Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KEMBALI MEMINTA BANTUAN ALVERO


__ADS_3

Alasan lain Ornado dan para sekutunya datang ke Gracetian karena mendengar berita heboh tentang pernikahan Alaya dan Evan, yang meskipun belum mengadakan acara besar untuk resepsi mereka, Ornado dan yang lain ingin lebih awal mengucapkan selamat kepada pasangan yang bagi mereka berita pernikahannya cukup mengagetkan.


Beberapa waktu Ornado dan Alvero memang sama-sama sibuk sehingga belum sempat memberikan kabar satu dengan yang lain, sehingga berita pernikahan Evan dan Alaya membuat Ornado dan yang lain cukup kaget.


Apalagi selama berlibur di Bali, Alaya juga tidak pernah menyebutkan nama Evan di depan yang lain, sehingga mereka semua menganggap Alaya tidak memiliki hubungan apapun dengan Evan, dan tidak mengenal Evan sebelumnya.


“Jadi kapan tepatnya kamu datang kesini bersama pasukanmu?” Alvero bertanya sambil memandang ke arah Deanda yang sedang memandangnya dengan senyum bahagia karena membayangkan akan bertemu dengan Cladia dan yang lainnya, termasuk James dan Elenora yang selama liburan di Bali waktu itu sudah membuat banyak orang khawatir.


“Aku belum dapat memastikannya, karena James dan aku harus menyelesaikan sedikit urusan yang ada di kantor Itali. Tapi aku akan segera memberikan info begitu kami berada di bandara, bersiap untuk terbang ke Gracetian.” Alvero sedikit membeliakkan matanya begitu mendengar perkataan Ornado.


“Eh… kamu sengaja ya ingin benar-benar mengujiku? Dari Itali ke Gracetian bahkan tidak akan lebih dari 2 jam menggunakan jet pribadimu. Kamu hanya memberiku waktu 2 jam untuk menyiapkan penyambutanmu?” Kata-kata protes dari Alvero, membuat semua yang ada di sana langsung menoleh kaget, sedang di tempat lain Ornado langsung tertawa keras.


“Ayolah Alvero, apa susahnya buatmu masalah sekecil itu? Lagipula mana bisa kamu menuduhku tidak memberimu waktu yang cukup? Ini masih pukul 9 malam di Gracetian.” Ornado berkata sambil melirik jam di pergelangan tangannya dengan senyum lebar, sisa dari tawanya masih terlihat di wajahnya.


“Ada waktu lebih dari setengah hari untuk kamu menyiapkannya, jadi tidak ada alasan bagimu untuk mengatakan aku tidak memberimu waktu. Lagipula, kami ini bukan termasuk golongan orang yang susah dilayani dan banyak maunya. Apalagi belum tentu kami datang besok, semua tergantung secepat apa aku dan James menyelesaikan masalah di sini.” Ornado mengakhiri kata-katanya dengan tawa gelinya, membayangkan bagaimana seorang Alvero pasti akan berusaha mengaturkan yang terbaik baginya meskipun secara pribadi, Ornado tidak pernah meminta perlakuan khusus dan spesial untuk itu.


Seperti ketika Ornado datang ke Gracetian dan ikut makan pagi di istana waktu itu, dia sengaja tidak mau Alvero menyiapkan tempat khusus untuknya di luar istana, dan memilih untuk tinggal di istana, dimanapun Alvero menyiapkan tempat untuknya.

__ADS_1


Hanya saja, kali ini seperti kata Alvero, Ornado membawa begitu banyak orang, dan mereka adalah orang-orang yang bagi Alvero adalah orang-orang penting dan dekat dengannya, yang pastinya akan dia sambut kedatangannya dengan bahagia.


Mengingat bagaimana service yang didapat Alvero ketika berkunjung ke Indonesia waktu itu, membuat Alvero senang bisa mendapatkan kesempatan untuk ganti memberikan service terbaik untuk Ornado selama berkunjung ke Gracetian.


“Kamu ini benar-benar Ad….” Alvero menghentikan kata-katanya, karena baginya percuma saja berdebat dengan Ornado yang tak kalah hebatnya dalam hal berdebat dibandingkan dengan dirinya.


“Oke… aku pastikan aku akan menyambut kedatanganmu di sini. Dan pastikan untuk benar-benar datang, kalau tidak, aku dan pasukanku yang akan datang menyusulmu.” Tawa Ornado kembali terdengar mendengar ancaman dari Alvero.


“Siap.... Jangan lupa membawa pasangan pengantin baru yang sudah membuat heboh Gracetian itu. Aku ingin menjadi orang luar yang pertama mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, dan bertemu mereka berdua secara langsung. Laurel sudah sedemikian hebohnya karena berita tentang pernikahan diam-diam yang dilakukan Alaya. Kata Laurel, dia ingin melakukan interview langsung dengan Alaya." Alvero langsung tertawa mendengar perkataan Ornado, yang dia yakin akan membuat Alaya kelabakan karena Laurel tipe orang yang tidak akan diam sebelum keinginannya tercapai.


Mungkin itu dikarenakan Laurel juga memiliki kisah cinta yang unik dengan Dave yang begitu setia menunggunya kembali saat itu.


Alvero berkata dalam hati sambil tersenyum tipis mengingat sosok Laurel yang selalu memiliki banyak cara untuk dekat dengan seseorang meskipun orang yang baru dia kenal, sehingga Alaya maupun Deanda, sangat menyukai sosok dokter cantik yang memiliki banyak fans di rumah sakit itu.


"Kalau begitu, aku akan menyiapkan semuanya dengan baik bersama yang lain."


"Eh, tunggu Alvero...." Alvero yang hampir saja memutus pembicaraannya melalui telepon dengan Ornado karena masih harus menyelesaikan pembicaraannya dengan Evan dan yang lain, jadi menghentikan niatnya untuk berpamitan dengan Ornado.

__ADS_1


"Kenapa Ad?"


"Ah, itu... sebenarnya aku butuh sedikit bantuan darimu." Ornado berkata sambil berjalan sedikit menjauh dari yang lainnya yang sedang mengobrol di salah satu ruangan yang ada di mansion keluarga Ornado.


"Kamu tahu, istriku sangat rewel dalam hal makanan selama masa kehamilannya ini. Bahkan sampai sekarang aku harus memikirkan banyak cara agar makanan bergizi bisa masuk ke tubuhnya. Aku tidak tahu kenapa bayi kami ini rewel sekali dalam hal makanan. Kalau tidak cocok dan tidak sesuai keinginannya membuat Cladia langsung muntah dan akibatnya dia langsung lemas." Alvero sedikit tersenyum mendengar kata-kata Ornado.


"Pasti itu karena dia memiliki dendam padamu, karena dulu pertama kalinya kamu melakukannya tanpa ijin mamanya. Siapa suruh kamu sebegitu tidak tahannya melakukan itu tanpa menunggu Cladia menyerahkan dirinya padamu seutuhnya. Benar-benar tidak sabaran. Karena itu jangan salahkan kalau hasilnya seperti itu. Sepertinya oleh anakmu, kamu benar-benar diajarkan bagaimana harus sabar terhadapnya." Alvero langsung berkata kepada Ornado sambil menahan senyum gelinya, karena teringat bahwa saat pertama kalinya Ornado meminta haknya sebagai seorang suami adalah saat Cladia berada dalam pengaruh obat tidur.


"Eh?" Kata-kata Alvero langsung membuat Ornado diam seribu bahasa.


Untuk hal yang satu itu, Ornado tidak bisa membantah sama sekali tentang kenyataan yang diucapkan oleh Alvero padanya itu.


"Calon anakmu adalah hasil dari kenakalanmu waktu itu, jadi jangan mengeluh tentang hal itu." Akhirnya Alvero mengakhiri kata-katanya dengan tawa geli yang tidak bisa ditahannya lagi, apalagi saat ini Alvero begitu senang bisa menggoda Ornado yang dalam kasus itu selalu saja tidak berani berkata dan berkomentar macam-macam tentang hal itu.


"Shiii....iittt. Suatu ketika pasti ada waktunya aku yang akan menertawakanmu." Ornado berkata sambil melirik ke arah Cladia yang tampak menengok kesana kemari mencarinya.


Di tempat dimana banyak orang asing, apalagi didominsi para pria, Cladia paling tidak bisa tenang jika berada jauh dengan Ornado, membuat Cladia yang baru sadar bahwa suaminya tidak berada di dekatnya langsung terlihat sibuk mencari sosok Ornado.

__ADS_1


__ADS_2