
“Tolong jaga sikap Anda Duke Evan! Jangan bersikap sekurang ajar itu padaku!” Alaya berteriak keras di hadapan Evan yang tetap tersenyum mendengar bagaimana Alaya yang langsung memarahinya, padahal dia sendiri yang memulai.
“Oke, maaf… tapi kamu sendiri yang memulainya, padahal mungkin kamu sudah mendengar aku paling tidak suka dengan gadis yang bersikap murahan dan liar pada laki-laki asing yang bukan suaminya sendiri.” Kata-kata Evan membuat Alaya mengernyitkan dahinya.
Jadi dia benar-benar tidak suka dengan gadis yang berpenampilan menggoda dan seperti wanita nakal? Apa itu artinya aku masih punya kesempatan untuk meneruskan rencanaku ini?
Alaya berkata dalam hati sambil memberanikan diri untuk kembali mendekat ke arah Evan, seolah kembali percaya diri bahwa idenya berpenampilan seperti itu benar-benar akan membuat Evan marah dan jijik padanya.
“Kalau begitu, bagaimana denganku? Jika Duke Evan merasa keberatan dengan itu, lebih baik kita batalkan saja perjodohan itu, selagi masih ada kesempatan sebelum kita benar-benar menikah.” Entah ide gila dari mana, Alaya tiba-tiba mulai sedikit bersikap agresif kembali di depan Evan.
Perkataan Alaya membuat Evan langsung menahan nafasnya sejenak, karena mau tidak mau dia jadi teringat dengan apa yang sudah dia bicarakan dengan Alvero kemarin di gedung perkantoran Adalvino, tentang gambar masa lalunya saat bersama Alaya, yang tidak diingatnya sama sekali, dan dia mulai bisa menebak tentang penolakan Alaya padanya, itu berkaitan erat dengan masa lalu yang terjadi diantara mereka berdua.
Ternyata itu yang membuatmu berpenampilan aneh seperti ini? Sepertinya kamu benar-benar ingin berpisah dariku? Sehingga mencoba berbagai cara agar aku tidak menyukai dan bahkan membencimu? Selamanya, aku tidak akan pernah bisa membencimu. Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu sedangkan di hatiku sudah terlalu penuh dengan keberadaanmu.
Evan berkata dalam hati sambil menatap dalam-dalam ke arah Alaya dengan wajah serius.
“Aku bicara tentang gadis lain, bukan kamu. Kalau kamu, meski bagaimanapun penampilan dan sikapmu di depanku, bahkan andai kamu berani tampil di depanku tanpa sehelai benangpun di tubuhmu, aku tetap akan memilihmu sebagai istriku.” Perkataan Evan membuat Alaya tercengang dan tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.
Apa maksud duke Evan mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu padaku?
__ADS_1
Alaya berkata dalam hati dengan tatapan tidak percayanya memandang ke arah Evan, yang bagi Alaya adalah pria yang sangat sulit untuk dia hadapi.
Aku tidak akan pernah bisa melepaskanmu lagi my princess, karena aku begitu mencintaimu. Sampai rasanya mau mati berada jauh darimu, apalagi setelah aku mengetahui bahwa di masa lalu kamu dan aku memang sudah terhubung. Tidak ada alasan lagi bagimu untuk pergi dariku.
Evan juga berkata dalam hati dengan mata hijaunya menatap ke arah Alaya.
Jika di masa lalu aku pernah begitu menyakitimu sehingga kamu ingin berpisah dariku. Di masa sekarang ini, aku akan berusaha keras untuk bisa menebus dan memperbaikinya tidak perduli seberapa mahalnya harga yang harus aku bayar untuk membuatmu kembali dalam pelukanku, dan mengembalikan apa yang pernah hilang diantara kita.
Evan kembali berkata dalam hati sambil berusaha keras untuk menahan dirinya sendiri untuk tidak tergoda dengan penampilan Alaya saat ini.
Sebagai suami yang berhak atas Alaya, tapi juga sangat mencintai gadis itu, Evan ingin agar dia dan Alaya sama-sama saling menginginkan dan melakukannya dengan penuh perasaan cinta saat pertama kali mereka melakukan penyatuan mereka, dan Evan tahu untuk itu dia lebih dahulu harus membereskan masa lalunya dan Alaya, mengetahui semuanya dengan jelas apa yang sudah terjadi diantara mereka berdua dan kenapa hati mereka harus terpisah seperti sekarang ini.
Sejak Alaya menerobos masuk ke markas besarnya saat itu, memintanya menolak rencana perjodohan yang ditetapkan oleh Alvero, Evan tahu, hatinya sudah dipenuhi oleh sosok Alaya.
Bagi Evan, Alaya seperti harta karun yang pernah disimpannya dengan baik dan sempat terlupakan dimana dia pernah menyimpannya, hingga suatu ketika, dia berhasil menemukan kembali harta karun itu, sehingga hatinya tidak bisa lagi berpaling darinya.
“Duke Evan…. Apa maksud perkataan Duke Evan?” Alaya berkata dengan suara pelan dan ragu, dengan mata yang terpaku pada sosok Evan, yang berjalan mendekat ke arahnya kembali, membuat dadanya berdebar dengan begitu keras dan otot-otot kakinya terasa lemas.
Evan yang melangkah mendekat ke arah Alaya, membuat Alaya menggerakkan kakinya mundur ke belakang, hingga kakinya menabrak pinggiran tempat tidur, dan membuatnya tidak bisa lagi mundur.
__ADS_1
Aku mencintaimu my princess!
Rasanya Evan ingin sekali meneriakkan itu keras-keras di depan Alaya yang wajahnya tampak gugup dan memerah, dengan mata yang tidak berani menatap ke arah Evan.
“Artinya… hanya kamu gadis yang aku inginkan. Entah apa yang kamu lakukan, entah bagaimanapun penampilanmu… aku akan tetap menginginkanmu, karena aku sangat….”
“Breaking news! Breaking news yang disampaikan resmi oleh pihak istana Gracetian tentang hubungan duke Evan dan putri Alaya!”
Suara Evan langsung terpotong oleh suara dari arah televisi yang membuat fokusnya maupun Alaya teralihkan.
Hari ini memang adalah hari dimana Alvero memutuskan untuk memngumumkan secara resmi berita tentang pernikahan antara Evan dan Alaya, karena jelas-jelas di pertemuannya dengan Hugo maupun Hector, meski mereka tidak bicara secara terus terang kepada Alvero, mereka sama-sama menginginkan Alaya sebagai istri mereka, dan mereka masing-masing memberikan penawaran berbagai keuntungan bagi pihak istana jika Alaya menjadi istri mereka.
Meskipun Alvero sendiri, ketika menjodohkan Evan dan Alaya juga memikirkan tentang untung ruginya pernikahan kedua orang itu, tapi bagi Alvero, melihat bagaimana Hugo dan Hector membicarakan Alaya seperti sebuah barang dagangan, membuat Alvero merasa mereka meremehkan sosok Alaya yang merupakan adik kandung yang disayanginya.
Apalagi saat ini, Alaya memang sudah menikah dengan Evan, membuat Alvero ingin segera mengumumkannya ke publik, agar semua pria yang berusaha mendapatkan Alaya, dengan semua alasan mereka masing-masing, berhenti melakukan hal itu.
“Sebuah berita besar baru saja diterbitkan oleh pihak istana terkait adanya begitu banyak pertanyaan tentang apakah benar hubungan antara duke Evan dan putri Alaya murni karena cinta atau ada pihak-pihak tertentu yang memaksakan rencana pernikahan mereka agar mendapatkan keuntungan tentang hal itu.” Suara pembawa berita yang terlihat bersemangat itu, membuat Evan dan Alaya sama-sama menoleh ke arah layar televisi.
Ah, bagaimana mungkin bisa terjadi kebetulan seperti ini? Alaya pasti akan shock jika mendengar pengumuman resmi itu sekarang, di saat aku belum menjelaskan apapun padanya.
__ADS_1
Evan berkata dalam hati dengan sikap sedikit tidak tenang, karena dia sudah tahu tentangapa yang akan disampaikan oleh pembawa berita tersebut, yang pasti akan membuat Alaya kaget dan marah padanya.