Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERTEMUAN EVAN DAN ALAYA (1)


__ADS_3

Gadis cantik dengan mata hazel seperti Alvero, dan rambut coklat bergelombang sebatas punggung itu dengan semangat langsung meletakkan kedua jempol tangannya di layar handphone, bersiap untuk segera membalas pesan balasan dari Evan yang sedari tadi sudah ditunggu-tunggu olehnya.


Saya sudah berada di lantai dasar gedung ini. Jika duke Evan tidak keberatan, bisakah siang ini duke Evan meluangkan sedikit waktu hari ini untuk pertemuan kita? Saya akan menunggu jika memang duke Evan masih ada pertemuan yang sudah dijadwalkan hari ini dengan orang lain.


Pesan balasan dari Alaya benar-benar membuat Evan kaget, tidak menyangka kalau Alaya ternyata sudah berada di gedung tempatnya bekerja, padahal pesan yang dikirimkan Alaya untuknya baru saja dikirimkan gadis itu kurang dari 5 menit.


“Lho… putri Alaya ternyata sudah ada di gedung ini? Berarti saat dia mengirimkan pesannya tadi dia sudah ada di sini. Kenapa pihak front office tidak memberikan info apapun padaku?” Evan langsung bergumam pelan.


Dengan gerakan cepat Evan langsung meraih gagang telepon yang ada di meja kerjanya, dan langsung menekan nomer ekstensi bagian front office kantornya.


(Nomer ekstensi adalah nomer tambahan atau nomer pencabangan untuk dapat  langsung berbicara dengan orang tertentu di bagian tertentu. Misalnya,untuk berbicara dgn kepala kantor tekan ext 012, bagian gudang ext 018 dan sebagainya, sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Nomer ekstensi juga bisa dibuat pararel, yaitu dua atau lebih telepon di satu ruangan, memiliki nomer ekstensi yang sama.


Hal itu untuk memudahkan jika orang dengan nomer ekstensi yang ada sedang tidak ada di tempat, penerimaan panggilan telepon bisa digantikan oleh orang lain dalam satu ruangan yang memiliki nomer ekstensi yang sama tersebut).


“Selamat siang Duke Evan.” Dengan sikap dan nada suara hormat dan tegas, ciri khas yang biasa dilakukan oleh orang-orang di bagian kemiliteran, salah satu bagian front office yang juga merupakan bagian keamanan langsung mengangkat panggilan telepon dari Evan.

__ADS_1


“Selamat siang. Apa benar ada putri Alaya di sana yang ingin bertemu denganku?” Evan langsung bertanya.


“Benar Duke Evan. Putri Alaya sedang menunggu waktu untuk dapat bertemu dengan Duke Evan.”


“Kenapa tidak ada info yang masuk padaku tentang hal sepenting itu?” Evan langsung menyampaikan protesnya.


Entah kenapa, rasanya Evan merasa tidak suka mendengar Alaya menunggu untuk bertemu dengannya, sedangkan tidak ada seorangpun yang memberitahunya.


“Maaf Duke Evan, karena putri Alaya tidak ada janji temu sebelumnya dengan duke Evan. Saya kira harus menunggu waktu pertemuan Duke Evan dengan earl Jerkin selesai baru saya infokan kepada earl Sam bahwa putri Alaya datang untuk bertemu dengan Duke Evan.” Bagian front office itu berusaha menjelaskan alasannya kepada Evan yang tampak sedikit menghela nafasnya.


“Jangan sampai hal seperti ini terulang lagi. Kamu harus ingat itu dengan baik, agar lain kali, kamu tidak bertindak sembrono seperti hari ini.” Perkataan Evan membuat laki-laki itu sedikit melirik ke arah Alaya yang sedang menunggu pesan balasan selanjutnya dari Evan, tentang info kapan mereka bisa bertemu.


Dari kata-kata Evan, laki-laki itu tahu kalau Evan, meskipun posisinya sebagai duke lebih tinggi dari Alaya, tapi Evan benar-benar menunjukkan rasa hormatnya pada Alaya, sebagai adik dari Alvero, raja Gracetian.


“Maaf Duke Evan. Lain kali saya akan ingat dengan baik teguran Duke Evan hari ini.”

__ADS_1


“Baik. Setelah ini segera temui putri Alaya, dan bawa putri Alaya untuk menemuiku di kantor. Jangan lupa sampaikan permintaan maafmu karena tidak segera memberikan info padaku tentang kedatangannya di gedung ini.” Duke Evan segera memberikan perintahnya dengan suara terdengar tegas, meskipun tidak dengan nada suara yang tinggi.


“Baik Duke Evan.” Dengan sigap laki-laki itu segera menjawab perintah Evan yang kemudian menutup panggilan teleponnya.


# # # # # # #


“Silahkan Putri….” Laki-laki yang tadi sempat berbicara dengan Evan di telepon segera membukakan pintu kantor Evan, mempersilahkan Alaya untuk memasuki kantor Evan, setelah ketukan pintunya disahuti perintah untuk masuk oleh Evan.


Setelah Alaya melangkahkan kakinya memasuki ruangan Evan, laki-laki itu segera kembali menutup pintu kantor Evan, dan dia sendiri segera kembali ke tempatnya bertugas semula.


Begitu memasuki ruangan tempat Evan bekerja, Alaya yang sedikit menggerakkan matanya untuk memandang sekelilingnya bisa melihat bagaimana ruangan kantor Evan, meskipun terlihat mewah, tapi sarat dengan kesan militer yang terasa pekat.


Di sebelah pojok kanan depan ruangan yang dilihat oleh Alaya sekarang, tampak bendera kerajaan Gracetian terpasang di tiang, dimana di sebelahnya tampak bendera simbol pasukan militer kerajaan Gracetian.


Di sampingnya lagi, tampak bendera dengan simbol keluarga Carsten, yang merupakan nama belakang Evan, dimana hal itu menunjukkan bahwa di bidang kemiliteran kerajaan Gracetian, Evan Carsten memiliki kekuasaan tertinggi untuk menggerakkan dan mengatur.

__ADS_1


Di kanan kiri dinding ruangan yang ditempati Evan, tampak banyak foto-foto yang menunjukkan berbagai kegiatan, dan acara penghargaan yang diterima oleh pasukan yang dipimpin oleh Evan, karena prestasi yang mereka capai dengan status memuaskan.


__ADS_2