
Meskipun Evan dikenal dengan sifatnya yang tenang dan sangat tegas, akan tetapi dengan kata-kata Evan barusan, Alvero tahu kalau di masa depan, Evan pasti akan memperlakukan Alaya dengan baik dan lembut.
"Sayangnya kita tidak bisa menunda terlalu lama untuk itu Duke Evan. Dan sebagai seorang putri Gracetian berdarah Adalvino, jika Alaya tidak segera menikah, justru akan menimbulkan masalah, terutama dari para pria merepotkan seperti putra mahkota Hector dan putra mahkota Christopher. Menurutku, mereka tidak akan berhenti sampai melihat Alaya benar-benar menikah dengan pria lain." Evan sedikit menghela nafasnya mendengar perkataan dari Alvero yang ada benarnya.
Dengan tipe laki-laki seperti Christopher yang menurut Evan orang yang cukup nekat dan tidak tahu malu, pasti tidak akan berhenti mengejar Alaya sebelum Alaya benar-benar terbukti sudah menjadi milik laki-laki lain secara sah.
Sebenarnya Evan cukup salut dengan tekad besar dari Christopher yang begitu memboyong Alaya ke kerajaan Rodfeel, tapi karena itu menyangkut wanita yang juga sudah berhasil membuatnya hatinya kembali bergetar, apalagi pesaingnya bukanlah orang Gracetian dengan kedudukan di atasnya seperti Alvero waktu itu, sehingga kali Evan bertekad bulat tidak akan pernah mundur jika itu tentang Alaya.
"Dan lagi, beberapa waktu ini, aku tahu ada banyak pekerjaan yang harus duke Evan lakukan untuk melakukan pembersihan terhadap kaki tangan Eliana di seluruh wilayah Gracetian. Dan itu artinya, akan ada saat dimana Duke Evan akan sering meninggalkan kota Tavisha." Alvero melanjutkan bicaranya, karena tanpa sadar Alvero menyamakan kondisi Evan dengannya dulu ketika jatuh cinta dan mengejar Deanda mati-matian.
Saat itu, setiap kali berpisah dengan Deanda, membuat Alvero khawatir kalau-kalau ada pria lain yang berusaha mendekati Deanda dan merebut Deanda darinya, dan saat itu salah satu pria hebat yang cukup dikhawatirkan Alvero akan merebut Deanda adalah Evan.
Waktu itu Alvero beruntung karena pada dasarnya Deanda yang begitu mengagumi Alvero sebagai putra mahkota Gracetian sejak dia masih kecil, tidak pernah tertarik pada laki-laki lain yang ada di sekitarnya, dan meskipun Deanda waktu itu belum yakin dengan perasaannya sendiri, tapi dia sebagai fans dari Alvero, adalah orang yang selalu mendukung Alvero, apapun yang terjadi.
__ADS_1
Akan tetapi pada kasus Evan dan Alaya, sedari awal Alaya sudah menunjukkan sikap antipatinya pada Evan, jika mereka membicarakan tentang perjodohan mereka.
"Bagiku, itu akan menjadi celah bagi orang-orang seperti Christopher dan Hector untuk mencari cara untuk mendekati Alaya. Karena posisi mereka sebagai pemimpin negara lain, sulit bagiku untuk menolak kedatangan mereka dengan alasan berkunjung dan ingin menjalin kerjasama. Dan itu juga sulit bagi Alaya untuk menghindari jamuan makan di istana karena statusnya sebagai putri dari keluarga Adalvino. Sekecil apapun itu, aku tidak mau mereka memakai kesempatan pada Alaya saat Duke Evan sedang bertugas keluar." Kata-kata Alvero membuat Evan terdiam sesaat, mencoba mencari jalan terbaik.
Alvero yang tidak ingin sampai lengah dan membiarkan kerajaan Rodfeel maupun Crownhill memiliki hubungan apapun, karena dari yang sudah diselidiki oleh Alvero, mereka berdua sengaja mendekati Alaya dengan tujuan tertentu.
Kerajaan Rodfeel sedang mengagendakan perang dengan negara tetangganya karena perebutan salah satu wilayah di perbatasan yang sudah puluhan tahun selalu menjadi bahan pertikaian diantara mereka, dan hampir saja selalu menyebabkan perang antar dua negara itu.
Dan bila kerajaan Gracetian sudah ikut campur dalam masalah sengketa tanah perbatasan ini, bisa dipastikan kalau negara lain akan memilih mundur dan menyerah sebelum berperang, karena mereka tahu kehebatan negara Gracetian dalam hal itu.
Alvero tentu saja tidak ingin ikut campur dalam masalah seperti itu, apalagi dari info yang Alvero dengar, dalam sejarahnya, memang wilayah yang diperebutkan itu, hanya kurang dari 20% yang sejak dulunya ditinggali oleh rakyat Rodfeel, sisanya memang sejak dulunya merupakan tanah milik negara tetangganya.
Hanya saja, meskipun hanya 20% dari tanah yang ada, pihak negara tetangga Rodfeel merasa keberatan untuk menyerahkan tanah yang kebetulan di bagian itu, terdapat banyak sumber minyak bumi yang bagi mereka sangat berharga.
__ADS_1
Sedang kerajaan Crownhill, mereka merupakan kerajaan yang memiliki kemampuan untuk menciptakan barang-barang elektronik dengan teknologi yang cukup canggih.
Hanya saja tanah mereka yang gersang dan tidak kaya akan hasil bumi, berharap bisa menjalin hubungan dengan kerajaan Gracetian untuk bisa mendapatkan banyak supply hasil bumi dan pertanian yang makmur, juga hasil pertambangan dari Gracetian yang bisa mereka olah sehingga menaikkan harga jualnya.
Sayangnya, dibandingkan bekerja sama dengan negara Crownhill, Alvero lebih memilih kerjasama dengan negara lain, karena para pemimpin di negara Crownhill dikenal dengan sifat tamak mereka, yang membuat mereka menjadi para koruptor-koruptor kelas kakap dan bagi mereka terbiasa untuk menghabiskan uang rakyat mereka sendiri.
Selalu saja ada perjanjian si bawah tangan yang dilakukan oleh pihak dari kerajaan Crownhill yang akan mereka lakukan saat mereka melakukan kerjasama dengan negara lain, yang pasti akan membawa banyak keuntungan yang masuk dalam kantong pribadi mereka, tanpa perduli dengan kepentingan negara dan rakyat.
(Perjanjian yang dibuat di bawah tangan adalah perjanjian yang dibuat sendiri oleh para pihak yang berjanji dan tanpa ada campur tangan pegawai umum yang berwenang, serta tanpa suatu standar baku tertentu dan hanya disesuaikan dengan kebutuhan para pihak tersebut.
Akta dibawah tangan tetap mempunyai kekuatan pembuktian selama tidak disangkal oleh pembuatnya. Sedangkan dalam hal harus dibuktikan, maka pembuktian tersebut harus dilengkapi juga dengan saksi-saksi dan bukti lainnya).
"Kalau begitu, mungkin kita bisa mengambil jalan tengah Yang Mulia. Saya setuju untuk mempercepat waktu pertemuan keluarga dan rencana pertunangan kami, tapi untuk masalah pernikahan, saya harap Yang Mulia tidak terlalu mempercepat waktunya. Paling tidak, berikan sedikit waktu untuk putri Alaya sehingga dia tidak merasa seperti seorang tahanan yang tidak memiliki kebebasan dalam menikmati kehidupan sesuai keinginannya." Perkataan bijak dari Evan membuat Alvero sedikit menahan nafasnya dengan wajah serius dan terdiam untuk beberapa saat.
__ADS_1