
“Ah, sepertinya kamu harus tahu prinsip yang selalu aku pegang dalam hidupku, Evan. Dalam ikatan persahabatan sejati, tidak ada yang namanya hutang piutang, dalam hal apapun itu, entah materi atau hutang budi. Aku harap ke depannya kamu selalu mengingat tentang hal itu. Sehingga kalau kamu menganggapku sebagai seorang sahabat, tidak lagi pernah mengungkit dan mengucapkan hal seperti itu lagi.” Ornado berkata sambil tersenyum tipis, membuat Evan segera membalas senyuman itu dengan tatapan kagum.
Ornado Xanderson, pantas saja Alvero selalu memuji-muji sosoknya. Dia benar-benar orang hebat dengan sikap yang begitu mengagumkan.
Evan berkata dalam hati sambil menghela nafas, merasa senang bisa mengenal orang seperti Ornado.
“Aku tahu bukannya tidak dibutuhkan lagi. Hanya saja, istriku Cladia pasti sedang menungguku dengan sikap cemas. Dia paling tidak bisa melihat aku jauh darinya. Untuk saat ini, dia lebih membutuhkanku daripada kamu yang pasti akan melanjutkannya dengan baik.” Perkataan Ornado membuat Evan tersenyum melihat bagaimana sosok hebat Ornado yang begitu terlihat jelas sangat mencintai istrinya.
Apalagi kata-kata itu mengingatkan Evan tentang cerita Alaya tentang bagaimana trauma yang dialami Cladia sehingga tidak bisa dekat dengan makhluk bernama pria kecuali Jeremy kakak kandungnya dan Ornado suaminya, membuat Evan yakin, Cladia pasti juga sangat mencintai Ornado, sehingga mampu mengatasi traumanya saat bersama Ornado.
“Baiklah kalau begitu. Lagipula, sebenarnya memang tujuan awalmu dan yang lain adalah berlibur, bukannya menemanimu menangkap penjahat sepeti hari ini.” Ornado langsung tertawa kecil mendengar perkataan dari Evan.
“Anggap saja ini adalah hiburan bermain perang-perangan di tengah-tengah acara liburan. Sekarang permainan inti sudah usai, hanya timggal membereskan sisa-sisa permainan.” Ornado berkata untuk meengingatkan Evan tentang keberadaan Kattie yang masih dalam perjalan menuju perangkap mereka.
“Dan aku rasa, bukan hanya Cladia, tapi Alaya pasti juga ingin kamu segera pulang menemuinya. Karena itu, segera selesaikan urusanmu dan kembali ke pelukan Alaya.” Ornado berkata sambil menepuk pelan pundak Evan yang langsung tersenyum kembali meendengar perkataan Ornado.
“Aku yakin Alaya sedang menungguku untuk segera memberinya info tentang duchess Kattie, karena aku sudah berjanji padanya untuk melakukan perhitungan pada perempuan itu saat aku sudah berhasil membuka semua kedok dan perbuatan tidak terpujinya padaku. Aku akan segera meminta Sam menjemput Alaya setelah ini.” Ornado sedikit tertawa mendengar perkataan Evan, karena mengingat bagaimana sifat Alaya, dia pasti akan melakukan pembalasan yang manis pada Kattie.
__ADS_1
“Semoga duchess Kattie bisa mengatasi pembalasan Alaya yang pasti akan diingatnya seumur hidupnya di balik jeruji penjara.” Ornado berkata dengan menyisakan senyum geli di wajahnya.
Tanpa sadar Ornado langsung berpikir tentang istrinya yang pendiam dibandingkan dengan Deanda, Laurel, apalagi Alaya.
Jika mengingat sifat Cladia yang tidak banyak bicara dan pemaaf, Ornado bisa memastikan jika Cladia berada pada posisi Alaya, istri tercintanya itu akan memilih untuk menyerahkan semua hal tentang Kattie padanya, tanpa ada niat untuk ikut campur dalam hal itu.
“Oke Evan. Sisanya aku serahkan padamu sepenuhnya, karena aku akan kembali ke penthouse sekarang, apalagi….” Ornado menghentikan kata-katanya sambil menoleh ke arah belakang.
“Aku benar-benar tidak tahan dengan suara ribut yang ditimbulkan oleh duke Hugo. Dia benar-benar ribut sampai membuat telingaku sakit dan tidak nyaman. Mungkin ada baiknya kamu membungkam mulutnya agar dia tidak lagi seribut itu." Ornado berkata sambil menatap ke arah Hugo yang semakin menjadi begitu melihat Ornado dan Evan sedang melihat ke arahnya.
“Duke Evan!”
“Ini tindakan illegal!”
“Kamu tidak berhak melakukan ini padaku!”
“Aku mau menemui yang mulia Alvero!”
__ADS_1
“Kamu melanggar hakku sebagai bangsawan Gracetian.”
“Duke Evan!”
Evan langsung menghela nafas panjang setelah ikut melirik ke arah Hugo yang sedang digelandang oleh dua orang pengawal kerajaan yang tadi menggantikan posisi Ernest dan Erich.
“Mungkin sebaiknya aku segera melakukan seperti yang baru kamu katakan daripada mendengar dia menggonggong seperti itu terus. Benar seperti katamu, sangat mengganggu.” Evan berkata sambil meminta Sam mendekat ke arahnya.
“Ya Duke Evan?” Dengan sikap penuh hormat dan sigap, Sam segera mendekat ke arah Evan.
“Bungkam mulut duke Hugo agar dia tidak terus berteriak sepanjang jalan. Dan beritahukan kepada kedua pengawal yang membawanya, jika dia terus meronta seperti itu, mereka boleh memukul tengkuknya dan membuatnya pingsan. Atau katakan langsung di depan duke Hugo… jika dia terus membuat keributan, kamu akan menembak kedua kakinya.” Evan berkata dengan wajah dan suara tenang, membuat Ornado menarik salah satu sudut bibirnya melihat bagaimana jika dalam keadaan seperti ini, terhadap penjahat besar seperti Hugo, Evan yang terlihat tenang dan ramah bisa berubah menjadi sedikit mengerikan saat dalam mode serius seperti sekarang ini.
Seperti seekor singa jantan yang merupakan raja hutan. Meskipun kadang dia hanya terlihat berjalan dengan santai dan bersikap anggun, tapi saat dibutuhkan, dia akan betul-betul menghajar para predator yang ingin mengganggu betina dan anak-anaknya.
Ornado berkata dalam hati sambil memandang puas ke arah Evan.
(Singa dikenal sebagai raja hutan karena mereka sulit dikalahkan oleh binatang lainnya. Namun, singa jantan yang identik dengan hewan kuat dan sulit terkalahkan ternyata tidak ditugaskan untuk berburu. Tugas singa jantan adalah melindungi dan menjaga anak-anak singa dari serangan predator liar seperti hyena. Sedangkan tugas untuk berburu makanan dilakukan singa betina.
__ADS_1
Singa jantan bertugas melindungi wilayah kekuasaannya dari hewan-hewan lainnya seperti macan tutul, hyena, bahkan singa jantan lainnya).
“Aku pergi sekarang. Tetaplah waspada sebelum musuh benar-benar berada di tanganmu. Jangan pernah meremehkan musuh saat mereka masih memiliki kesempatan untuk lari. Karena itu, jangan membiarkan adanya satupun kesempatan bisa mereka miliki. Sampai bertemu lagi di penthouse.” Ornado kembali berkata sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan Evan, diiringi oleh Erich dan Ernest.