
“Benar kata Enzo, jangan sampai kalian terlalu cemburu dan menghabisi para pangeran Gracetian yang mengagumi istri kalian.” Deanda berkata kembali dengan senyum geli tersungging di wajahnya yang tahu bahwa para pria yang merupakan para sahabatnya itu begitu mencintai wanita miliknya.
Alvero yang mendengar peringatan dari Enzo maupun Deanda kepada para tamunya hanya bisa tersenyum, karena apa yang dikatakan mereka berdua benar sekali.
Para pangeran dan putri di meja makan nanti, pasti tidak akan bisa menghindari pesona para pria dan wanita hebat yang datang sebagai tamu pentingnya itu.
Dan apa yang dikatakan oleh Enzo maupun Alvero dan Deanda akhirnya benar-benar terjadi di di ruang makan istana dimana para pangeran dan putri sudah hadir disana sebelum Alvero dan yang lain memasuki ruang makan itu.
Begitu para tamu penting Alvero memasuki ruang makan istana, perhatian semua orang langsung beralih kepada mereka, yang akhirnya cukup membuat heboh suasana ruang makan istana karena mereka cukup kaget dengan kedatangan para tamu istimewa itu.
Tatapan mata kagum dan terpesona terpancar dari mata para putri dan pangeran yang hadir, dan sepanjang acara makan siang dipenuhi dengan pembicaraan berupa bisikp-bisik satu sama lain para putri dan pangeran yang secara diam-diam membicarakan tentang para tamu Alvero.
Karena bagi mereka, sosok para tamu Alvero, terutama Ornado, Dave dan juga James yang memang dikenal sebagai orang hebat dan beritanya seringa da di dunia maya, membuat mereka begitu penasaran sekaligus kagum.
__ADS_1
Dan itu terus berlangsung selama acara makan siang, membuat beberapa kali Alvero harus mengarahkan matanya dan memandang dengan cukup tajam ke arah putri dan pangeran agar mereka bersikap lebih sopan pada para tamunya.
Sedangkan Ornado dan yang lain, memiih untuk pura-pura tidak perduli dan lebih fokus pada hidangan lezat yang disuguhkan oleh pihak istana, dan memilih untuk konsentrasi dengan pasangan mereka masing-masing agar emosi mereka tidak terpancing seperti yang dikatakan oleh Deanda tadi.
# # # # # # #
“Apa kamu tidak lelah amore mio? Aku lihat sedari tadi kamu terus berdiri di depan jendela kamar dan juga berjalan mondar- mandir di dlama kamar.” Ornado yang melihat bagaimana Cladia yang sedari tadi berjalan dari satu sisi ke sisi yang lain dari kamar itu, lalu berdiam diri di depan jendela kamar yang mereka tempati sebelum akhirnya kembali berjalan mengeliling ruang kamar tidur itu membuat Ornado berjalan mendekat ke arahnya dan langsung memeluk tubuh mungil istrinya itu dari belakang dengan dagu bersandar di pundak Cladia, mengucapkan pertanyaannnya dengan suara lembut.
Ornado masih memeluk Cladia dari arah belakang sambil hidungnya yang mancung sibuk mencari kesempatan untuk menciumi leher jenjang Cladia yang sesekali tampak menggigit bibirnya, karena apa yang dilakukan oleh Ornado benar-benar membuat tubuhnya merinding menahan hasrat dengan dada yang berdetak lebih kencang dari biasanya.
Hanya saja, sebagai wanita, meskipun kadang dia menginginkannya, Cladia lebih memilih untuk menahan dirinya, seperti yang terjadi saat ini, apalagi saat ini sebenarnya Cladia sudah memiliki janji dengan Deanda dan yang lain.
“Al… sebentar lagi Deanda akan mengajak kami para wanita berkeliling istana. Boleh kan?” Dengan suara pelan Cladia berkata kepada Ornado yang langsung mengernyitkan keningnya.
__ADS_1
“Apa kalian tidak lelah? Kenapa tidak beristirahat dulu di sini? Apalagi nanti kita masih ada acara makan malam di penthouse Alvero.” Ornado langsung berkata sambil menghentikan tindakannya yang tadi sibuk menciumi leher jenjang Cladia, dan ganti memandang ke arah wajah Cladia, menunggu tanggapan Cladia atas permintaannya barusan.
“Sebenarnya tadi Deanda sempat mengatakan kalau malam ini setelah makan malam kita akan tinggal di penthouse, setelah itu besok sore kita akan berangkat ke kota Renhill dan berlibur di sana. Jadi Al… kesempatan kami untuk menikmati keindahan istana Gracetian, hanya sampai sore nanti sebelum acara afternoon tea.” Cladia berkata sambil menggerakkan tubuhnya ke samping agar bisa melihat wajah Ornado yang melepaskan pelukannya karena gerakan Cladia barusan.
“Laurel, Evelyn dan Elenora juga mengatakan kalau mereka ingin berjalan-jalan di istana, dan sebentar lagi mereka akan menyusul ke sini.” Mendengar penjelasan Cladia, Ornado hanya bisa menghela nafasnya, karena dia tidak mungkin bisa menghalangi keinginan Cladia saat ini.
Apalagi sejak memasuki wilayah istana Gracetian, Ornado bisa melihat bagaimana pandangan mata Cladia yang tidak pernah lepas memandangi dengan tatapan kagum setiap sudut istana Gracetian yang indah ini.
Dan bagi Ornado, itu sangat normal sekali mengingat bagaimana selama ini, karena traumanya boleh dikata, Cladia hampir tidak pernah berlibur dan pergi kemanapun.
Sampai akhirnya setelah Cladia bisa menerima keberadaan Ornado sebagai suaminya, Ornado beberapa kali mengajak Cladia pergi berlibur.
Tapi itupun boleh dibilang sangat jarang sekali mengingat kondisi kesehatan Cladia yang seringkali mengalami ganggunan selama masa kehamilannya, sehingga melihat bagaimana terpesonanya Cladia dengan keindahan istana Gracetian hal itu sangat dimengerti oleh Ornado.
__ADS_1