Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MENYUSUL EVAN


__ADS_3

"Senangnya melihat Cladia yang sekarang tampak tidak canggung dan selalu perhatian pada Ornado." Laurel berkata sambil mengikuti langkah Dave.


"Cinta Ornado yang begitu besar pada Cladia, akhirnya terbalaskan juga dengan sempurna. Kalau seperti yang kamu ceritakan tadi, aku sih percaya Ornado pasti tidak akan mau mengalah padaku. Pantas saja...." Laurel berkata tanpa menyadari saat ini Dave sedang asyik memandangani dia yang sedang mengomel terus.


"Mo cuisle... bagaimana kalau kita mengikuti apa yang sedang dilakukan Ornado dan Cladia?" Dengan suara lembut Dave berkata sambil menatap Laurel dengan tatapan lembut dan penuh cinta.


"Memang melakukan ap.... Dave...." Laurel menghentikan kata-katanya sejenak.


"Maksudmu...."


"Ya!" Dave langsung menjawab pertanyaan Laurel dengan cepat, membuat wajah cantik Laurel langsung memerah begitu sadar dengan apa yang diinginkan Dave barusan.


"Lalu bagaimana dengan yang lain? Kan tidak enak kalau kita meninggalkan mereka. kalau Ad, dia punya alasan kuat karena baru saja menyelesaikan misinya di tempat duke Hugo? Lalu kita?" Laurel bertanya dengan mata menatap Dave yang wajahnya terlihat serius, mencoba memikirkan cara untuk mencari alasan agar tidak perlu menghabiskan malam ini bersama yang lain, tapi dengan Laurel saja.


Untuk mengobrol dengan mereka, masih bisa ditunda besok, tapi kesempatan bersama dengan istrinya, rasanya Dave tidak ingin menundanya meskipun bisa melakukan itu.


"Mmmm... coba kita cari kesempatan untuk berpamitan pada mereka agar bisa beristirahat lebih awal." Dave berkata sambil memandang ke arah pintu kaca yang menghubungkan dengan tempatnya berdiri sekarang dengan ruangan terbuka dimana yang lain tadi sedang berkumpul dan asyik mengobrol.

__ADS_1


"Lho?" Begitu Laurel dan Dave membuka pintu geser yang terbuat dari kaca itu, bibir Laurel langsung mengungkapkan rasa herannya karena ternyata sudah tidak ada siapapun kecuali nyonya Rose dan para pelayan yang membersihkan tempat itu.


"Nyonya Rose... kemana yang lain?" Nyonya Rose yang sedang memberikan petunjuk pada salah satu pelayan yang sedang membereskan meja yang tadinya berisi makanan langsung menoleh begitu mendengar pertanyaan dari Laurel.


"Ah, Nyonya Laurel dan Tuan Dave. Yang lain sudah berada di kamar mereka masing-masing, termasuk yang mulia Alvero dan permaisuri Deanda...." Nyonya Rose berkata sambil berjalan mendekat ke arah Dave dan Laurel.


"Kenapa mereka tiba-tiba buyar ya Nyonya Rose? Padahal tadi masih asyik mengobrol ketika aku mencari Cladia ke depan." Laurel berkata dengan mata menatap sekelilingnya, tapi tidak menangkap satupun sosok yang dia cari.


Entah itu Leo, Evelyn, James, Elenora, Alvero, Deanda, maupun Alaya, apalagi Ornado dan Cladia yang saat ini mungkin sudah terbang ke langit ke tujuh menikmati percintaan mereka.


"Awalanya tadi mereka memang sedang mengobrol beramai-ramai, akan tetapi begitu duchess Alaya mendapatkan panggilan telepon dari duke Evan, beliau langsung pergi meninggalkan tempat ini, sepertinya menyusul duke Evan. Setelah itu yang lainnya langsung buyar ke kamar mereka masing-masing." Nyonya Rose melanjutkan kembali penjelasannya kepada Laurel yang hanya bisa diam mendengar itu, sedang senyum tipis langsung tersungging di bibir Dave.


"Duchess Alaya memang pergi melalui pintu masuk lain penthouse ini. Jadi beliau tidak melalui pintu depan."


"Oooo... pantas saja kami tidak bertemu dengan Alaya tadi, padahal kami dari arah ruang tamu." Laurel berkata sambil menghela nafasnya.


Cerita tentang penyergapan di kediaman Hugo belum sempat dia dengarkan, dan sekarang sudah ada kejadian yang sepertinya seru juga bagi Laurel, dan yang pasti, membuatnya begitu penasaran.

__ADS_1


"Kalau begitu, sebaiknya kami juga pergi ke kamar kami Nyonya Rose...." Dave berkata sambil sedikit menganggukkan kepala kepada nyonya Rose dengan sikap sopan.


"Eh...." Sebuah suara kecil yang menunjukkan Laurel masih ingin menanyakan sesuatu kepada nyonya Rose, membuat Dave dengan cepat meraih bahu Laurel dan dengan gerakan lembut namun bertenaga langsung mengajak Laurel menjauh dari nyonya Rose, yang tersenyum melihat bagaimana para pasangan yang menjadi tamu Alvero hari ini merupakan pasangan yang terlihat mesra dan harmonis, membuat mata tuanya yang melihat ikut merasa bahagia.


"Selamat malam Tuan Dave, Nyonya Laurel. Selamat beristirahat...." Nyonya Rose mengucapkan salamnya sebelum dia kembali mengawasi para pelayan yang sudah hampir selesai membereskan ruang jamuan itu.


Apanya yang selamat beristirahat. Hah... nyonya Rose yang tidak pernah menikah sebelumnya, bicara seperti itu karena tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Dave tentang kegiatan kami malam ini.


Laurel berkata dalam hati.


Meskipun sedikit kecewa tidak mendapatkan info tentang apa yang terjadi di kediaman Hugo, tapi bisa berdua bersama Dave, baginya juga hal yang sangat menyenangkan untuknya, sehingga dengan gerakan cepat, Laurel langsung melingkarkan  kedua lengannya ke lengan Dave sambil tersenyum bahagia.


# # # # # #


"Silahkan Duchess Alaya.... Duke Evan sudah menunggu Anda di dalam." Dengan sikap hormat, Sam berkata sambil merentangkan tangannya mempersilahkan Alaya, setelah Alaya turun dari mobil yang sudah mengantarnya menuju tempat praktek dokter Jordan.


"Apa ini tempat praktek dokter Jordan yang sudah melakukan hipnoterapi pada suamiku?" Alaya yang berjalan beriringan dengan Sam memandang ke sekelilingnya.

__ADS_1


Tempat praktek dokter Jordan berada di satu bangunan miliknya sendiri yang terlihat cukup megah dan modern, membuat Alaya yakin bahwa bisnis dokter Jordan yang bergerak di bidang kesehatan itu cukup maju dan dipercaya oleh banyak orang, sehingga menghasilkan banyak pundi-pundi uang yang masuk ke kantongnya.


__ADS_2