
“Evan….” Akhirnya hanya itu kata-kata yang bisa diucapkan Danella pada Evan yang sedang menatap ke arahnya.
“Ma… aku sungguh ingin menikahi Alaya, apapun yang terjadi. Meskipun saat ini, mungkin belum ada aku di hatinya. Tapi di saat yang sama, aku juga takut, apa yang akan aku lakukan ini menyakiti hati Alaya. Aku ingin dia selalu bahagia.” Evan berkata sambil melirik ke arah Alaya.
“Mama tahu, kondisi saat ini, membuat aku harus segera memutuskan apa yagn harus aku lakukan tentang hubungan kami. Bukan saja putra mahkota Christopher dan putra mahkota Hector, aku mendengar info bahwa duke Hugo yang sedari duu sangat berambisi untuk bisa masuk ke istana, sepertinya sedang merencanakan sesuatu agar dia bisa menikahi Alaya….” Evan terdiam sejenak.
“Ketika dulu masih ada putri Desya, aku sempat mendengar bahwa dia juga berusaha mendekati putri Desya. Hanya saja, seperti yang pernah diceritakan Deanda pada kita, putri Desya sejak dulu justru sangat terobsesi dengan yang mulia Alvero, sehingga tidak pernah menanggapi keberadaan duke Hugo. Dan duke Hugo mungkin tidak terlalu serius waktu itu karena putri Desya bukan putri dari keluarga Adalvino, yang pastinya, dengan menikahi Desya, belum tentu dia mendapatkan keuntungan dan posisi penting seperti jika dia berhasil menikahi Alaya.” Evan melanjutkan bicaranya
“Berita yang menghebohkan, yang membuat rakyat bertanya-tanya tentang hubunganku dengan Alaya, aku yakin itu sengaja disebarkan oleh pihak duke Hugo. Seperti yang Mama tahu, dia begitu membenci keluarga Carsten. Dan dibandingkan dengan putra mahkota Christopher maupun putra mahkota Hector, duke Hugo justru lawan yang lebih membahayakan, karena dia orang Gracetian seperti kita.” Mendengar pernjelasan Evan, Danella sungguh berharap anak semata wayangnya itu benar-benar dijauhkan dari orang-orang berhati licik seperti itu.
“Aku harus benar-benar selalu siaga dan mencari info sebanyak-banyaknya tentang kekuatan dan koneksi duke Hugo agar dia tidak memiliki kesempatan untuk menjatuhkan keluarga Carsten. Dan jika dia melihat ada sesuatu yang mencurigakan tentang hubunganku dan Alaya, dia pasti akan memanfaatkan itu untuk menjauhkan kami dan merebut Alaya dariku.” Evan berkata pelan, sambil melirik ke arah Alaya dengan tatapan mata yang terlihat begitu lembut, tidak bisa menyembunyikan rasa cintanya pada gadis itu.
“Tapi jika kami menikah, dan dengan aturan istana Gracetian, apapun yang dilakukakan Hugo, dia tidak akan bisa lagi memisahkan kami berdua.” Evan berkata sambil menghela nafasnya, tanpa mengalihkan tatapan matanya dari sosok calon istri yang sangat didambakannya itu.
__ADS_1
Danella yang begitu mengenal Evan, bisa melihat dengan jelas bagaimana Evan yang menatap Alaya dengan penuh rasa cinta itu, dan itu membuat hatinya ikut galau tentang pertanyaan Evan, apakah dia tidak boleh menerima apa yang ditawarkan Alvero untuk segera menikahi Alaya meskipun gadis itu masih belum sadarkan diri, meskipun bagi Danella hal itu terasa tidak nyaman di hatinya.
“Evan… untuk kali ini… mama rasa, mama tidak bisa memberikan ide atau solusi terhadap hubunganmu dengan Alaya. Pikirkan baik-baik malam ini baik buruk semua kemungkinan yang akan terjadi akibat keputusanmu besok. Ikuti suara hatimu, karena semuanya, ke depannya, kamu juga yang akan menanggungnya, bukan orang lain. Kali ini, mama tidak akan ikut campur dalam kamu mengambil keputusan, karena mama yakin kamu bisa menetapkan yang terbaik.” Danella berakta sambil memijat lembut bahu Evan yang langsung meraih tangan mamanya dan menggenggamnya dengan erat.
Seolah dengan melakukan itu, Evan mendapatkan kekuatan bagi dirinya untuk membuat keputusan yang tepat.
“Terimakasih untuk dukungan dan kepercayaan Mama padaku.” Evan berkata pelan sambil menggerakkan kepalanya ke samping, mencium dengan lembut tangan Danela yang ada di bahunya.
Melihat itu, Danella hanya bisa terdiam sambil menarik nafas panjang, karena sebagai orang yang membesarkan dan merawat Evan, Danella sudah bisa menduga hasil dari pemikiran Evan tentang penawaran Alvero…. Evan pasti menerima penawaran itu dengan berbagai pertimbangan yang dikatakannya tadi.
My princess… maaf jika saat terbangun keputusanku akan membuatmu marah dan semakin membenciku, tapi aku harus menerima penawaran dari yang mulia Alvero, agar tidak lagi ada alasan maupun seseorang yang bisa memisahkan kita. Sepertinya itu adalah satu-satunya jalan yang terbaik dan bisa aku lakukan untuk hubungan kita saat ini.
Evan berkata dalam hati tanpa berani menatap ke arah Alaya, seolah gadis itu sedang melotot dan berwajah marah ke arahnya karena keputusannya itu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat saling berdiam diri, Evan akhirnya menggeser kursi yang didudukinya dan bangkit berdiri.
“Sudah malam Ma. Sebaiknya kita beristirahat dan membiarkan dokter kembali melakukan pengecekan terhadap kondisi Alaya.” Evan yang telapak tangannya masih menumpu di atas tempat tidur dengan posisi tubuh sedikit membungkuk, berkata sambil menoleh ke arah Danella.
“E… van….” Baru saja Evan berniat menegakkan tubuhnya dan menarik tangannya menjauh dari tempat tidur tempat Alaya terbaring, tiba-tiba suara lenguhan pelan, terdengar dari bibir Alaya yang mengigau, dengan menyebutkan nama Evan.
Eh, apa aku salah dengar? Baru saja Alaya menyebutkan namaku tanpa sadar?
Evan langsung memandang ke arah Alaya dan berkata dalam hati, dengan kening yang berkerut, dan kedua alis yang saling mendekat karena dia mengernyitkan dahinya dengan cukup keras.
Dengan rasa penasaran yang begitu besar, Evan memandang ke arah Alaya tanpa berkedip, menunggu dan berharap Alaya kembali mengulan apa yang baru dikatakannya tadi, untuk memastikan bahwa tadi dia tidak salah dengar.
Danella yang masih berdiri di tempatnya dan ikut mendengar igauan Alaya, jadi ikut memandang ke arah Alaya dengan wajah penasaran.
__ADS_1
“Evan… kenapa kamu tega meninggalkanku begitu saja? Apa kamu benar-benar sudah melupakanku dan ingin menyingkirkanku dari hidupmu? Hiks….” Kali ini, Alaya mengakhiri igauannya dengan suara senggukan, dan tampak air mata menetes di ujung kedua mata Alaya, membuat Evan maupun Danella tersentak kaget dengan apa yang mereka lihat dan dengar dari bibir Alaya yang mengigau.
Note: jangan lupa untuk like, vote, komen dan tampilan MT/NT yang terbaru ada tombol permintaan update di bagian paling bawah setelah eps terakhir, jangan lupa di klik ya untun membantu karya ini 🙏🙏🙏