
"Ternyata selama ini aku kurang awas sehingga membuat duke Hugo melakukan perbuatan seperti itu tanpa aku ketahui lebih awal." Alvero berkata dengan nada menyesalnya, kenapa dia bisa tidak menyadari adanya ular yang dia pelihara di Gracetian.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, karena perbuatan licik duke Hugo memang dilakukannya dengan sangat rapi. Saat ini aku bisa mengetahui semua tindakan liciknya juga setelah melakukan penyelidikan tentang duchess Kattie terkait hubungan dia dengan dokter Jordan, dan juga masalah kecelakaan yang terjadi padaku waktu itu. Jika tidak, mungkin sampai sekarangpun aku tidak tahu semua kejahatan yang sudah dilakukan oleh duke Hugo." Evan langsung menanggapi kata-kata Alvero.
"Sebenarnya, setelah selang beberapa waktu kecelakaan itu terjadi, aku sempat melakukan penyelidikan, sayangnya aku tidak menemukan adanya sesuatu yang mencurigakan, karena sepertinya semua dikerjakan dengan begitu rapi. Hanya saja seperti yang sudah sempat kita bicarakan tadi, tidak ada kejahatan yang sempurna. Serapi-rapinya orang menyembunyikan bangkai, suatu ketika akan tercium juga bau busuknya." Evan kembali mengucapkan kata-katanya sambil menatap lurus ke arah Alvero yang tampak menghembuskan nafasnya dengan cukup keras melalui bibirnya.
“Apalagi jika dilihat, sebenarnya kejahatan yang dia lakukan sebelumnya beberapa diantaranya memang hanya sebuah kejahatan kecil yang seandainyapun kita tahu, tidak akan ada hukumuman berat untuknya. Seperti pemerasan yang dia lakukan, secara hukum dia hanya akan dikenakan denda mengembalikan apa yang dia rebut dari seseorang itu maksimal 10 kali lipat dari yang pernah dia dapat. Masalah saham dan jual beli tanah negara, itu dilakukannya atas nama orang lain, jadi sedikit sulit dikenali jejak kejahatannya.” Evan menjelaskan tentang apa yang sudah dilakukan oleh Hugo, bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah diketahui oleh orang lain, dengan cara dia melakukannya secara terorganisir dengan baik.
Evan pun sebenarnya tanpa sengaja mendapatkan semua info tentang Hugo ketikasedang menyelidiki hubungan duchess Kattie dan dokter Jordan waktu itu.
__ADS_1
Sebagai seorang bangsawan kelas atas, selama ini Hugo mendapatkan banyak hal yang menguntungkan dirinya, termasuk kekayaan, wewenang, penghormatan dan banyak hal lain yang dia dapatkan.
Memikirkan itu, membuat Alvero semakin emosi karena bisa-bisanya orang yang hidupnya sudah begitu nyaman di Gracetian, berani-beraninya melakukan hal licik dan kotor seperti Hugo.
Beruntung orang seperti Hugo, sejak awal aku tidak memberikan kepercayaan penuh padanya. Entah kenapa, sejak dulu, aku hanya mempercayai keluarga Carsten sebagai duke yang bisa ditempatkan di posisi tertinggi dalam kemiliteran. Meskipun jujur saja, sebelum adanya pembentukan pasukan khusus, aku tidak terlalu mengenal Evan. Melihat apa yang terjadi sekarang, rasanya memilih Evan sebagai suami Alaya adalah pilihan paling tepat untuk kerajaan ini.
Terlebih lagi setelah Alvero mengetahui bahwa ternyata di masa lalu, Evan dan Alaya sebenarnya adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, membuat Alvero semakin percaya diri bahwa selama ini dia sudah melakukan hal yang benra terkait hubungan Evan dan Alaya.
“Untuk masalah duke Hugo, jangan khawatirkan tentang hal itu. Dengan adanya penyelidikan yang dilakukan oleh Sam, dibantu Erich dan Ernest, pasti duke Hugo akan sulit untuk berkelit dari semua kejahatannya. Aku sengaja tidak mau mengusiknya sekarang karena akum au semua bukti kejahatannya terkumpul, hingga dia tidak bisa lagi berkelit dan menghindar dari hukuman.” Perkataan Evan membuat Alvero menahan nafasnya sebentar.
__ADS_1
“Evan, selain masalah duke Hugo, sebenarnya aku ingin membahas masalah Eliana juga denganmu Evan.” Dengan sedikit ragu, Alvero berkata kepada Evan, karena bagaimanapun Alvero sebenarnya tidak ingin mengganggu kebahagiaan Evan sekarang ini.
Hanya saja, masalah Eliana selalu saja menjadi fokus utama bagi Alvero dan yang lain, mengingat begitu kejam dan liciknya wanita itu di masa lalu.
“Ah, apa ada suatu hal mendesak yang sudah terjadi pada baroness Eliana?” Alvero sedikit mendengus mendengar Evan yang masih dengan sopannya memanggil nama Eliana dengan sebutan baroness, sebuah status kebangsawanan yang dimiliki oleh Eliana sebelum dia menikah dengan suamo pertamanya, dan akhirnya menikah secara tidak resmi dengan Vincent selaku raja Gracetian waktu itu.
“Dia bukan lagi seorang baroness, tapi hanya rakyat biasa tanpa status yang harus menghabiskan waktunya di rumah sakit jiwa. Jangan memanggilnya dengan sebutan yang tidak pantas disematkan untuknya itu.” Alvero berkata dengan nada sinis, membuat yang lain bisa merasakan bagaimana emosinya Alvero setiap kali membicarakan sosok Eliana yang sempat membuat kehidupannya seperti di neraka saat dia masih kanak-kanak.
Bahkan bagi Alvero, Eliana waktu semasa kanak-kanaknya seperti seorang malaikat pencabut nyawa yang selalu mengincar nyawanya, menimbulkan trauma yang mendalam bagi Alvero terhadap sosok wanita, sehingga dia akan mengalami alergi begitu tubuhnya secara fisik bersentuhan dengan wanita, kecuali nyonya Rose yang sudah mengasuhnya sejak bayi, dan hubungan mereka sudah begitu dekat seperti seorang ibu dan anak.
__ADS_1