Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
MENGIKUTI PERMAINAN ALAYA


__ADS_3

"Ah, begitu ya. Kalau begitu, saya akan kembali ke tempat saya. Jika Duke Evan atau Putri Alaya membutuhkan sesuatu, silahkan hubungi saya. Apa Putri Alaya mau dimasakkan bubur agar batuknya tidak bertambah parah?" Nyonya Rose berkata sambil memandang ke arah Alaya yang sebenarnya paling benci yang namanya bubur.


Karena dalam otak Alaya selalu berpikir bahwa bubur adalah makanan untuk orang sakit, yang meskipun dalam kondisi sakit, Alaya tetap tidak mau makan bubur yang menurutnya justru membuatnya ingin muntah.


Tapi mengingat saat ini dia sedang bersandiwara, Alaya berniat menyatakan persetujuannya untuk makan bubur, supaya Evan juga semakin yakin bahwa dia memang sakit.


Kalau mau bersandiwara harus dengan totalitas penuh agar aktingnya sempurna. Lagipula, aku akan sangat malu kalau sampai ketahuan aku sedang berbohong sekarang.


Alaya berkata dalam hati dan berusaha keras untuk menghindar dari tatapan mata Evan yang sedari tadi dia tahu terus mengamatinya, tidak melepaskan pandangan mata sedikitpun darinya.


"Eh, ya Nyo...."


"Tidak perlu menyiapkan bubur Nyonya Rose. Biar nanti aku saja yang mengatur makanan untuk putri Alaya. Toh, sekarang masih siang, belum waktunya untuk makan malam." Tanpa persetujuan dari Alaya, Evan langsung memotong perkataan Alaya, sambil memandang ke arah nyonya Rose yang langsung menganggguk setuju.


Tunggu dulu... apa-apaan ini? Kenapa dengan sok tahunya dia mengatur semua hal tentang aku? Tadi mau menjagaku, sekarang mengatur masalah makananku? Wah, aku benar-benar sial hari ini karena dia datang di saat yang tidak tepat. Padahal daripada tidak makan sama sekali, masih lebih baik aku makan bubur dari nyonya Rose.


Alaya yang sedari tadi sibuk mengatur rencana untuk membatalkan acara besok pagi, memang tidak sempat makan siang, sehingga cacing di perutnya sekarang mulai memberontak dan membuat perutnya terasa melilit karena mulai merasakan lapar.

__ADS_1


Apalagi pikirannya yang kencang sepanjang pagi tadi membuat energinya cukup terkuras, dan sekarang mulai merasakan lapar yang menyerang, apalagi stress yang dialaminya karena begitu ingin membatalkan pertemuan besok.


(Saat sedang stres, tubuh akan mengeluarkan hormon stres yang bernama kortisol. Ketika jumlah hormon ini meningkat, tubuh akan mengalami berbagai efek yang salah satunya adalah peningkatan nafsu makan dan rasa lapar. Hormon itu, memicu timbulnya rasa lapar dan craving alias ketagihan.


Kortisol adalah hormon yang diproduksi pada kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal sendiri merupakan penghasil hormon yang berada di atas ginjal. Kortisol kemudian akan dilepaskan ke dalam darah dan dialirkan ke seluruh tubuh.


Kondisi kejiwaan yang sedang stres juga membuat mekanisme lapar-kenyang terganggu. Saat kita makan saat stres, tubuh sulit mengirimkan sinyal ke otak. Itu disebut dengan gangguan feedback mechanism.


Banyak pikiran atau terlalu sering berpikir keras lebih cepat mendatangkan rasa lapar. Saat berpikir, tubuh juga membutuhkan energi yang berasal dari gula dan karbohidrat. Otak memang membutuhkan asupan gula dan karbohidrat agar lebih fokus berpikir.


Kortisol berperan dalam mengendalikan metabolisme, yaitu seluruh proses kimiawi yang terjadi pada tubuh manusia. Karena itu, kortisol adalah hormon yang bertugas menjalankan hal-hal berikut ini: Mengatur kadar gula darah, melawan peradangan dalam tubuh, mempengaruhi pembentukan ingatan, mengendalikan keseimbangan garam dan air dalam tubuh, menyesuaikan tekanan darah dengan kondisi tubuh, membantu perkembangan janin pada ibu hamil).


"Aku rasa putri Alaya juga belum ingin makan sesuatu sekarang. Lebih baik dia banyak beristirahat dan menenangkan pikirannya untuk persiapan acara besok." Evan kembali menyatakan pendapatnya, yang mau tidak mau diiyakan oleh nyonya Rose yang memang tahu bagaimana pentingnya acara pertemuan besok.


Sebuah acara pertemuan dua keluarga besar dan terkuat di Gracetian, yang baru pertama kalinya dalam sejarah Gracetian, bertemu untuk membicarakan rencana pernikahan dari keturunan kedua belah pihak keluarga itu.


Menenangkan pikiran untuk persiapan acara besok? Ynag benar saja duke Evan! Justru karena adanya acara itu pikiranku jadi tidak tenang! Rasanya ingin aku cakar saja wajah tampan duke Evan yang seperti malaikat itu!

__ADS_1


Alaya kembali mengomel dalam hati karena perkataan dari Evan kepada nyonya Rose.


Dan celakanya, tanpa memikirkan ada yang salah dengan Alaya atau bagaimana kondisi Alaya sekarang, nyonya Rose menganggap semua perkataan Evan itu harus dia dukung sepenuhnya.


"Kalau begitu, saya permisi dulu Duke Evan. Putri Alaya harus banyak beristirahat sekarang, dan saya tidak ingin menggunggunya. Selamat siang, selamat beristirahat." Nyonya Rose berkata sambil memberikan salam penghormatan kepada Evan sebelum akhirnya mundur selangkah, lalu berjalan keluar dari kamar Alaya.


Please... nyonya Rose jangan pergi. Jangan tinggalkan aku sendirian bersama duke Evan... jangan pergi.... please....


Dengan pandangan mata memohon, Alaya berkata dalam hati, berharap nyonya Rose melihat kode darinya.


Sayangnya nyonya Rose yang tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Alaya tetap melangkah pergi tanpa beban, dan justru merasa senang melihat bagaimana perhatiannya evan pada Alaya dan berpikir Alaya pasti bahagia mendapatkan seorang suami yag begitu perhatian dengannya.


Sikap Alaya, juga gerak-gerik Alaya yang tidak luput dari pengamatan Evan, sekecil apapun itu, hampir saja membuat Evan tertawa geli, tapi Evan berusaha keras untuk menahan agar hal itu tidak terjadi, agar dia bisa mengikuti permainan yang sedang dilakukan oleh Alaya sekarang ini.


My princess... benar-benar menggemaskan semua tingkah lakumu hari ini. Apa yang sebenarnya kamu pikirkan dengan melakukan tindakan konyol seperti hari ini. Kita lihat saja siapa yang pada akhirnya tetap bertahan. Yang pasti, aku semakin tidak ingin melepaskanmu dan semakin ingin segera memilikimu.


Evan berkata dalam hati sambil sedikit menggerakkan wajahnya ke samping untuk menyembunyikan bibirnya yang sedang mengulum senyum geli.

__ADS_1


__ADS_2