
"Hah...." Karena begitu kagetnya dengan tindakan Evan padanya, dengan gerakan reflek kedua tangan Alaya segera bergerak untuk mendorong tubuh Evan, tapi dengan gerakan yang tidak kalah tangkas, kedua tangan Evan langsung menangkap pergelangan tangan Alaya, dan menahannya, meski Alaya terlihat sedikit meronta, berusaha melepaskan tangannya dari Evan.
"Berusahalah lebih keras lagi Putri Alaya. Dan aku akan selalu siap untuk menahannya dengan baik...." Evan berkata lembut dengan senyum manis di wajahnya, membuat Alaya langsung menelan ludahnya dengan susah payah, tanpa berani menoleh ke samping, kalau tidak ingin ada dari bagian wajahnya dan wajah Evan yang akhirnya bersentuhan jika dia memaksakan dirinya untuk menoleh.
Dengan pelatihan beladiri yang diberikan oleh Alexis secara khusus pada Alaya, ternyata belum bisa membuatnya melawan Evan, dan itu cukup membuat hati Alaya menjadi gamang dan tidak tenang, karena itu artinya, kekuatan fisik dan kemampuan beladirinya tidak akan bisa dia pergunakan untuk melawan Evan.
"Aku tidak akan berdiam diri. Jangan salahkan aku karena aku akan membuat Anda menyesal sudah menerima rencana perjodohan kita. Aku tidak akan berhenti sampai Anda memberikan kembali kebebasanku." Dengan susah payah Alaya mengucapkan kata-katanya yang justru membuat Evan tersenyum dengan mata melirik ke wajah Alaya yang dari keningnya tampak sebutir cairan bening yang merupakan keringat dingin, bersiap meluncur turun.
Dengan wajah cantik dan mempesonamu, tidak seharusnya kamu memaksakan diri untuk tampil buruk di depanku. Apa kamu tidak tahu? Kebaikan dan pesona, juga kecantikan dari dalam dirimu tidak bisa kamu sembunyikan dariku. Aku bukan orang yang bisa dengan mudah ditipu dengan penampilan luar seseorang. Apapun yang akan kamu lakukan, aku telah bersiap sejak aku memutuskan menerima perjodohan ini. Dan aku tidak akan pernah melepaskanmu. Sebesar apapun usaha yang kamu lakukan untuk menggagalkan itu, usahaku untuk menahannya akan lebih besar dari semua usaha yang kamu lakukan.
Evan berkata dalam sambil menahan nafasnya sejenak sebelum menanggapi perkataan Alaya yang lebih menyerupai ancaman bagi yang mendengarnya.
Bagaimana bisa aku melepaskan sebuah permata langka yang begitu indah sepertimu? Aku pasti sudah kehilangan akal sehatku jika aku berani melakukan hal sebodoh itu. Dengan keindahan yang kamu miliki, pasti ada banyak pria akan bersedia bertekuk lutut di kakimu. Dan aku yakin aku akan bisa mencintaimu di masa depan dengan pesona yang kamu miliki.
__ADS_1
Evan kembali berkata dalam hati sambil mengamati apa yang sedang terjadi padanya, dimana saat memikirkan setiap pesona yang ada pada Alaya, dadanya sudah tidak lagi bisa tenang seperti biasanya saat dia menghadapi gadis lain.
Bagi Evan, setiap apa yang dilakukan Alaya di depannya selama dua hari ini justru membuat dirinya bisa mengetahui bahwa Alaya merupakan gadis yang tulus, terbuka, berani membela sesuatu yang benar menurutnya, dan memiliki hati yang baik, pemaaf dan tidak tegaan terhadap orang lain.
Tidak seperti gadis keturunan bangsawan lain yang biasa dia temui. Memang tidak semuanya, tapi beberapa diantara mereka, ada beberapa orang yang diluarnya terlihat cantik, anggun, sopan, tapi hatinya sibuk memkirkan setiap hal buruk dan kecurangan yang bisa mereka lakukan untuk keutungan pribadi sebagai keturunan bangsawan.
Evan bisa melihat kalau Alaya bukanlah gadis yang akan berdiam diri dan pura-pura tidak tahu jika ada ketidakadilan sedang terjadi di sekitarnya, sehingga orang yang tidak mengerti tentang Alaya akan salah berpikir dan menganggap Alaya adalah seorang gadis keras kepala.
"Lakukan apapun yang kamu suka my princess, tapi aku tidak akan pernah mengubah keputusanku untuk menerima perjodohan kita. Jadi lebih baik, setelah pertemuan kita hari ini, kita segera menetapkan tanggal pertunangan dan pernikahan kita. Dan jangan berpikir untuk mealrikan diri dari itu." Evan berusaha mempertegas kembali, keputusan yang sudah dia buat tentang hubungan mereka di masa depan.
Melarikan diri? Sepertinya itu ide yang cukup bagus. Kenapa tidak terpikirkan olehku sebelumnya. Mungkin itu bisa dimulai dengan....
Otak Alaya langsung berputar cepat untuk mendapatkan ide baru tentang melarikan diri.
__ADS_1
"Semua info dan sistem keamanan kerajaan Gracetian, baik di dalam negeri ataupun perbatasan, aku menguasainya dengan baik, dan memiliki otoritas penuh untuk mengendalikannya. Jika kamu berpikir untuk melarikan diri secara fisik keluar negeri, lebih baik pikirkan sekali lagi karena itu tidak akan berguna. Tapi kamu boleh mencobanya jika tidak percaya aku bisa menemukan orang dalam hitungan menit, kemanapun larinya orang itu." Seolah bisa menebak apa yang sedang dipikirkan Alaya dengan keningnya yang berkerut, Evan langsung mengucapkan perkataan yang jelas-jelas membuat rasa percaya diri Alaya atas rencana melarikan dirinya ke luar negeri langsung menguap dengan ancaman Evan.
Evan begitu percaya diri mengatakan hal seperti itu, bukan hanya sekedar gertak sambal belaka, karena sejak pertempuran terakhir antara pihak istana Gracetian dan kelompok pemberontak, sistem keamanan kerajaan Gracetian semakin di upgrade dengan bantuan dari tim IT Ornado Xanderson yang dikenal hebat dalam menangani sistem keamanan, yang bahkan dikenal bisa menemukan seekor tikus yang melarikan diri.
Celaka! Kenapa seolah-olah dia bisa mengetahui apa yang sedang aku pikirkan? Benar-benar laki-laki yang mengerikan. Tapi jika dia benar-benar bisa membaca pikiranku, harusnya dia tahu kenapa aku begitu menolak rencana perjodohan ini, dan dia pasti mau melepaskanku tanpa mempersulitku seperti ini.
Alaya berkata dalam hati, dan memilih untuk bersikap pasrah saat ini, sambil menunggu waktu yang tepat untuk memikirkan cara lain agar Evan mau membatalkan perjodohan ini.
"Mungkin kamu bisa memikirkan cara lain, karena cara itu tidak akan berhasil padaku." Evan berkata dengan senyum geli tersungging di wajahnya begitu Evan menyadari kalau ternyata yang barusan dia tebak itu benar, dan itu terlihat jelas dari wajah kaget dan tidak terima dari Alaya yang tidak percaya Evan bisa menebak pikirannya dengan begitu tepat.
Melihat Alaya yang terdiam Evan kembali menegakkan tubuhnya kembali, menjauhkan wajahnya dari telinga Alaya, lalu dengan gerakan lembut, Evan menarik ke bawah tangan Alaya yang tadinya terarah di dada Evan, berniat mendorong tubuh Evan yang tubuhnya berada terlalu dekat dengannya.
Begitu tangan Alaya sudah lurus kembali di depan tubuhnya, dengan gerakan lembut dan perlahan, Evan melepaskan pergelangan tangan Alaya, dan langsung dengan sigap mundur dua langkah ke belakang, seolah memberikan kesempatan pada Alaya untuk bernafas kembali, setelah beberapa saat, Evan bisa melihat kalau barusan, putri cantik itu sedang menahan nafasnya cukup lama.
__ADS_1