
Ciuman mesra dari Evan untuk Alaya yang dilakukan di depan umum, membuat Alvero langsung berdehem pelan, sedang mata semua orang yang melihatnya langsung terbeliak kaget, termasuk rombongan para wartawan dari berbagai stasiun televisi yang sedang meliput acara jumpa pers siang ini.
Tidak lama kemudian terdengar suara riuh rendah orang bersorak-sorai dan bertepuk tangan untuk ikut menyambut pasangan baru dari Gracetian yang cukup membuat heboh.
Sambutan dari warga yang menyaksikan konferensi pers itu membuat Ornado, James, Dave dan Leo beserta pasangan mereka masing-masing yang hadir dan berdiri di sisi lain ruangan tempat diadakannya konferensi pers itu langsung saling berpandangan dan saling melempar senyum.
“Sepertinya setelah ini kita akan menunggu pasangan romantis lain dari Gracetian dengan kisah cintanya yang unik.” James berkata sambil menghela nafas panjang.
“Masih ada banyak para bangsawan Grecetian dan orang-orang di sekitar kita yang memiliki kisah romantis di masa depan.” Laurel berkata sambil memandangi orang-orang dekatnya yang saat ini sudah menjalani hidup bahagia dengan pasangan hidup mereka masing-masing.
“Semua orang punya kisah cintanya sendiri-sendiri, dan setiap momen perjuangan kisah cinta yang terjadi pasti akan menjadi kenangan indah, yang bisa membuat kita untuk bisa lebih menghargai pasangan kita.” Laurel menanggapi kata-kata James sambil memeluk erat lengan Dave yang tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya.
Kata-kata Laurel dibenarkan oleh mereka semua yang memang sebelumnya melalui jalan cukup panjang dan berliku sebelum benar-benar mendapatkan cinta sejati mereka.
Tapi bagi Ornado dan Dave, perjuangan panjang mereka tidak akan pernah mereka sesali karena untuk saat ini, mereka sangat bahagia setelah pasangan mereka benar-benar membalas cinta mereka dengan tidak kalah besarnya dengan cinta mereka kepada pasangannya itu.
“Jadi… apakah kita harus tetap menunggu sampai acara selesai? Atau kitab isa pergi ke tempat lain?” Ornado bertanya dengan tangan yang sedari tidak lepas sedetikpun dari pinggang istrinya, dan sesekali tampak tangan Ornado mengelus lembut pinggang Cladia, saat terasa adanya gerakan-gerakan kecil yang masih terasa lemah dari dalam perut Cladia.
“Ayo kita pergi dari sini… kehadiran kita sudah tidak dibutuhkan lagi di sini. Tugasku mendampingi mereka sudah selesai, sisanya biar Evan sendiri yang menyelesaikannya.” Semua langsung tersenyum begitu mendengar perkataan Alvero yang langsung menjauh begitu melihat adegan ciuman antara Evan dan Alaya sebagai penutup acara konferensi pers siang ini.
“Kalau begitu, karena semuanya sudah dibereskan dengan baik, apa kita bisa segera bersiap untuk berlibur ke Renhill?” James langsung bertanya kepada Alvero dengan wajah penuh senyumnya, membayangkan pantai Renhill yang terkenal eksotis dan membawa aura romantis bagi para pasangan yang berkunjung kesana.
Dari cerita Enzo yang selalu memamerkan keindahan pantai Renhill, membuat James merasa begitu penasaran dengan pantai yang satu itu.
“Sepulang kita dari tempat ini, kita akan langsung berangkat ke Renhill.” Alvero yang memang sebelum konferensi pers memang sudah menyiapkan semuanya bersama yang lain juga segera menanggapi perkataan James.
“Apa kalian mau meninggalkan kami berdua begitu saja?” Suara Alaya dengan nada protesnya langsung terdengar sambil mendekat ke arah mereka bersama dengan Evan.
“Lho, bukannya kalian masih harus menutup acara konferensi pers ini?” James bertanya kepada Evan dan Alaya yang terlihat begitu saja meninggalkan podium tempat dia tadi memberikan semua penjelasan tentang pernikahannya dengan Alaya di depan banyak orang.
__ADS_1
“Aku sudah menyerahkannya kepada Sam dan pihak humas istana untuk menyelesaikannya. Lagipula, setelah ini pasti berita pernikahan kami sedikit teralihkan karena akan adanya pengumuman resmi tentang pembekuan aset milik keluarga Brown dan juga info tentang kondisi duke Hugo dan duchess Kattie yang harus menjalani penyelidikan atas semua kejahatan yang pernah mereka lakukan pada kami berdua.” Evan menjawab pertanyaan James sambil melirik ke arah posisinya tadi saat berbicara dengan pers, yang sudah digantikan oleh sosok Sam dan beberapa orang yang merupakan bagian humas istana.
“Kalau begitu… tidak ada alasan lagi untuk kalian tidak bergabung dengan kami berlibur ke Renhill. Apalagi, kalian belum pergi bulan madu kan? Anggap saja ini acara bulan madu buat kalian berdua juga.” Laurel berkata dengan senyum lebar di wajahnya.
“Bulan madu untuk kami? Yang benar saja? Hanya untuk kami? Melihat kalian semua yang ada disini, aku rasa kepergian kita ke Renhill kali ini, akan menjadi waktu bulan madu ke sekian kalinya bagi kalian kecuali Leo dan Evelyn yang belum boleh menikmati madu, jadi cukup bulan di angkasa saja.” Balasan perkataan Alaya terhadap godaan Laurel kepadanya membuat Alvero langsung menggerakkan tangannya untuk menjitak kening Alaya.
“Sok tahu kamu….”
“Eh Kak, jangan meremehkan aku. Aku sekarang sudah menikah, jadi kalian sudah tidak bisa membodohiku.” Alaya berkata sambil meringis dengan tangan mengelus-elus keningnya yang baru saja dijiatak oleh Alvero, meskipun sebenarnya tidak terasa sakit karena Alvero hanya main-main saja.
“Ayolah… kita berangkat kesana. Aku sudah tidak sabar ingin memancing.” James berkata dengan nada bersemangat, disambut dengan senyuman lebar oleh yang lain dan langsung meengikuti langkah-langkah Alvero dan Deanda untuk meninggalka tempat konferensi pers.
# # # # # # #
“Evan… aku sangat bersyukur pada akhirnya semua bisa dibereskan dengan baik.” Alaya yang duduk bersandar pada tubuh Evan berkata sambil sibuk menciumi wajah Evan, membuat Evan hanya bisa diam dengan tersenyum, karena lagi-lagi tindakan Alaya yang seenaknya selalu membuat jiwa laki-lakinya terbangun.
Sayangnya saat ini mereka sedang berada di pantai Renhill dan tidak memungkinkan buat Evan untuk bisa langsung menyergap Alaya sehingga dia bisa melepaskan kerinduannya terhadap sentuhan dan keinginannya untuk menyentuh tubuh Alaya di bagian yang paling pribadi.
Alvero dan Deanda yang sedang berjalan-jalan sambil berpegangan tangan.
Dave dan Laurel yang sedang duduk berselonjor di pasir pantai.
James dan Elenora yang sedang berlayar di tengah laut sambil memancing.
Leo dan Evelyn yang sedang sibuk membangun istana pasir.
Enzo yang dengan setia menemani Melva yang sedang melukis pemandangan pantai sore itu.
Hanya Ornado dan Cladia yang tidak kelihatan, karena Ornado lebih memilih untuk menemani Cladia yang baru saja memintahkan isi perutnya ketika baru sampai di villa keluarga Enzo.
__ADS_1
“Percayalah padaku, lebih dari siapapun aku yang paling bersyukur karena kamu mau kembali padaku, setelah bertahun-tahun aku melupakanku. Terimakasih untuk kesetiaanmu, selalu menjaga cintamu hanya untukku, meskipun aku sempat menjadi pria bodoh yang begitu saja menyia-nyiakan dan melupakan cintamu.” Evan berbisik lembut sambil menikmati setiap ciuman Alaya di leher dan wajahnya, yang terus dilakukan oleh Alaya pada Evan.
“Mulai saat ini, mari kita hidup bahagia Evan. Aku akan selalu berada di sisimu, dan tidak akan membiarkan orang lain mencari kesempatan untuk bisa mencurimu dariku lagi.” Kata-kata Alaya membuat Evan dengan cepat meraih tengkuk Alaya dan mencium bibir Alaya dengan penuh perasaan cinta.
“As you wish my princess. I’ll always be your man.” (Seperti yang kamu inginkan my princess. Aku akan selalu menjadi priamu) Evan berbisik pelan di sela-sela ciumannya, sebelum akhirnya dia melanjutkan ciumannya kembali.
Sebuah ciuman yang semakin lama menjadi sebuah ciuman panas dan bergairah, membuat Eva tanpa perduli dengan yang lain tiba-tiba berdiri dari duduknya sambil mengendong Alaya di depan tubuhnya, tanpa melepaskan sedetikpun ciuman penuh hasratnya itu dari bibir.
Setelah itu, Evan langsung berjalan sambil menggendong tubuh Alaya, ke arah villa, menuju kamar mereka yang hari ini, tanpa sepengetahuan mereka berdua sudah didekor oleh Enzo dan Melva, menjadi sebuah kamar pengantin yang terlihat begitu indah, dipenuhi dengan bunga segar yang menyebarkan bau harum dan menambah suasana manis bagi pasangan pengantin baru yang sedang dimabuk cinta itu.
Meskipun mata Alvero, Deanda, Dave dan Laurel melihat apa yang dilakukan Evan pada Alaya, mereka hanya tersenyum sambil saling memandang, sebelum akhirnya mereka juga ikut menikmati kebersamaannya kembali dengan pasangan tercinta mereka.
TAMAT
Terimakasih untuk semua pembaca setia novel Another Cinderella. Akhirnya selesai juga kisah cinta Evan dan Alaya. Seperti biasanya author akan memberikan sedikit kenang-kenangan kepada 3 orang pembaca yang menempati 3 urutan teratas rangking umum hingga tgl 30 April 2023 jam 24:00.
Terimaksih untuk dukungan para pembaca untuk novel ini, sampai jumpa di novel author selanjutnya, tentang kisah cinta putri Tira dan Ernest, dengan judul My Beloved Knight. Ditunggu dukungannya di sana berupa subcribe, vote, like, komen.
Jika belum sempat mampir, silahkan mampir di karya-karya author lainnya yang juga sudah tamat:
My Wild Rose (Ornado & Cladia)
Cinta karna cinta (Dave & Laurel)
Bukan Cinderella biasa (Alvero & Deanda)
Bukan Cinderella biasa season 2 (Alvero & Deanda)
My Wild Rose season 2 (Ornado & Cladia, James & Elenora)
__ADS_1
Be My Superhero (Aaron & Chiara)