
"Jadi... ijinkan aku membantu Ornado ya malam ini... dan aku akan segera kembali padamu...." Elenora kembali berbisik pelan kepada James yang tersenyum ke arah Elenora dengan tatapan lembutnya, membuat Elenora tahu apa jawaban James atas pertanyaannya barusan.
"Aku akan memberikan waktu berharga Elenora sebentar untukmu Ad." James berkata dengan nada percaya diri, seolah-olah apapun yang dilakukan Elenora memang harus dia yang menetapkan boleh tidaknya, membuat Ornado sedikit tertawa geli melihat gaya sepupunya yang dari dulu selalu sok jago itu.
"Kalau kamu juga sudah siap, malam ini kita habisi dua orang kurangajar itu." Ornado berkata dengan sikap santai, meskipun kata-katanya menunjukkan kalau dia benar-benar serius dengan apa yang baru saja dikatakannya.
"Oke Ad." Dengan suara pelan tapi dengan nada pasti, Elenora berkata sambil menyunggingkan senyumnya membayangkan malam ini dia akan bisa bermain-main dengan keyboard komputer untuk menembus pertahanan data lawan.
Alvero langsung tersenyum melihat bagaimana bersemangatnya Ornado maupun Elenora yang berniat membantu Evan menangkap Hugo dan Kattie secepatnya.
Jika misi itu dilakukan oleh Ornado, Alvero yakin semuanya akan berjalan dengan lancar, rapi dan terkendali, dengan hasil yang memuaskan.
Sebagai sahabat dekat yang sudah beberapa kali mendapatkan pertolongan dari Ornado, Alvero tahu dia tidak tidak perlu meragukan seorang Ornado.
"Tapi sebelumnya, kita nikmati makan malam kita untuk kalian bisa mengumpulkan tenaga. Dan karena Ad akan sibuk malam ini bersama Elenora, bagaimana kalau Cladia tidur bersamaku, dan James bersama Dave?" Kata-kata Laurel membuat James, Dave juga Ornado langsung membeliakkan matanya sambil saling memandang satu dengan yang lain.
“Tidak bisa….” Baik Ornado, Dave maupun James langsung sepakat menyatakan penolakannya terhadap ide Laurel.
__ADS_1
“Amore mio paling sulit tidur di tempat baru tanpa aku di sisinya.” Dengan sikap posesif, Ornado langsung berkata sambil memeluk pinggang Cladia, mendekatkan tubuh Cladia kea rah tubuhnya sendiri hingga tidak ada jarak seinchipun diantara mereka berdua.
“Ti amore… kamu sudah berjanji padaku….” Dengan sikap memelas dan suara memohonnya, James berkata kepada Elenora yang terlihat salah tingkah, dan memaksakan senyum di wajahnya karena tidak tahu harus berkata apa untuk saat ini.
“Mo cuisle… ada beberapa hal tentang rumah sakit yang tadi belum selesai kita bicarakan.” Dengan caranya, Dave berusaha membujuk Laurel agar tidak melaksanakan idenya untuk tidur bersama Cladia mala mini.
Melihat kejadian itu, baik Alvero maupun Deanda langsung tersenyum geli, sedang Enzo justru sudah tertawa tergelak.
“Wuih… Laurel, apa kamu tega melihat wajah-wajah khawatir sekaligus tidak ikhlas dari mereka bertiga?” Sambil tertawa bahagia karena melihat wajah ketiga pria tampan itu, Enzo langsung berkata sambil menepuk-nepuk bahu Laurel yang langsung mencebikkan bibirnya.
“Kalian ini, pelit sekali sih. Padahal selama berlibur bersama aku belum pernah merasakan betapa menyenangkannya jika aku bisa tidur sekamar dengan para wanita sehingga kami bisa puas bercerita.” Laurel berkata sambil menghela nafasnya.
“Nanti saja kita bahas di kamar. Yang penting, malam ini tidak ada pergantian pasangan seperti yang kamu usulkan tadi….”
“Setuju!” Ornado dan James langsung menjawab perkataan Dave secara bersamaan.
“Kalau mau, kamu bisa mengajak Evelyn tidur bersamamu. Toh, dia kan masih belum bisa tidur sekamar dengan Leo?” Enzo langsung berkata kepada Laurel sambil tertawa.
__ADS_1
“Dan Leo tidur bersamamu?” Pertanyaan Alaya langsung membuat Enzo menghentikan tawanya dan meringis.
“Sebenarnya aku sih tidak masalah, hanya saja. Malam ini aku harus pergi ke Renhill, menyiapkan tempat yang akan kalian kunjungi setelah ini….”
“Kamu mau mengatur tempat disana apa mau menemui Melva?” Lagi-lagi pertanyaan Evelyn membuat Enzo kembali meringis.
“Kedua-duanyalah. Memangnya cuma kalian yang ingin bersama dengan pujaan hati kalian?” Enzo langsung menjawab pertanyaan Alaya dengan senyum mengembang di wajahnya.
“Sudah… tidak perlu berdebat, nikmati saja kebahagiaan kalian bersama pasangan kalian masing-masing selama masih muda. Jangan sampai menyesali waktu yang hilang seperti kami berdua, meskipun sekarang kami bisa kembali bersama, adalah anugrah yang begitu luar biasa. Dan kami tidak akan pernah menyia-nyiakan waktu kami berdua tanpa memenuhinya dengan hal-hal indah yang membahagiakan.” Vincent dan Larena yang tiba-tiba datang mendekat langsung berbicara sambil lengannya memeluk bahu Larena yang tersenyum sambil memandang ke arah wajah Vincent dengan tatapan mesra dan bahagia.
Mendengar perkataan Vincent, semua yang ada di tempat itu langsung tersenyum sambil memeluk pasangan mereka masing-masing, kecuali Enzo yang hanya bisa membayangkan bagaimana wajah cantik Melva dalam pikirannya.
# # # # # # #
Besok pagi duke Evan akan menemuiku untuk melakukan hipnoterapi kembali karena sakit kepala yang dialaminya semakin menjadi dan membuatnya tidak tahan. Apa memungkinkan untukmu jika malam ini juga bisa memberikan foto putri Alaya yang dulu kita gunakan untuk melakukan hipnoterapi pada duke Evan?
Pesan dari doker Jordan begitu Kattie membuka pesan masuk di handphonenya membuat gadis itu menggigit bibirnya cukup keras karena merasa ragu dengan apa yang harus dilakukannya saat ini.
__ADS_1
“Apa ini adalah kesempatan emas bagiku untuk membuat duke Evan melupakan Alaya selama-lamanya? Dan aku sungguh berharap, jika saja bisa, duke Evan bukan hanya melupakannya, tapi juga membencinya, sehingga dengan secepatnya dia bisa menceraikan Alaya.” Kattie berkata pelan sambil berangan-angan tentang apa yang sedang dipikirkannya sekarang, sebuah rencana licik lainnya untuk memisahkan Evan dan Alaya.