Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERMINTAAN ALAYA


__ADS_3

“Tidak! Tidak Duke Evan!” Tanpa sadar, Alaya langsung menjawab pertanyaan Evan dengan nada suara terdengar sedikit tinggi, lalu langsung terdiam dengan tubuh tersentak kaget begitu menyadari bahwa apa yang baru saja dilakukannya pada Evan, merupakan salah satu bentuk tindakan tidak hormat pada orang yang lebih tinggi kedudukannya, apalagi seorang duke yang bahkan bisa langsung menunjukkan jari ke arahnya dan memerintahkan untuk menghukum tindakan kurang ajarnya saat ini juga.


“Maaf… maafkan saya Duke Evan, maksud saya, tidak… bukan kak Alve… eh, maksud saya bukan yang mulia Alvero yang mengutus saya untuk menemui Duke Evan. Kedatangan saya bukan atas perintah yang mulia Alvero.” Tanpa sadar, Evan langsung tersenyum geli mendengar bagaimana Alaya meminta maaf padanya setelah menyadari sikap tidak sopannya karena berani mengucapkan kata-kata dengan nada tinggi padanya barusan.


Sebenarnya, tindakan Alaya barusan memang boleh dibilang sangat tidak sopan padanya yang merupakan seorang duke, apalagi Alaya melakukannya di wilayah yang merupakan kekuasaannya, tapi entah kenapa, Evan tidak merasa ada yang salah, dan tidak merasa keberatan dengan sikap Alaya barusan, karena dia yakin pada dasarnya, Alaya melalukan itu bukan karena ingin menunjukkan sikap kurangajarnya, tapi lebih pada ketidaksengajaan.


“Kalau begitu… apa kedatangan Putri karena ada urusan pribadi denganku?” Evan yang biasa menghadapi banyak orang dengan berbagai tipe, membuat laki-laki itu sedikit banyak memiliki kemampuan untuk bisa menebak jalan pikiran seseorang melalui sikap dan tindakan mereka.


Mau tidak mau, pertanyaan Evan, membuat Alaya sedikit melongo, karena melihat Evan yang sepertinya bisa menebak jalan pikirannya.


“Eh… anu… Duke Evan… sebenarnya, saya ingin memohon sesuatu pada Duke Evan….Saya sedang membutuhkan bantuan dari Duke Evan.” Jawaban dari Alaya membuat Evan sedikit mengernyitkan dahinya, dan membuatnya merasa penasaran, kenapa Alaya yang merupakan adik dari Alvero, raja Gracetian tiba-tiba membutuhkan bantuannya.


“Katakan saja Putri, jika memang aku bisa membantu, aku akan berusaha untuk membantu Putri sebisa yang aku bisa.” Evan berkata dengan sikapnya yang tetap terlihat tenang dan elegan, membuat Alaya sedikit menghela nafas lega begitu melihat sikap Evan yang tidak menunjukkan tanda-tanda tersinggung.

__ADS_1


“Ah… ya Duke Evan, terimakasih sebelumnya, sebenarnya saya… ingin meminta bantuan Duke Evan, untuk… menolak rencana perjodohan yang akan disampaikan oleh yang mulia Alvero….” Kali ini kerutan di wajah Evan langsung bertambah begitu mendengar perkataan dari Alaya.


“Tunggu dulu… apa maksud perkataan dari Putri Alaya? Apa yang mulia Alvero….” Evan menghentikan perkataannya sejenak, karena dia juga tidak ingin apa yang akan ditanyakan kepada Alaya adalah sesuatu yang ternyata tidak benar.


“Berencana menjodohkan kita berdua?” Akhirnya Evan melanjutkan kata-katanya dengan suara sedikit ragu, karena apa yang baru saja ditanyakannya, murni dari  pemikiran dia saja.


Wah… kemampuan duke Evan menebak pikiran orang benar-benar hebat… pantas saja dia diberi kepercayaan untuk memimpin pasukan Gracetian….


Tanpa sadar Alaya memandang ke arah Evan dengan tatapan kagum sambil berkata dalam hati.


Apa yang mulia Alvero serius dengan keputusannya? Padahal yang mulia Alvero jelas-jelas tahu kalau aku pernah begitu menyukai permaisuri Deanda. Kenapa yang mulia Alvero justru ingin menarikku untuk mendekat ke istana dengan menikahi adik kandungnya?


Evan langsung berkata dalam hati dan mencoba menerka apa yang sedang direncanakan Alvero, kenapa raja Gracetian itu ingin dia menikahi adik kandungnya, sehingga membuat aksesnya untuk memasuki istana semakin lebar.

__ADS_1


Dan itu artinya, akan ada lebih banyak waktu, dimana Evan akan lebih sering untuk bertemu dengan Deanda.


Mengingat bagaimana sikap pencemburu akut Alvero dan juga over protectifnya, membuat Evan sedikit bertanya-tanya tentang rencana Alvero itu.


Atau mungkin yang mulia Alvero ingin memanfaatkan aliansi pernikahan ini untuk memperkuat posisinya sebagai raja Gracetian? Kalaupun seperti itu, kenapa harus sekarang yang mulia melakukan itu? Bukannya putri Alaya masih terlalu muda untuk dipaksa menikah sekarang? Apa ada hal lain yang sebenarnya sudah terjadi?


Evan kembali bertanya-tanya dalam hati.


“Karena itu saya mohon untuk Duke Evan bisa menolak rencana perjodohan itu.” Alaya kembali melanjutkan bicaranya.


“Menurut Putri Alaya, kenapa aku harus menolak rencana perjodohan itu? Apa ruginya bagiku menerima perjodohan itu?” Entah kenapa, tiba-tiba saja Evan ingin menggoda Alaya dengan melontarkan pertanyaan seperti itu.


Pertanyaan Evan cukup membuat Alaya kaget dan langsung memaksa dirinya untuk berpikir dengan cepat agar bisa menjawab pertanyaan Evan dengan sebaik mungkin agar Evan benar-benar setuju untuk menolak perjodohan itu.

__ADS_1


“Seperti yang Duke Evan tahu, kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya.  Bukankah seharusnya untuk orang yang akan menikah harus saling mengenal satu sama lain dengan baik? Di negara kita perceraian masih dianggap tabu, apalagi untuk para kaum bangsawan yang biasanya menjadi sorotan masyarakat. Belum lagi, meskipun status saya sekarang adalah putri Gracetian, duke Evan tahu dengan jelas kalau selama lebih dari dua puluh tahun saya tinggal di luar negeri, dan tidak mengenal adat istiadat kerajaan Gracetian dengan baik. Kalau dua orang tidak saling mengenal dan memiliki kebiasaan hidup yang berbeda seperti kita dipaksa untuk menikah, bukannya itu akan menjadi masalah besar? Kita berdua akan sama-sama tidak bahagia. Bukankah penjelasan saya sangat masuk akal?” Alaya berkata dengan mencoba bersikap untuk lebih percaya diri di hadapan Evan yang sedang fokus menatap ke arahnya tanpa berkedip.


Mendengar perkataan Alaya yang tiada henti seperti cerobong gerbong kereta api, hampir saja membuat Evan tertawa terbahak-bahak karena itu.


__ADS_2