
"Ayo kita kesana sekarang." Tanpa menanggapi perkataan dari Hugo, Kattie berkata sambil merebut karangan bunga yang dipegang oleh asisten pribadi Hugo untuk diletakkan di kamar tempat Evan dirawat.
Wajah duke Evan terlihat tidak sepucat kemarin-kemarin. Apa mungkin dalam waktu dekat duke Evan akan segera tersadar kembali?
Begitu melihat wajah Evan yang sudah mulai terlihat cerah, dengan bibirnya yang sudah mulai terlihat sedikit memerah kembali, membuat Kattie menatap dalam-dalam ke arah Evan sambil berkata dalam hati.
Selalu saja terlihat begitu tampan, meskipun kondisinya sedang tidak sadarkan diri. Aku benar-benar tidak ingin kehilangan kesempatan untuk dapat menikah dengan duke Evan. Aku harus membuat duke Evan melupakan kekasihnya yagn jauh disana, dan membuat duke Evan merasa berhutang nyawa padaku, sehingga dia akan bisa selalu berada di dekatku.
Kattie berkata dalam hati sambil menatap ke arah Evan dengan tatapan terpesona, sesuka hatinya, karena saat ini, di ruangan tempat Evan terbaring, hanya ada dia dan Hugo yang sedang berbicara dengan salah seorang pengawal pribadi kediaman Carsten, berpura-pura menanyakan pada pengawal itu tentang kronologi kejadian kecelakaan yang dialami Evan.
Setelah beberapa saat Kattie menatap wajah Evan, dengan gerakan pelan Kattie meletakkan bunga yang ada di tangannya ke atas meja yang ada di samping tempat Evan terbaring.
Sekilas Kattie melirik ke arah Hugo yang memang sedang menunggu kode darinya, sehingga begitu Kattie memberikan tanda melalui tatapan matanya pada Hugo, kakak laki-lakinya itu langsung berdehem pelan, membuat pengawal yang awalnya matanya mengawasi tempat Evan berbaring dengan begitu cermat, akhirnya mengalihkan pandangan matanya dari sana.
“Tuan, sebaiknya kita berbincang-bincang di luar. Takutnya pembicaraan kita mengganggu duke Evan. Lagipula aku ingin tahu kronologi kejadiannya dengan detail, sehingga aku bisa membantu menemukan siapa yang sebenarnya sudah membuat duke Evan mengalami kecelakaan maut seperti itu.” Perkataan Hugo berhasil membuat pengawal itu menyetujui apa yang disarankan oleh Hugo, untuk mereka membicarakan masalah kecelakaan itu di luar kamar tempat Evan dirawat.
Pengawal itu tidak berpikir bahwa Hugo memang sengaja memancingnya agar keluar dari kamar Evan, karena perkataan Hugo tentang keinginannya untuk membantu menemukan penyebab kecelakaan yang terjadi pada Evan, membuat pengawal itu lupa diri, apalagi yang sedang berbincang dengannya saat ini adalah seseorang dengan posisi duke seperti Evan.
__ADS_1
“Hah, akhirnya pergi juga pengganggu itu….” Kattie berkata pelan dengan nada lega.
Setelah itu Kattie langsung fokus pada benda yang sedang dicarinya, sehingga dengan gerakan cepat Kattie mencoba membuka-buka laci lemari kecil yang ada di samping tempat Evan terbaring.
Dan begitu mata Kattie melihat di laci nomer dua dari atas terlihat dompet dan handphone Evan disana, dengan cepat Kattie membuka-buka dompet itu, dengan posisi tubuh membelakangi cctv yang terpasang di salah satu sudut ruangan itu.
Dengan gerakan cepat, Kattie membuka dompet Evan, dan langsung membongkar isi dari dompet itu, yang membuatnya langsung terpaku begitu dia menemukan dan melihat adanya foto Evan dengan pakaian kebesarannya sebagai duke Gracetian, yang membuatnya terlihat begitu tampan dan gagah.
“Fokus Kattie… fokus….” Kattie langsung mengingatkan dirinya sendiri begitu dia sadar, untuk waktu yang lama dia sudah terpaku dan terdiam menatap ke arah foto Evan yang tadinya terselip di bagian dalam dompet itu dengan tatapan terpesona.
Dengan berat hati, akhirnya Kattie mengembalikan foto Evan yang tadi sempat ditemukannya dan membuatnya seperti patung saat menatap foto itu, dan mencoba untuk mencari foto Alaya.
Hubungan harmonis antara ibu dan anak itu sangat terlihat jelas di foto yang menampilkan mereka berdua itu.
Setelah mengembalikan foto dengan gambar Evan dan Danella, Kattie kembali mengamati foto Alaya yang tampak duduk dengan senyum manisnya.
“Gadis ini, sama dengan gadis yang waktu itu aku lihat dan sempat aku ajak bicara. Foto ini adalah foto gadis bernama…..”
__ADS_1
“Alaya….” Suara igauan pelan dari bibir Evan membuat Kattie menghentikan bicaranya.
“Alaya… Aku sungguh sangat mencintaimu….” Igauan yang kembali terdengar dari bibir Evan yang mengucapkan nama kekasihnya dengan begitu mesra, membuat Kattie menahan nafasnya dengan dada yang terasa sesak, dan hampir membuatnya meremas foto Alaya yang sedang ada di tangannya untuk menunjukkan betapa saat ini hatinya sangat kesal mendengar ungkapan cinta Evan pada gadis lain di depannya, kalau dia tidak ingat bahwa dia memerlukan foto itu untuk dokter Jordan.
“Alaya… bagaimana bisa dalam kondisi tidak sadarnya duke Evan menyebutkan nama itu, bahkan dengan dengan begitu mesra…. Aku akan ingat dengan baik nama itu. Dan aku harap dokter Jordan benar-benar bisa menghapuskan ingatan duke Evan tentang keberadaan gadis bernama Alaya ini.” Kattie berkata sambil memasukkan foto Alaya ke kantong pakaiannya untuk diserahkannya pada Jordan.
Sebuah suara pintu yang dibuka kembali membuat Kattie langsung berpura-pura memegang-megang rangkaian bunga segar yang tadi dibawanya untuk Evan, sengaja menggerakkan tangannya, seolah merapikan rangkaian bung aitu.
“Terimakasih untuk semua infonya, sepertinya aku dan adikku harus pergi dari sini, karena ada bnyak hal yang harus diselesaikan dan menunggu kedatangan kami berdua.” Hugo langsung berpamitan begitu dia melihat sebuah anggukan kecil dari Kattie, yang menunjukkan bahwa misi yang barusan di lakukannya sudah berhasil dengan sukses.
“Sama-sama duke Hugo, senang bisa membantu Anda mengumpulkan informasi penting tentang kecelakaan duke Evan. Semoga semua orang yang terlibat dalam rencana busuk itu segera bisa ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal karena sudah berani mengusik kehidupan duke Evan.” Perkataan pengawal itu membuat Hugo menganggukkan kepalanya dengan sikap asal-asalan.
Sepenuhnya Hugo tidak mendukung apa yang dikatakan oleh pengawal itu, akrena dia sendirilah yang dimaksudkan oleh pengawal itu.
“Kalau begitu kami pulang terlebih dahulu. Sampaikan salamku kepada duchess Danella.” Hugo segera berpamitan karena dia sendiri secara pribadi merasa begitu tidak nyaman berada di tempat itu, karena harus berpura-pura bersikap ramah dan sering-sering tersenyum, suatu hal yang bagi Hugo sungguh menyebalkan.
Setelah Evan benar-benar tersadar kembali, seperti yang dikatakan dokter yang merawatnya, untuk beberapa waktu Evan tidak bisa mengingat beberapa hal dan kejadian, terutama yang belum lama dialaminya termasuk tentang kekasihnya, Alaya.
__ADS_1
Kesempatan itu dimanfaatkan Kattie untuk meminta dokter Jordan menghapuskan ingatan Evan tentang Alaya melalui hipnoterapi yang awalnya hendak dipergunakan untuk mengurangi rasa sakit di kepala Evan akibat kecelakaan yang menyebabkan kepalanya terbentur itu
Setelah beberapa kali mendapatkan hipnoterapi, pada akhirnya seperti keinginan Kattie, Evan menjadi lupa sama sekali dengan sosok Alaya yang merupakan kekasih yang begitu dicintainya.