
Kata-kata Enzo berhasil membuat wajah Alaya memerah sambil tangannya memegang ke bagian syal yang dimaksud Enzo dan berusaha untuk merapikannya, agar orang tidak bisa lagi melihat tanda itu dan menggodanya.
“Sudah terlanjur aku lihat… jadi jangan berkelit….” Enzo berbisik pelan sambi tertawa kecil dengan wajah menggoda, membuat Alaya melirik ke arah Evan yang terlihat tetap tenang, sehingga membuat Alaya menyangka Evan tidak mendengar pembicaraannya dengan Enzo, yang bagi Alaya terdengar sungguh memalukan.
Apalagi saat Enzo membahas tentang bagaimana dulunya Alaya yang begitu getol mencari segala macam cara untuk dapat membatalkan rencana perjodahannya dengan Evan, sampai berpikir bagaimana caranya agar Evan membencinya sehingga pergi meninggalkannya.
Jika ditanya sekarang, tentu saja Alaya tidak ingin Evan tahu tentang setiap rencana yang sudah dia buat untuk Evan, karena untuk sekarang ini, rasanya Alaya tidak mau berada jauh dari Evan barang sedetikpun.
Kenapa sih, kak Enzo ini susah sekali diajak kerjasama, mulutnya terus saja mengucapkan kata-kata yang berbahaya bagiku jika sampai didengar oleh Evan.
Alaya berkata sambil melirik ke arah Enzo yang tampak menunjukkan cengirannya, karena dia tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Alaya sekarang.
Baru tahu rasa sekarang Alaya bagaimana niatnya membatalkan perjodohannya dengan Evan adalah tindakan paling bodoh yang pernah dia lakukan jika saja itu berhasil. Untungnya Evan akhirnya bisa menjinakkan saudara sepupuku yang memang keras kepala itu.
Enzo berkata dalam hati sambil memperlambat langkah kakinya, agar bisa berjalan sejajar dengan Evan yang sengaja melangkah dengan langkah-langkah kecil.
“Awas kalau Kak Enzo berani bicara macam-macam di depan duke Evan.” Alaya memberikan ancamannya kepada Enzo sebelum akhirnya Enzo bisa berdiri sejajar dengan Evan.
__ADS_1
Ancaman Alaya membuat Enzo tersenyum dengan sikap mengejek, setelah Enzo sempat mencibirkan bibirnya mendengar bisikan Alaya yang berisi ancaman itu.
“Bukan macam-macam, satu macam saja. Aku ingin bertanya kepada Evan bagaimana rasanya?” Dan bukannya takut dengan ancaman Alaya, Enzo justru membuat ancaman Alaya sebagai bahan candaan, sehingga membuat hati Alaya semakin kebat-kebit, khawatir kalau Enzo akan membuatnya bertambah malu dan salah tingkah di depan Evan.
Bravo! Ternyata Evan benar-benar sudah meluluhkan hati Alaya sepertinya. Syukurlah, sepertinya sekarang hubungan Evan dan Alaya mengalami perkembangan begitu pesat. Pernikahan yang mereka jalani bisa menjadi pernikahan yang sebenarnya, dan membuat mereka berdua bahagia.
Enzo berkata dalam hati sambil melirik ke arah Alaya yang berdiri di sebelah kirinya, dipisahkan oleh sosok Evan.
Melihat bagaimana Alaya menatapnya dengan tatapan mengancam, Enzo hanya bisa tersenyum geli kepada Alaya yang dari wajahnya terlihat jelas rasa khawatirnya kalau-kalau Enzo kembali mengungkit di depan Evan, bagaimana tidak sukanya Alaya dulu ketika mendengar perjodohannya dengan Evan sehingga sempat membuat Alaya merencanakan berbagai cara aneh untuk membuat Evan memutuskan untuk menghentikan rencana perjodohan mereka berdua.
Sayangnya apapun yang dilakukan oleh Alaya terhadap Evan waktu itu, bukannya membuat Evan menyerah dengan hubungannya dengan Alaya, tapi Evan justru semakin tertarik dan tergila-gila pada Alaya, seperti orang yang sudah kena ilmu pelet.
Istilah "pelet" biasanya digunakan secara khusus untuk merujuk pada ilmu atau praktik mantra cinta di daerah Jawa atau di Indonesia pada umumnya. Di berbagai budaya sepanjang sejarah manusia sebenarnya telah ditemukan beragam bentuk praktik mantra cinta. Meskipun memiliki nama berbeda tetapi tujuannya sama, yaitu untuk menanamkan rasa cinta di hati sasaran. Tradisi mistik dan spiritual merupakan konsep universal meskipun ditempuh dengan metode-metode yang berbeda. Setiap masyarakat yang meyakini adanya "kekuatan gaib", pastilah mereka mengenal berbagai ilmu spiritual, termasuk ilmu yang fungsinya untuk percintaan seperti ilmu pelet).
Dan bukan hanya itu saja, apapun rencana Alaya terhadap Evan akhirnya selalu saja berakhir dengan kegagalan, dan justru Evan yang mendapatkan keuntungan dari Alaya, seperti ketika Alaya menjebak Evan dengan suguhan the yang dibenci Evan, yang berakhir dengan sebuah ciuman Evan pada bibir Alaya.
Selain itu, rencana untuk melarikan diri dari Evan dengan pergi ke Goldie Tavisha, justru membuat alerginya kambuh, sehingga Evan menikah dengannya dengan kondisi Alaya yang tidak sadarkan diri waktu itu.
__ADS_1
Seperti yang sempat dikeluhkan oleh Alaya di mobil tadi… dia begitu sulit untuk melawan Evan, bahkan dalam urusan ranjang, dimana dia harus mengakui kalau tenaga dan hasrat Evan yang besar, sempat membuatnya kewalahan sepanjang sore hingga malam tadi di hotel.
“Apa kabar Enzo? Bahkan aku belum sempat membalas sapaanmu, istriku sudah menarikmu jauh dariku.” Kata-kata Evan membuat Enzo tertawa geli.
“Istriku ya?” Dengan sengaja Enzo mengulang kata-kata yang digunakan Evan untuk menyebutkan Alaya, sambil melirik ke arah Alaya yang sudah terlihat gelisah karena pembicaraan dua laki-laki tampan yang ada di sampingnya sekarang.
“Benar… istriku… ada yang salah dengan panggilan itu?” Evan bertanya kepada Enzo dengan sikap tenang, tapi Alaya tahu kalau Evan sengaja mengucapkan itu untuk ikut menggoda Alaya.
Sepertinya, sekarang Evan ingin membalas dendam padaku ya? Setelah apa yang pernah aku lakukan padanya? Menolaknya mentah-mentah, mengerjainya. Tinggal menunggu pembalasan indah dari Evan… Hah… benar-benar membuat aku mati kutu.
Alaya berkata dalam hati sambil melirik ke arah Enzo yang ternyata juga sedang meliriknya dengan pandangan jenakanya.
“Ya… ya… tidak perlu digaris bawahi, istrimu. Semua orang di Gracetian, bahkan di luar negeri sana semuanya pasti sudah tahu kalau putri Alaya sekarang adalah istri duke Evan, dan akan segera menggelar resepsi pernikahan sekaligus penyematan status baru Alaya sebagai duchess Carsten.” Enzo berkata dengan senyum terus tersungging di wajahnya, ikut bahagia melihat Alaya dan Evan sekarang ini, meskipun di sisi lain, tetap saja muncul keinginan besar Enzo untuk menggoda mereka berdua.
“Jadi Evan… ceritakan padaku bagaimana rasanya menjadi pengantin baru? Apa itu menyenangkan? Atau, ehem… membuatmu cukup lelah?” Kata-kata Enzo kembali membuat mata Alaya membulat sempurna, terbeliak kaget.
“Kak Enzo….!” Dengan suara terdengar gemas dan sedikit berteriak meskipun Alaya harus menahannya karena mereka sedang berada di lingkungan istana, Alaya langsung menyatakan protesnya pada Enzo, dan berusaha mencegah Enzo untuk melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
“Lho, kenapa denganmu Alaya? Aku benar-benar butuh info dan pelajaran tentang penikahan dari Evan, karena aku dan Melva juga sebentar lagi akan menikah. Apa itu salah?” Pertanyaan Enzo membuat bibir Alaya terkatup erat dengan wajah merah, karena tahu dia tidak akan bisa membuat pangeran tampan yang satu itu berhenti menggodanya dan Evan.
“Sudahlah, terserah kalian berdua, aku pergi duluan saja menyusul kak Alvero dan kak Deanda.” Akhirnya Alaya memutuskan untuk mempercepat langkahnya meninggalkan mereka Enzo dan Evan, daripada dia menjadi bulan-bulanan Enzo yang memang suka iseng dan suka sekali kalau urusan menggoda orang lain.