
“Terimakasih sudah hadir dalam hidupku my princess, dan dengan setia tetap menjaga cintamu padaku, meskipun aku sudah bersikap brengggg…sssekkk dengan melupakanmu begitu saja. Harusnya sejak awal aku berusaha lebih keras untuk mengingatmu. Dan mencoba mempercayai instingku yang mengatakan bahwa kita sudah pernah saling bertemu sebelumnya di masa lalu.” Evan berkata tanpa bosan-bosannya terus menciumi tengkuk dan bagian samping leher Alaya yang sesekali tampak bergerak-gerak karena merasa geli dengan tindakan Evan yang sesekali dengan sengaja tangannya juga terus bergerak di balik pakaian tidur yang sudah dikenakan oleh Alaya setelah mereka berdua membersihkan diri tadi.
“Semuanya… yang terjadi bukan cuma kesalahanmu saja Evan.” Alaya berkata sambil menghela nafasnya, merasa bersalah karena sudah bersikap bodoh dengan begitu keras kepalanya, langsung menuduh Evan yang bukan-bukan tanpa berusaha mencari tahu apa yang sudah terjadi pada kekasih tercintanya itu, hingga menjadi sosok yang tidak mengenalnya sama sekali ketika untuk pertama kalinya mereka bertemu di Gracetian waktu itu.
“Aku juga bersalah karena tidak berusaha keras untuk menjelaskan padamu tentang hubungan kita, atau mencari alasan kenapa kamu bisa melupakanku begitu saja. Seharusnya sejak awal, aku selalu mempercayaimu.” Alaya sedang berada dalam pelukan Evan yang memeluknya dari belakang dengan posisi berbaring di tempat tidur berkata kepada Evan.
Untuk pertama kalinya Alaya yang biasanya begitu keras kepala, hari ini dengan jujur mau mengakui tentang bagaimana dia yang saat itu tidak mau tahu tentnag alasan Evan yang tiba-tiba menghilang dari hidupnya, dan melupakannya setelah mereka bertemu.
“Husttt… kamu tidak bersalah my princess. Aku yang terlalu bodoh begitu mudah percaya dengan orang sudah mencelakaiku, dan justru menganggapnya sebagai malaikat penolongku.” Evan berkata sambil mendess…sah pelan, karena begitu mengingat tentang apa yang sudah dilakukan Kattie padanya, rasanya dia begitu tidak terima, dan ingin dengan segera membuat Kattie membayar semuanya, apalagi Hugo, yang sedang dia curigai terlibat sebagai dalang kecelakaan maut yang menimpanya saat itu.
__ADS_1
Bukan sekedar kecelakaan maut yang sudah membuat Kattie mendapat kesempatan untuk membuatnya melupakan Alaya, tapi kematian Ramon, asisten pribadinya yang cukup dekat dengan Evan, membuat Evan merasa begitu bersalah.
Mengingat bahwa ada orang yang sudah dengan sengaja mengatur kecelakaan yang membuat Ramon meninggal, membuat Evan sulit untuk tidak perduli dan ingin secepatnya menangkap dan memberikan hukuman yang selayaknya untuk Hugo.
Meskipun Kattie tidak terlibat dalam rencana kecelakaan itu, tapi bagaimana dia sudah membuatnya dengan sengaja melupakan Alaya, membuat Evan juga merasa begitu tidak sabar ingin menangkap gadis itu.
“Evan… apa yang akan kamu lakukan terhadap duke Hugo dan duchess Kattie?” Pertanyaan Alaya membuat Evan yang sedang berkutat dengan pikirannya tentang Hugo dan Kattie, kembali fokus pada Alaya.
“Untuk duchess Kattie, aku sudah mendapatkan info dari Sam, dia sedang menyembunyikan diri di suatu tempat. Aku akan segera memancingnya keluar dengan menggunakan dokter Jordan sebagai umpannya. Setelah duchess Kattie aku tangani, aku akan secepatnya menangkap duke Hugo sebelum dia sadar bahwa aku sudah memegang kartu asnya..” Evan kembali mengatakan rencananya terhadap kedua orang itu kepada Alaya.
__ADS_1
(Dalam bahasa kiasan, kartu as adalah senjata ampuh untuk menjatuhkan atau mematahkan lawan).
“Evan… bolehkah, aku ikut serta dalam penangkapan duchess Kattie?” Alaya berkata sambil mendongakkan kepalanya, memandang ke arah Evan yang sedang menundukkan kepalanya, menatap balik ke arah Alaya yang sedang memandangnya dengan wajah penuh harap.
"Kenapa my princess? Apa yang ingin kamu lakukan padanya?" Evan langsung menanyakan tujuan dari Alaya kenapa dia ingin ikut serta dalam masalah Kattie.
"Aku ingin membuat sedikit perhitungan dengannya, karena sudah berani mengusik priaku... paling tidak, biarkan aku sedikit membalas pernbuatannya padamu." Alaya berkata dengan bibirnya menyungingkan senyum smirk dengan tatapan mata penuh misteri, membuat Evan tersenyum tipis.
"Sesuai keinginanmu my princess. Aku akan membawamu serta dalam rencana penangkapan duchess Kattie." Evan menjawab permintaan Alaya dengan mengiyakan permintaan tersebut.
__ADS_1
Entah apa yang sedang direncanakan oleh Alaya terhadap Kattie, bagi Evan, jika saja Alaya merasa marah atau kesal dengan apa yang sudah dilakukan Kattie padanya, Evan merasa maklum dengan hal itu, sehingga dengan sengaja Evan berencana membiarkan Alaya melakukan apa yang ingin dilakukannya setelah bertemu Kattie, tanpa berusaha menghalanginya, meskipun Evan tidak tahu apa yang sedang direncanakan Alaya terhadap Kattie.