Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
NASIB BURUK ALAYA HARI INI


__ADS_3

Sosok pria tampan dengan tubuh atletis dan juga rambut hitam legamnya, tampak langsung tersenyum ramah ke arah Alaya begitu melihat gadis cantik itu menoleh ke arahnya.


Putra mahkota Hector Adrojan?


Alaya langsung berusaha menebak dalam hati, siapa laki-laki tampan yang sedang berdiri di hadapannya dan sedang tersenyum ke arahnya itu.


Cantik… sangat cantik…. Kalau aku bisa mendapatkannya sebagai istriku dan membawanya ke kerajaan Crownhill, dia akan menjadi salah satu putri yang menjadi kebanggaan kerajaan Crownhill di masa depan. Eh, tapi kenapa seorang putri seperti Alaya, tiba-tiba ada di tempat ini. Dan sepertinya sedang sendirian saja?


Hector berkata dalam hati sambil menatap Alaya dengan pandangan mata yang tidak bisa menyembunyikan rasa senang sekaligus kagumnya pada Alaya.


Putri Alaya Adalvino, beruntung sekali aku bisa bertemu dengannya di sini, padahal kemarin aku yang sangat ingin bertemu dengannya di istana harus kecewa karena yang mulia Alvero mengatakan dia sedang ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan.


Hector kembali berkata dalam hati tanpa bisa mengalihkan pandangan matanya dari Alaya, sehingga untuk beberapa saat dia tampak temenung, diam di tempatnya seperti patung.


Wah! Kenapa aku benar-benar sial hari ini? Bisa-bisanya bertemu dengan putra mahkota Hector. Setelah berhasil menghindari Krisis, melarikan diri dari kediaman duke Evan, kenapa sekarang aku justru bertemu dengan putra mahkota Hector? Apa ada yang salah dengan diriku ya? Kenapa beberapa waktu ini nasib buruk sepertinya senang sekali mengikutiku.


Alaya mengomel dalam hati sambil terus menebak apa benar yang sedang ada di hadapannya saat ini adalah Hector Adrojan.


Di belakang Hector, tampak puluhan orang sedang mengikutinya dan beberapa diantara puluhan orang itu tampak bersikap siaga, dengan tampilan mengenakan setelan jas berwarna hitam dan mengenakan earpiece di telinganya, ciri khas yang menunjukkan mereka adalah para petugas keamanan atau pengawal.

__ADS_1


Hal itu membuat Alaya semakin yakin bahwa tebakannya tentang siapa pria yang sedang berdiri di depannya saat ini pasti tidak salah, yaitu putra mahkota dari kerajaan Crownhill, yang memang sedang datang berkunjung ke Gracetian, bahkan kemarin sempat bertemu dengan Alvero dan Deanda di istana Gracetian.


Jika saat ini Hector tampak senang bertemu dengan Alaya, sebaliknya dengan Alaya yang awalnya ingin mencari hiburan dengan mengunjungi mall Tavisha, akhirnya justru merasa begitu sial bisa bertemu dengan Hector di saat yang tidak tepat seperti sekarang ini.


“Ah, kita belum pernah bertemu sebelumnya, meskipun kemarin aku berpikir  di istana Gracetian akan menjadi kesempatan untuk bertemu Tuan Putri Alaya. Tapi ternyata takdir membawa kita bertemu di tempat ini, bukan di istana.” Hector berkata sambil mengulurkan tangannya dengan tubuh sedikit membungkuk di depan Alaya yang mau tidak mau akhirnya mengulurkan tangannya ke atas telapak tangan Hector yang terbuka ke atas.


Begitu Alaya mengulurkan tangan ke arahnya meskipun terlihat dengan sikap ragu, Hector langsung meraih tangan Alaya dengan jari-jari lentiknya itu, dan langsung menganggkatnya ke atas, untuk kemudian dia bisa mencium punggung telapak tangan Alaya, sebagai tanda kekagumannya atas Alaya, dan juga untuk menunjukkan sopan santunnya saat bertemu dengan putri keturunan bangsawan.


“Hector Adrojan. Semoga Putri Alaya mengenal namaku.” Sambil mencium punggung telapak tangan Alaya dengan hidung mancungnya, Hector memperkenalkan diri pada Alaya yang terlihat meringis menahan rasa geli dan tidak nyaman karena apa yang dilakukan oleh Hector pada tangannya.


“Ah, ya… pasti begitu. Siapa yang tidak mengenal putra mahkota kerajaan Crownhill seperti Anda.” Alaya berkata dengan sikap kikuk, dan segera menarik tangannya dari Hector yang kebatulan sudah menjauhkan hidungnya dari tangan Alaya dan kembali menatap ke arah Alaya.


Bahkan dengan berusaha untuk tidak diketahui oleh siapapun, Alaya langsung mengusap-usap punggung telapak tangannya ke t shirt yang dikenakannya, di bagian punggungnya, seolah-olah ingin segera menghilangkan bekas ciuman Hector di sana sebersih mungkin.s


“Bagus kalau begitu… mungkin Putri Alaya bisa membantuku menjadi seorang guide. Aku belum familiar dengan jalan-jalan di kota Tavisha. Dan pastinya Putri Alaya yang lebih mengenal kota ini, bisa menunjukkan tempat-tempat indah yang bisa aku kunjungi di sekitar sini.” Dengan percaya dirinya, Hector langsung berusaha untuk menahan Alaya agar tetap berada di dekatnya untuk waktu yang lebih lama lagi.


“Ah, maaf Putra Mahkota Hector, seperti yang Anda tahu, aku juga belum lama tinggal di kota Tavisha. Dari lahir hingga dewasa aku lebih banyak menghabiskan waktuku di luar negeri. Jadi menjadikanku sebagai guide bukanlah keputusan yang bagus.” Sambil tersenyum dengan dipaksakan, Alaya segera berusaha menolak keinginan Hector untuk terus berada di dekat laki-laki itu.


“Tidak masalah Putri Alaya, justru mungkin kita bisa bersama-sama menikmati keindahan kota ini?” Dengan senyum tetap tersungging di wajahnya, Hector berkata kepada Alaya dengan sikap penuh harap yang justru membuat Alaya menjadi ingin cepat-cepat melarikan diri dari tempat itu.

__ADS_1


Haist…. Kenapa akhir-akhir ini semua pria yang ada di sekitarku rasanya menyebalkan semua. Niat hati ingin menyegarkan pikiran setelah duke Evan membuatku hampir terkena tekanan darah tinggi dengan perbuatannya padaku, sekarang justru putra mahkota Hector terus memancing emosiku.


Alaya berkata dalam hati dengan berusaha keras untuk tidak menunjukkan rasa kesalnya agar dia tetap bisa terlihat menghormati lawan bicaranya, apalagi saat ini yang sedang berbicara padanya adalah putra mahkota dari kerajaan lain.


“Ah… mohon maaf sekali Putra Mahkota Hector, sebenarnya aku sudah ada janji penting bersama dengan permaisuri Deanda.” Alaya berusaha berkata dengan nada suara setenang mungkin.


Maaf kak Deanda, aku terpaksa menggunakan namamu untuk menyelamatkan diri…


Alaya berkata dalam hati dengan sikap bersiap untuk segera kabur dari hadapan Hector.


“Putri Alaya, demi menghormati tamu yang datang dari jauh, tidak bisakah Putri Alaya pergi bersamaku. Apalagi saat ini aku lihat Putri sedang sendirian. Aku bisa mengantar Putri kemanapun Putri ingin pergi….”


“Ist… bagaimana seorang putra mahkota bisa memaksa seorang putri negara lain untuk menemaninya berlibur?” Sebuah suara teguran yang jelas-jelas ditujukan untuk Hector, membuat Hector maupun Alaya langsung menoleh ke asal suara itu.


Sosok Christopher yang berjalan mendekat ke arah mereka, membuat wajah Hector langsung berubah, menunjukkan wajah tidak senang, sedang Alaya langsung menghela nafas panjang.


Mimpi apa aku tadi malam sehingga bisa-bisanya bertemu dengan dua orang yang perilakunya sungguh membuatku tidak nyaman dan menjadi seperti orang paling sial di dunia ini. Ada apa dengan mall Tavisha? Kenapa menjadi tempat berkumpulnya orang-orang aneh ini?


Alaya berkata dalam hati sambil mengggaruk-garuk salah satu alisnya.

__ADS_1


__ADS_2