kekasihku yang selama bertahun-tahun ini sudah aku lupakan, membuat dia begitu marah, dan aku hampir kehilangan dia untuk kedua kalinya.” Mata Danella langsung terbeliak sempurna karena kaget begitu mendengar kata-kata Evan yang baginya terdengar sangat tidak masuk akal.
Selama ini, sejak Evan remaja sampai anak laki-lakinya yang tampan itu beranjak dewasa, tidak pernah sekalipun dari bibirnya menyebutkan nama seorang gadis yang membuatnya tertarik, apalagi diakuinya sebagai kekasihnya.
Dan sekarang, baru saja Evan mengatakan bahwa Alaya adalah kekasihnya di masa lalu, sebuah perkataan yang bagi Danella terasa begitu tidak masuk akal, tidak bisa dia cerna dengan pikirannya, meskipun Danella bukanlah orang yang bodoh.
Akan tetapi, kali ini perkataan Evan benar-benar membuatnya heran dan bingung.
Melihat reaksi dari Danella, dengan cepat dan sesingkat mungkin namun jelas, Evan langsung menceritakan tentang apa yang sudah terjadi diantara dia dan Alaya selama beberapa tahun ini.
Beberapa kali Danella tampak melongo dan memandang ke arah Evan dengan tatapan tidak percayanya ketika Evan mulai menceritakan satu persatu peristiwa antara dia dan Alaya.
__ADS_1
Mulai dari ketika dia menolong Alaya dari para pembully, ketika Alaya sempat salah faham padanya dan mengira dia adalah salah satu anggota kelompok penjahat, saat Evan menyatakan cintanya pada Alaya, maupun ketika kecelakaan yang terjadi padanya dimanfaatkan Kattie untuk membuat Evan melupakan semua kenangan antara dia dan Alaya.
NOTE: Untuk para pembaca tercinta up 1 episode selanjutnya akan diusahakan hari ini juga (maksimal pukul 19:00). Terimakasih untuk permintaan update yang selalu diterima oleh author, dan juga kesetiaannya menunggu up episode-episode baru dari novel ini. Selamat menikmati kisah cinta Evan dan Alaya ini.