Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RASA PERCAYA ALVERO PADA EVAN


__ADS_3

Mendapatkan serangan mendadak dari Alvero seperti itu, Deanda hanya bisa mengulum senyum, karena dia sadar dia sendiri yang sudah memancing libido sang suami barusan.


"Masih mau lagi?" Bukannya jera, tiba-tiba Deanda kembali meraih potongan apel berikutnya, dan menggigitnya, lalu mengarahkan wajahnya ke wajah Alvero yang langsung tertawa, lalu mengambil potongan apel itu dari mulut Deanda.


Kali ini Alevero mengambilnya dengan tangannya, bukan bibirnya lagi, dan raja muda itu segera mengunyah apel itu sambil tersenyum lebar dengan wajah bahagianya, dengan tangannya yang lain masih berkelana kesana kemari pada tubuh Deanda.


# # # # # # #


"Apa semua sudah siap untuk acara besar kita besok my Al?" Alvero yang sudah membersihkan mulutnya dari bekas makanan yang dia nikmati siang ini langsung memandang ke arah Deanda karena pertanyaan permaisurinya itu.


"Tenang saja, semua sudah diaturkan dengan baik, karena pertemuan antara keluarga Carsten dan keluarga Adalvino untuk membahas pernikahan antara dua keluarga ini, baru kali ini terjadi dalam sejarah sejak berdirinya kerajaan Gracetian." Deanda langsung tersenyum mndengar itu, ikut bahagia karena Evan maupun Alaya akhirnya bisa dipertemukan untuk bisa menjadi pasangan.


"Benar. Selama ini meski keluarga Adalvino dan keluarga Carsten merupakan dua keluarga hebat dalam sejarah Gracetian, tidak pernah diantara keturunan dua keluarga besar itu terikat pada sebuah pernikahan." Kata-kata Deanda membuat Alvero langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Itu akan membuat sejarah baru dalam kerajaan Gracetian, dan pasti akan menjadi berita besar bagi rakyat. Di sisi lain, rakyat akan merasa semakin tenang, karena dengan masuknya kelaurga Carsten ke lingkungan istana, itu menunjukkan dukungan penuh keluarga Carsten kepada keluarga Adalvino." Alvero berkata sambil menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Semua orang akan diuntungkan, baik keluarga Adalvino, keluarga Carsten, maupun rakyat yang akan semkin merasa damai dengan bersatunya dua keluarga besar di Gracetian ini." Alvero melanjutkan kata-katanya.


"Tapi sebenarnya my Al... aku sedikit khawatir dengan Alaya. Dia sepertinya tidak terima dengan rencana perjodohan ini. Aku takut dia akan melakukan hal bodoh yang bisa mencoreng nama baik keluarga Adalvino maupun keluarga Carsten." Deanda yang sedari awal tahu bagaimana sikap Alaya yang menentang kerasa rencana perjodohan ini langsung mengungkapkan kekahwatirannya.


"Dia pasti akan bertindak bodoh, aku berani memastikan karena aku tahu betul sifat Alaya yang memang tidak mudah untuk mengalah dan menurut saat dia tidak suka dengan itu." Mata Deanda sedikit terbeliak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Alvero dengan sikap tenang, padahal yang dibicarakan oleh Alvero adalah tentang sesuatu hal yang bisa saja memalukan dan bisa merusak nama baik kedua keluarga besar Adalvino dan Carsten.


"My Al... kenapa kamu terlihat begitu tenang padahal kamu juga sudah memperkirakan kalau Alaya mungkin akan berbuat nekat karena rencana perjodohan yang tidak diinginkannya ini?" Alvero langsung menaikkan salah satu sudut bibirnya mendengar pertanyaan dari Deanda, membentuk sebuah senyum menyeringai.


"Senekat apapun Alaya, yang dia hadapi adalah Evan Carsten, orang yang tidak akan mudah untuk dilawannya. Tenang saja, Evan pasti bisa menghadapi Alaya. Evan sendiri yang meminta padaku untuk ke depannya, dia sendiri yang akan menyelesaikan masalah yang timbul antara dia dan Alaya. Yakinlah dengan kemampuan Evan yang dalam strategi perangnya tidak pernah terkalahkan oleh siapapun." Meski Deanda merasa belum tenang, tapi keyakinan yang ditunjukkan Alvero membuat Deanda tidak membahas tentang hal itu lagi.


Deanda berkata dalam hati, berharap kalau kekhawatirannya tidak akan terjadi.


Evan... aku harap kamu benar-benar bisa menghadapi Alaya dengan baik. Tapi seperti kata yang mulia, kamu pasti bisa melakukannya. Apalagi kamu orang yang sangat baik. Aku harap kamu tetap bersabar dalam menghadapi Alaya. Aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua.


Deanda kembali berkata dalam hati, dan mulai berpikir positif tentang hubungan Evan dan Alaya di masa depan, apalagi Deanda yakin pemikiran Alvero yang memang memiliki insting yang kuat sebagai seorang pemimpin boleh dikata selama ini tidak pernah meleset.

__ADS_1


(Naluri atau insting adalah suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tetapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun. Arti insting di KBBI adalah: pola tingkah laku yang bersifat turun-temurun yang dibawa sejak lahir; naluri; garizah.


Memang, instinct dan intuition hampir sama artinya. Tetapi dengan feeling, sedikit berbeda, karena feeling lebih ke arah perasaan. Perasaan di sini adalah seperti iba, sedih, dan lain sebagainya. Sementara instinct lebih mengarah ke basic behavior, sleeps under its deepest heart


Menurut teori motivasi, naluri ataupun insting dimiliki oleh hampir semua organisme dengan kecenderungan biologis yang membantu mereka untuk dapat bertahan hidup. Teori ini sendiri menunjukkan naluri ini mendorong semua perilaku.


Insting merupakan pola perilaku yang diarahkan dengan bawaan dan tujuan yang bukan hasil belajar atau pengalaman. seperti contoh burung yang memiliki kebutuhan bawaan untuk bermigrasi sebelum musim dingin untuk tetap bisa mendapatkan makanan).


“My Al, apa Alaya….” Deanda langsung menghentikan bicaranya begitu mendengar nada panggilan telepon dari handphone Alvero yang membuat Deanda langsung melirik ke arah layar handphone Alvero yang ada tepat di depannya, di atas meja makan.


“Panjang umurnya….” Deanda langsung berkomentar pendek sambil tersenyum begitu melihat siapa yang sedang berusaha menghubungi Alvero.


“Hallo Alaya….” Alvero yang melihat siapa yang sedang menyela waktu makan siangnya bersama dengan Deanda, langsung menerima panggilan telepon dari adik semata wayangnya itu.


“Kak… uhuk… uhuk….” Alaya berkata sambil terbatuk-batuk, membuat Alvero langsung mengernyitkan keningnya, karena merasa heran kenapa tiba-tiba suara Alaya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2