Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
EFEK KATA-KATA SAM


__ADS_3

“Maaf Yang Mulia Chirstopher, tadi sebenarnya putri Alaya sudah berpamitan kepada Putra Mahkota Christopher dan Putra Mahkota Hector, setelah salah satu dari pengawal kerajaan menyusulnya kemari. Hanya saja sepertinya pembicaraan antara Anda berdua terlihat begitu serius, sehingga perkataan dari Putri Alaya mungkin tidak terdengar dengan baik. Tadi Putri Alaya akhirnya pergi bersama pengawal itu setelah beberapa saat tidak mendapat jawaban dari Anda berdua.” Pengawal itu berbicara dengan nada suara ragu dan sedikit takut.


“Apa kamu mengatakan yang sebenarnya atau itu hanya angan-anganmu saja? Apa orang-orang dari putra mahkota Hector yang sudah membawa pergi putri Alaya?” Christopher bertanya dengan wajah tidak percayanya, menatap tajam ke arah pengawalnya.


Wajah pengawal yang sedang diajak bicara oleh Christopher itu tampak sedikit pucat, karena seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, meskipun terlihat ramah, tapi Christopher juga dikenal sangat pemarah dan begitu emosional.


Kadang Christopher juga tidak mau mendengar penjelasan dari orang lain, sehingga membuat orang-orang di sekitarnya begitu takut padanya.


Bukan hormat seperti rakyat Alvero padanya, tapi orang-orang di bawah kepemimpinan Christopher cenderung takut pada laki-laki itu.


“Eh, hati-hati kalau bicara putra mahkota Christopher, jangan-jangan orang-orangmu yang sudah sengaja membawa pergi putri Alaya, untuk mencegahku berbincang dengannya? Dan apa yang sedang kalian bicarakan ini hanyalah sebuah pengalih perhatian saja.” Hector langsung menyanggah perkataan Christopher dengan tatapan curiganya.


“Maaf Yang Mulia, pengawal yang mengajak putri Alaya pergi, memang benar berpakaian seperti yang biasa dikenakan oleh pengawal kerajaan Gracetian, dengan tanda di bagian kanan dadanya, berupa pin bros bergambar lambang kerajaan Gracetian.” Pengawal Hector juga akhirnya ikut berbicara.


Bukannya ingin menyelamatkan pengawal Christopher yang dianggap menutup-nutupi kenyataan, akan tetapi pengawal Hector juga tidak mau dituduh dengan sembarangan oleh Christopher seperti itu.


(Pengertian pin atau bros ini sebenarnya sedikit berbeda. Bros lebih cenderung dianggap sebagai sebuah perhiasan baik untuk wanita maupun pria, sedangkan pin adalah sebuah benda yang digunakan sebagai sebuah aksesoris yang dapat dipasang pada pakaian atau materi yang terbuat dari kain lainnya. Pin digunakan oleh wanita dan juga pria. Namun kali ini penggunaan pin atau bros sama saja, ada, terutama pin yang tidak hanya dapat digunakan sebagai aksesoris belaka, namun juga dapat dipakai sebagai media promosi atau dapat digunakan sebagai media lain, dan sebutannya jadi sering disebut dengan pin bros.


Dalam perkembangannya sekarang, pin bros kadang juga bisa berupa gambar produk, lambang perusahaan atau lambang negara atau bendera yang disematkan di dada atau lengan pakaian untuk menunjukkan identitas, asal seseorang, atau dimana perusahaan tempat seseorang sedang bekerja).

__ADS_1


“Hah, gara-gara seseorang yang terus mengajak ribut akhirnya hilang kesempatanku untuk bersama dengan putri Alaya.” Hector langsung berkomentar pedas begitu mendengar penjelasan dari pengawalnya.


“Aku kira ada seseorang yang sedang tidak sadar diri, menuduh orang lain dengan sembarangan, sedangkan dia sendiri tidak sadar dia sendiri adalah orang yang sedang dia bicarakan itu….” Balasan kata-kata dari Christopher sebenarnya ingin sekali dibalas oleh Hector, tapi keberadaan gadis yang tadi emminta foto dan sedang melambai-lambaikan tangan ke arahnya, diikuti dengan para pengunjung yang lain, membuat Hector akhirnya memilih untuk tidak memperdulikan kata-kata Christopher dan berjalan ke arah gadis itu.


Tindakan Hector itu tentu saja membuat Christopher yang tidak ingin ketinggalan jadi mengikutinya.


Untuk beberapa saat ke depan, baik Hector maupun  Christopher, jadi sibuk sendiri bersama dnegan para pengunjung yang bergantian ingin mengambil foto bersama dua putra mahkota tampan itu, dan kedua putra mahkota kerajaan tetangga itu, harus berpura-pura bersikap ramah dan tidak saling bermusuhan untuk saat ini.


# # # # # # # #


“Sam…..”


“Terimakasih untuk handphonenya….” Alaya berkata dengan wajah yang tampak serius setelah membaca semua berita yang membuat kepalanya jadi pusing.


“Sama-sama Putri Alaya, dengan senang hati bisa membantu Putri.” Sam berkata dengan tangan kirinya meraih handphone yang disodorkan oleh Alaya ke arahnya itu.


Sepertinya tidak bisa seperti ini terus. Aku harus segera membereskan urusanku dengan duke Evan. Jika aku harus tampil di depan umum bersama duke Evan untuk melakukan klarifikasi tentang semua pemberitaan itu, klarifikasi itu harus berisi tentang pembatalan rencana pernikahan kami, bukan membenarkan hubungan yang tidak masuk akal karena perjodohan itu.


Alaya berkata dalam hati sambil melirik ke arah Sam yang masih berkonsentrasi di posisi mengemudinya.

__ADS_1


Untuk itu sepertinya mau tidak mau aku harus segera bertemu dengan duke Evan, dan menjalankan rencanaku.


Alaya kembali berkata dalm hati.


“Sam, apa kamu tahu, dimana dompet dan handphone milikku selama aku tidak sadar kemarin?” Alaya mencoba untuk bertanya kepada Sam, meskipun dia tahu sebenarnya jawaban dari pertanyaannya, hanya sedang memancing Sam agar ada kesempatan untuk membuat Evan datang kepadanya tanpa harus menunjukkan dengan begitu jelas pada Sam.


Sebagai gadis yang sudah digadang-gadang merupakan calon istri Evan, secara otomatis, ketika itu pasti Evan yang sudah membantunya menyimpan barang-barang pribadinya ketika dia pingsan kemarin.


Apalagi saat kejadian pingsannya dia, Alaya tahu kalau saat itu Evan ada di Goldie Tavisha juga sepertinya, dan Evan juga yang membawanya ke tempat kediaman Evan.


“Ya Putri. Duke Evan yang sudah menyimpan semua barang yang Putri Alaya tanyakan barusan. Waktu itu Putri mengalami demam tinggi dan hilang kesadaran di rumah pohon milik permaisuri Deanda. Dan duke Evan sendiri yang menggendong Putri Alaya turun dari rumah pohon itu sampai ke mobil. Bahkah duke Evan terus menggendong Putri sampai ke tempat kediamannya tanpa dibantu oleh siapapun.” Mendengar jawaban dari Sam yang dibumbui dengan tindakan heroik Evan padanya, membuat wajah Alaya tanpa sadar menjadi memerah.


Membayangkan bagaimana dalam waktu lama tubuhnya berada dalam gendongan Evan, membuat dada Alaya berdegup dengan kencang, seolah dia bisa dengan jelas merasakan bagaimana hangatnya berada dalam pelukan Evan, dan juga merasakan bagaimana nyamannya dada bidang milik Evan yang bersentuhan dengan tubuhnya.


Sia…all! Kenapa aku jadi membayangkan yang tidak-tidak seperti ini? Sam ini kata-katanya benar-benar berbahaya. Apa yang dikatakannya seolah menggiringku masuk untuk mengagumi dan jatuh dalam pesona Evan, sehingga aku mengurungkan niatku untuk membatalkan pernikahan ini. Sepertinya aku ahrus berhati-hati dalam hal ini. Sam ini, ternyata tidak kalah cerdik dengan pimpinannya.


Alaya langsung mengomel dalam hati begitu sadar bahwa kata-kata Sam benar-benar sudah membuat otaknya memikirkan hal-hal romantis tentang apa yang sudah terjadi antara dia dan Evan.


“Ehem… Aku tahu niat baik duke Evan, tapi bagiku, tindakan duke Evan saat itu sangat tidak sopan, karena dengan seenaknya dia membawaku ke tempat kediamannya tanpa seijinku.” Alaya berdeham keras, dan setelah itu berusaha menetralisir perkataan Sam yang begitu memihak pada Evan.

__ADS_1


“Maaf Putri Alaya, bagaimana cara duke Evan untuk bisa meminta ijin pada Putri sedangkan kondisi Putri Alaya saat itu sedang tidak sadarkan diri?” Jawaban dari Sam membuat Alaya langsung melongo, karena kata-kata itu, sama persis dengan apa yang dikatakan oleh Evan ketika dia marah dan protes kepada Evan tentang hal itu.


__ADS_2