
Ada banyak hal yang langsung terbayang di benak Alaya ketika dia memikirkan sebenatar lagi akan bertemu dengan Evan kembali. Terbayang tentang apa saja yang sealma ini ingin dia lakukan berdua bersama Evan setelah mereka menikah.
Bayangan-bayangan itu sejak dulu ingin dijalani Alaya ketika dia masih dengan setia menunggu kedatangan Evan kembali di sisinya sebelum dia tahu Evan sudah melupakannya.
Bangun tidur di pagi hari saling memandang dan mengagumi satu sama lain, menikmati dan mensyukuri keberadaan pasangan mereka, menikmati makan bahkan mandi berdua, menghabiskan sore sambil bersendau gurau, berlibur romantis bersama Evan, saling mengucapkan selamat malam sebelum tidur dan saling berpelukan saat menikmati istirahat berdua di malam hari, dan banyak hal lain yang begitu ingin Alaya kerjakan bersama Evan.
Segala hal yang berbau romantis yang ingin dilakukan Alaya bersama Evan, begitu memenuhi pikirannya, tarmasuk kegiatan panas mereka, bercinta seperti tadi sore, yang tanpa sadar, membuat Alaya semakin begitu mudah merindukan Evan berada di dekatnya, merasakan kelembutan sikap Evan, mencium bau khas tubuh Evan yang baginya sangat menggoda, dan membuatnya jadi selalu merindukan bau itu sejak dia mengenalnya.
Begitu Ernest semakin mendekat ke arah pos penjagaan itu, Alaya segera berpura-pura menepuk-nepuk dan membersihkan koper berisi pakaiannya, yang sengaja dia letakkan di atas pangkuannya, sehingga membuat wajahnya tertutup sebagian dan terlihat tidak jelas bagi penjaga yang sedikit melirik ke arahnya ketika Ernest menghentikan sejenak mobil yang dikendarainya untuk melapor.
Meskipun penjaga itu begitu tahu Ernest yang sedang mengendarai mobil itu adalah orang yang tidak bisa dia cegah untuk masuk ke area itu karena statusnya sebagai seorang pengawal pribadi Alvero, raja mereka, tapi tetap saja secara normal petugas keamanan itu merasa penasaran dengan siapa yang sedang bersama Ernest dalam mobil saat ini.
Wajah Alaya yang memakai make up cukup tebal, ternyata tidak bisa mengurangi kecantikannya, sehingga penjaga pos keamanan itu merasa semakin penasaran, untung saja Alaya menggunakan pewarna rambut dengan jenis wash in wash out yang tadi sengaja disemprotkan Deanda ke rambutnya, dengan warna mencolok, membuat orang yang mengenal Alaya dengan rambutnya yang berwarna gelap tidak akan menyangka kalau wanita yang sedang bersama Ernest saat ini adalah Alaya.
(Pewarna rambut memiliki banyak jenis, ada yang jenisnya permanent, semi-permanent, dye dan masih banyak lagi. Jenis pewarna rambut wash-in wash-out termasuk pewarna rambut sementara (temporary hair color).
__ADS_1
Sesuai dengan namanya, temporary hair color, cat rambut ini adalah jenis pewarna rambut yang paling cepat pudar. Cara kerja cat rambut ini hanya melapisi batang rambut saja, makanya jenis pewarna ini lebih direkomendasikan buat kamu yang masih mau mencoba-coba warna rambut yang berbeda.
Selain dikenal sebagai temporary hair color, produk ini juga dikenal sebagai wash-in wash-out hair color, artinya warna ini akan langsung hilang ketika keramas atau dibilas dengan air hangat. Namun ada juga temporary hair color yang baru akan hilang setelah beberapa kali keramas, biasanya cat rambut sementara yang lebih awet ini berbentuk cream, sedangkan yang wash in wash off berbentuk hair spray).
Melihat gelagat itu, dengan cepat Ernest langsung melajukan kembali mobilnya agar petugas keamanan itu tidak memiliki kesempatan untuk lebih teliti mengamati sosok Alaya.
Wajah penasaran petugas keamanan tersebut hanya bisa digantikan dengan wajah pasrah begitu melihat mobil yang dikendarai oleh Ernest melaju dengan kecepatan cukup tinggi ke arah tempat parkir yang berada di lantai paling atas, dan terbuhung langsung dengan penthouse milik Alvero yang memang letaknya di bagian paling atas gedung, yang luasnya hampir menyerupai sebuah mansion, karena memang menggunakan hampir seluruh luasan atap bangunan gedung perkantoran Adalvino yang luasnya mencapai lebih dari 1 hektar.
"Sepertinya duke Evan dan Erich sudah sampai terlebih dahulu daripada kita." Ernest berkata begitu melihat sebuah mobil terparkir yang tadinya memang dikemudikan oleh Erich untuk menjemput Evan.
Begitu Ernest sudah memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil yang tadi dikendarai oleh Erich, Ernest dengan cepat membuka pintu dan keluar dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Alaya yang langsung keluar dengan pakaian penyamarannya sebagai pelayan istana.
"Silahkan Duchess Alaya...." Dengan sikap hormat dan sopan, sambil menyebutkan status baru Alaya, Ernest mempersilahkan Alaya untuk mengikutinya.
Jika melalui jalan yang biasanya, Alaya sudah hafal dan tidak perlu bantuan Ernest untuk menunjukkan jalannya.
__ADS_1
Akan tetapi karena kali ini mereka melalui jalur yang bukan biasanya, Alaya sedikit bingung dan harus mengikuti langkah-langkah Ernest, karena jujur saja, meskipun pernah mengunjungi penthouse milik Alvero, tapi Alaya belum pernah mengelilingi seluruh bangunan penthouse yang baginya sangat luas itu.
Apalagi saat Alaya berkunjung, dia hanya akan mampir sebentar saja dan tidak pernah menginap disana.
Setelah status putri Gracetian kembali padanya, Alaya lebih sering menghabiskan waktu di istana daripada di luar, karena Larena maupun Vincent tidak mengijinkannya terlalu lama berpisah dari mereka.
Apalagi Vincent masih ingin lebih mengenal putrinya yang lama jauh darinya itu, dan tidak rela jika harus berjauhan dari putri yang dulu sebelum Larena menghilang, begitu dia inginkan kehadirannya di tengah-tengah keluarga mereka.
Alaya yang sempat beberapa kali mampir di penthouse Alvero, masih saja menatap dengan kagum begitu memasuki area penthouse tersebut, meskipun dari sisi yang berbeda dari biasanya.
"Selamat malam Duchess Alaya..." Erich yang baru saja melangkah menuju pintu yang digunakan Alaya dan Ernest datang langsung memberikan salam penghormatan dan mengucapkan salam kepada Alaya, meskipun tadi Erich sempat diam terpaku beberapa saat melihat penampilan Alaya yang membuatnya tidak mengenali wanita cantik itu.
Tapi karena Erich tahu tentang rencana kedatangan Alaya bersama Ernest dalam penyamarannya, membuat Erich bisa menebak dengan pasti bahwa wanita cantik itu adalah Alaya yang sekarang statusnya sudah berubah menjadi seorang duchess.
"Ah ya... selamat malam Erich...." Alaya segera menjawab sapaan Erich dan menggerakkan tangannya tanda menerima salam penghormatan Erich padanya.
__ADS_1
"Mmmm... di mana duke Evan sekarang? Apa dia tadi jadi datang bersamamu?" Dengan wajah penasaran, dan mata mulai mengitari seklilingnya mencari sosok Evan, Alaya bertanya kepada Erich sebuah pertanyaan yang membuat Ernest tersenyum kecil, melihat bagaimana Alaya yang selama ini memang dikenalnya sebagai putri yang sembrono yang tidak sabaran, terlihat tidak sabar untuk bertemu dengan kekasih hatinya.