
Shiii…iiit! Aku benar-benar sudah tidak waras. Otakku sudah dipenuhi dengan bayangan tentang bagaimana indah dan menggodanya tubuh Alaya dan kenikmatan yang aku rasakan saat bercinta dengan Alaya tadi sore. Pikiranku jadi buntu gara-gara selalu mengingat kejadian tadi sore. Bahkan otakku sekarang dipenuhi dengan hal-hal mesum yang bisa aku lakukan bersama Alaya seanjang waktu.
Evan melenguh dalam hati sambil menatap dengan tatapan tidak berdaya di depan Alaya, membuat Alaya hampir saja tertawa tergelak melihat wajah dan cara Evan menatapnya seperti orang yang kelaparan sedang disuguhkan makanan enak di depannya, tapi dia tidak diperbolehkan untuk menyentuhnya barang sedikitpun.
“My princess….”
“Evan….”
Baik Evan langsung tersenyum geli begitu menyadari mereka baru saja saling memanggil satu sama lain secara bersamaan.
“Lady first….” Evan berkata sambil menggerakkan tangannya mempersilahkan Alaya untuk mengatakan apa yang diinginkannya terlebih dahulu.
“Mmmm… sebaiknya kamu segera mencari cara untuk membuatku keluar dari istana mala mini agar kita bisa….”
“Ehem…” Suara deheman dari Alvero membuat bisikan Alaya kepada Evan langsung terputus, dan dengan sikap kaget, Alaya langsung menoleh ke arah Alvero yang ternyata sudah kembali duduk di saming Deanda, tepat di depan Evan dan Alaya yang sedari tadi terlihat saling berbisik membuat Alvero dengan sengaja mengeluarkan dehemannya untuk membuat pasangan pengantin baru itu teralihkan perhatiannya.
__ADS_1
Evan sendiri, langsung bisa menebak apa yang akan dikatakan oleh Alaya, meskipun istrinya itu belum menyelesaikan seluruh kalimat yang ingin diucapkannya.
Yang pasti, Evan tahu, bahwa malam ini, Alaya juga ingin bersama dengannya, mengulang penyatuan tubuh dan cinta mereka, sama sepertinya yang sedari tadi sudah terbayang-bayang di otaknya.
Dan itu cukup bagi Evan untuk mulai menyusun sebuah rencana bagus yang akan bisa membuat Alaya masuk dalam pelukannya malam ini, tanpa membuat Alvero dan yang lain curiga.
“Bagaimana dengan kelanjutan dari cerita tentang duke Hugo dan duchess Kattie, Evan?” Pertanyaan serius dari Alvero memaksa pikiran Evan untuk kembali fokus pada pembicaraan sebelumya tentang Hugo.
“Yang pasti, dari bukti-bukti yang ada, kecelakaan waktu itu mengarah pada kecurigaan bahwa kecelakaan itu adalah suatu hal yang disengaja, bukan mur I kecelakaan.” Evan berkata kepada Alvero yang masih dengan setia menunggu kelanjutan cerita dari Evan.
“Terimakasih. Aku sungguh berharap jika itu benar adalah duke Hugo, aku akan secepat mungkin menyeretnya ke dalam penjara. Karena selain masalah kecelakaan itu, aku sudah mendapatkan info tentang keterlibatannya dengan putra mahkota Christopher.” Kata-kata Evan membuat yang lain langsung terlihat menatapnya dengan wajah serius.
“Aku dan Sam, mendapatkan info bahwa selama ini, sebelum surat lamaran dari kerajaan Rodfeel datang, jauh-jauh hari sebelumnya duke Hugo sudah menjalin kerjasama dengan putra mahkota Rodfeel itu. Bahkan dengan sengaja, duke Hugo berani melakukan transaksi beberapa tanah di kerajaan Gracetian dengan putra mahkota Christopher.” Alvero terlihat mengepalkan tangannya begitu mendengar perkataan Evan.
Sejak jaman nenek moyang mereka, sebagai penerus dari pemegang tahta kerajaan Gracetian, Alvero tahu bahwa rakyat Gracetian, termasuk keturunan Adalvino juga, tidak diijinkan untuk melakukan transaksi jual beli tanah yang ada di Gracetian dengan alasan apapun kepada orang asing yang bukan merupakan warga asli berwargakenegaraan Gracetian.
__ADS_1
Tanah di Gracetian terkenal kaya akan tambang batu mulianya yang merupakan batu mulia yang ada diantaranya, adalah batu mulia langka yang tidak akan pernah bisa didapati di negara lain, menjadikan batu mulia dari Gracetian itu sebagai bahan perebutan bagi masyarakat luas di luar sana.
Boleh dikata, bagi orang diluar Gracetian, tanah di Gracetian merupakan tanah surga, dimana jika tidak menghasilkan tambang perhiasan, tanah yang subur itu bisa menghasilkan berbagai macam tumbuhan yang selalu tumbuh dengan sehat dan banyak menghasilkan.
“Jika benar seperti yang kamu katakan itu, duke Hugo sudah tidak layak lagi menjadi salah satu dari bangsawan Gracetian dan tinggal di negara ini.” Alvero berkata dengan nada sedikit tinggi dan wajah tidak sukanya.
“Aku juga sempat mendengar bagaimana duke Hugo dengan sengaja membantu putra mahkota Christopher untuk membeli saham dari beberapa perusahaan besar di Grecetian yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk menjual sahamnya pada pihak di luar Gracetian, hanya rakyat Gracetian yang boleh membeli saham itu. Tapi dengan sengaja sepertinya duke Hugo menggunakan nakma orang lain untuk membelikan saham atas nama putra mahkota Christopher.” Evan melanjutkan kata-katanya sambil menahan nafasnya sekilas.
Jujur saja, jika semua perbuatan buruk yang sudah dilakukan oleh Hugo ditulisakan dalam satu kertas dari yang terbesar hingga yang terkecil, yang salah satunya mungkin melakukan pemerasan terhadap rakyat kecil dan menekan orang tidak bersalah untuk memenuhi keinginannya, Evan yakin akan butuh berlembar-lembar kertas untuk menuliskan semua kejahatannya itu.
“Aku sedang mengumpulkan semua bukti tentang semua aksi kejahatan yang sudah dilakukan oleh duke Hugo bersama putra mahkota Christopher. Dan aku jamin, aku akan segera mendapatkan semua bukti tersebut.” Evan berkata dengan nada optimisnya.
“Aku harap orang-orang seperti duke Hugo segera tersingkir dari tanah Gracetian.” Alvero berkata dengan suara penuh penekanan terhadap rasa tidak sukanya terhadap orang-orang seperti Hugo, yang tidak tahu terimakasih dan tidak pernah mencintai tanah kelahirannya sendiri, karena yang dipikirkannya adalah keuntungan pribadinya saja, sedangkan kehidupan nyaman dan semua fasilitas yang dia dapatkan, itu karena dia tinggal sebagai warga Gracetian asli.
Suatu hal yang tentu saja tidak semua orang bisa mendapatkannya seperti yang sudah didapatkan oleh Hugo selama ini.
__ADS_1