Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SEORANG GADIS ISTIMEWA DI MASA LALU


__ADS_3

Orang itu adalah pemilik CV dengan nama Super Worker yang memang memiliki tempat pelatihan khusus untuk para pekerja yang akan dia disiapkan dengan baik untuk memenuhi permintaan pihak manapun yang membutuhkan.


Selama ini orang-orang yang dihasilkan dari CV Super Worker sebagai penyedia tenaga kerja memang dikenal memiliki kualitas kerja yang baik dibandingkan dengan CV penyalur pekerja lainnya, sehingga dia seringkali mendapatkan kepercayaan untuk menyediakan para pelayan yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan tenaga kerja, termasuk pihak istana yang kadang membutuhkan tenaga pelayan, tukang kebun, koki, atau bagian lainnya.


Tapi siapa sangka, ternyata demi keuntungan yang besar, dia rela menjadi orang yang membantu Hugo untuk menyelundupkan mata-mata, meskipun belum bisa dibuktikan secara nyata, karena perjanjian antara pemilik CV Super Worker dan Hugo hanya dilakukan secara lesan, karena sudah bertahun-tahun Hugo juga seringkali meminta bantuan dari orang tersebut.


Hanya saja, selama ini Hugo menempatkan orang-orangnya di tempat-tempat yang baginya akan menjadi pesaing bagi usahanya, tidak sampai menyentuh pihak istana Gracetian.


Karena begitu besar ambisinya untuk mendapatkan Alaya, demi bisa mengalahkan dan merebut posisi Evan sebagai duke paling tertinggi dan diakui di Gracetian, sehingga Hugo mencari cara yang baginya adalah cara termudah dan tercepat untuk bisa mendapatkan info tentang kondisi istana, dan rencana apa yang sedang direncanakan oleh pihak istana terhadap Alaya.


Sebelum Christopher memberitahukan niatnya untuk melamar Alaya, sebenarnya pelayan itu sudah cukup lama berada di istana sebagai mata-mata, sehingga begitu berita tentang lamaran itu terdengar, Hugo sebenarnya sudah berniat untuk menemui Alvero, dan meminta Alaya untuk diperbolehkan menikah dengannya.


Sayang sekali diantara calon yang dipikirkan Alvero pantas untuk menjadi suami Alaya, tidak ada nama Hugo disebutkan di sana meski sekalipun, karena Alvero pernah mendapatkan info tentang keterlibatan keluarga duke Brown terkait dengan kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Eliana.


“Meskipun kata-kata pelayan itu bisa dijadikan saksi untuk melawan Hugo saat ini, tapi aku ingin menangkap Hugo dengan alasan yang lebih besar, sehingga aku bisa benar-benar menekan keluarga Brown dan membuat mereka tidak lagi memiliki kekuasaan di negara ini.” Alvero berkata sambil meletakkan pena yang tadi sempat dipegangnya dan diketuk-ketukkan ke atas meja kerjanya, yang memisahkan antara dia dan Evan yang sedang duduk di hadapannya saat ini.


“Aku akan mengumpulkan lebih banyak bukti-bukti keterlibatan keluarga Brown dengan kelompok pemberontak itu secepatnya.” Evan langsung menanggapi perkataan Alvero.

__ADS_1


“Bagus Evan, setelah ini, kita mungkin bisa bernafas lega setelah semua yang terlibat dengan kelompok pemberontak itu bisa kita singkirkan atau paling tidak, bisa kita tekan sehingga mereka tidak lagi memiliki kesempatan untuk membuat masalah di masa depan.” Alvero berkata sambil melirik ke arah Deanda yang lebih banyak diam, menjadi pendengar yang baik.


“Kinerja Sam maupun Erich dan Ernest memang sungguh bagus. Aku sangat puas dengan cara kerja mereka. Apa yang tidak didapatkan oleh Sam, bisa didapatkan oleh Erich dan Ernest, begitu juga sebaliknya. Membuat data yang kita butuhkan menjadi lebih lengkap dan sempurna.” Alvero mau tidak mau memuji kinerja Sam memang bagus.


“Kita beruntung memiliki orang-orang seperti itu di sekitar kita.” Evan langsung mendukung apa yang baru saja dikatakan oleh Alvero.


“Kalau begitu, apa kamu juga sudah mendapatkan laporan dari Sam tentang apa yang terjadi denganmu beberapa tahun lalu sebelum kecelakaan maut itu terjadi?” Alvero yang memang tidak suka basa-basi segera mengalihkan pembicaraan mereka kepada pembicaraan penting lainnya.


“Sebenarnya, aku mencurigai keterlibatan duke Hugo dalam kecelakaan itu. Karena menurut info dari Sam memang ada bukti kehadiran duke Hugo di sekitar tempat kecelakaan itu terjadi. Dan disana juga terlihat adanya duchess Kattie yang waktu itu mengaku adalah orang yang menolongku dan membawaku ke rumah sakit." Evan berkata dengan sikap tenang seperti biasanya.


Perkataan Alvero tentang Kattie membuat Evan tersenyum dengan dipaksakan, karena baginya, itu bukan hal yang patut untuk dibanggakan, tapi justru hal yang memalukan untuk diceritakan.


Bahkan di kalangan para gadis bangsawan lainnya, tentang perilaku duchess Kattie yang begitu mengejar-ngejar Evan, sudah menjadi rahasia umum, dan beberapa gadis pernah mendapatkan omelan atau teguran keras dari Kattie saat Kattie melihat ada gadis yang berusaha menarik perhatian Evan dengan bersikap berani dan sedikit centil di depan Evan, seolah Evan adalah benar-benar kekasihnya.


Padahal tanpa Kattie melakukan itu, dengan sendirinya Evan akan langsung pergi menghindar jika bertemu dengan para gadis bangsawan yang manja dan agresif yang bukan merupakan tipe gadis yang disukainya.


“Tenang saja. Aku tahu kalau kamu tidak pernah menanggapi duchess Kattie dan menyambut perasaannya, karena itu aku tetap memilihmu sebagai iparku untuk menikah dengan Alaya.” Perkataan Alvero membuat Evan tersenyum.

__ADS_1


“Untuk masalah keterlibatan duke Hugo dan duchess Kattie dalam kecelakaan yang kamu alami waktu itu, aku percaya kamu akan segera bisa menemukan fakta tentang itu. Yang ingin aku bicarakan denganmu saat ini adalah kejadian sebelum terjadinya kecelakaan itu, saat kamu menjalankan tugasmu waktu itu. Aku sudah mendapatkan beberapa gambar yang dikirimkan Ornado padaku.” Alvero berkata sambil membalik layar laptop miliknya yang sebelumnya menghadap ke arahnya, memutarnya ke arah Evan.


"Apa ada sesuatu yang aneh yang terjadi waktu itu?" Evan langsung bertanya.


“Lihatlah gambar-gambar itu terlebih dahulu.” Alvero berkata sambil menggerakkan tangannya, mempersilahkan Evan untuk melihat gambar-gambar yang ada di layar laptopnya.


Beberapa saat Evan tampak mengamati gambar-gambar itu satu persatu dengan serius.


Di gambar itu, di bagian awal, tampak foto Evan yang sedang menyamar dan juga berhasil melakukan penangkapan pelaku penyelundupan senjata illegal ke Gracetian.


Wajah Evan tampak tetap tenang saat mengamati gambar-gambar itu, sampai matanya melihat satu gambar dimana Alaya yang masih remaja sedang memeluk lengannya dan bergelayut dengan mesra di sana.


Meskipun Evan belum bisa mengingat tentang masa lalunya bersama dengan Alaya, tapi Evan bisa merasakan kalau dia pernah mengalami kejadian itu, sehingga dada Evan langsung berdetak dengan keras dan mata menatap nanar ke arah foto itu.


Entah apa yang sedang dirasakan oleh Evan, tapi melihat foto itu dadanya bergejolak dengan hebat, dan rasa haru begitu memenuhi hatinya saat ini, seolah-olah foto itu mengandung kesedihan baginya.


Sosok gadis dalam gambar itu, meski seperti Deanda yang sempat berpikir bahwa penampilan fisik gadis itu sedikit berbeda dengan Alaya karena rambutnya yang berbeda dengan Alaya yang sekarang, tapi dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Evan langsung merasa yakin bahwa gadis muda yang sedang bersamanya di gambar itu adalah Alaya, yang sekarang sudah menjadi istrinya yang sah, dan sedang berusaha menjauh darinya dalam kondisi marah dan kesal.

__ADS_1


__ADS_2