Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KESEMPATAN LANGKA


__ADS_3

“Aku senang melihatmu yang menjemputku Ernest. Terimakasih untuk bisa meluangkan waktu untuk menjemputku.” Dengan suara ramah Tira kembali berkata sambil masuk ke dalam mobil, di bagian kursi penumpang.


Sikap sopan Tira yang selalu berusaha menghormati orang lain dengan baik, membuat Ernest tidak bisa tidak semakin merasa terpesona dengan sosok Tira yang selalu memperlakukan semua orang di sekitarnya dengan ramah dan sopan tanpa memandang status sosial seperti para putri atau bangsawan lainnya.


Mau tidak mau Ernest harus mengakui, tidak banyak putri di istana Gracetian yang sifatnya seramah dan low profile seperti Alaya dan Tira.


(Low profile adalah sikap orang yang rendah hati dan tidak menampakkan kehebatannya di depan umum. Low profile ini sering dijadikan predikat untuk orang-orang yang terlihat sederhana dalam banyak kelebihan dan prestasi yang dia miliki, atau status sosial dan juga kekayaan yang lebih.


Mereka bisa saja menyombongkan dirinya tetapi mereka memilih untuk menyembunyikannya baik dengan sengaja atau tidak sengaja. Mereka juga bisa berbaur di berbagai kalangan mulai dari tongkrongan warung kopi sampai diskusi dengan para pejabat.


Orang-orang yang disebut memiliki pribadi low profile kadang tidak menyadari bahwa dirinya low-profile. Mereka sering menganggap bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa padahal memiliki banyak kelebihan seperti pengetahuan, skill, status sosila, kekayaan atau prestasinya.


Mereka hanya menunjukan kelebihannya di waktu yang tepat tanpa keinginan ambisi dirinya sendiri dan tanpa maksud membuat dirinya dipandang istimewa oleh orang lain, karena orang-orang seperti ini selalu menghargai kelebihan orang lain).


Untuk Alaya, Ernest sangat maklum dengan sifatnya yang blak-blakan dan tidak terlalu perduli dengan aturan baku istana karena dia hidup lama di luar negeri tanpa tahu statusnya, tapi untuk Tira, sejak kecil dia sudah dididik hidup dengan segala tata cara istana sebagai seorang putri, sehingga sifat low profilenya sungguh membuat Ernest terkesan padanya.


“Padahal dengan posisimu sebagai pengawal pribadi kak Alvero, aku yakin kesibukanmu poasti luar biasa.” Tira melanjutkan kata-katanya kembali sambil tersenyum, menatap ke arah Ernest yang sedang fokus pada kemudinya.

__ADS_1


“Jangan terlalu sungkan Putri. Dengan senang hati saya melakukan ini.” Ernest berkata dengan membalas senyum Tira, tanpa berani melirik ke arah spion, meskipun sebenarnya dia sangat ingin menikmati kecantikan wajah Tira yang boleh dibilang sangat jarang berkomunikasi dengannya, hanya bisa dipandanginya dari jauh, itupun hanya sekilas saja.


Sebenarnya, bagi Ernest, ini adalah pertama kalinya dia memiliki kesempatan berdua dalam satu waktu dan tempat untuk waktu yang cukup lama bersama Tira.


Jika boleh jujur, rasanya Ernest ingin sekali mengendarai mobil itu dengan kecepatan paling rendah yang mungkin bisa dia lakukan dalam menyetir.


Tapi sayangnya, jalanan yang cukup lengang malam ini, dan juga perintah Alvero yang masih terngiang jelas di telinganya bahwa dia harus segera membawa Tira ke penthouse agar tidak menuda lama acara makan malam, membuat Ernest tidak berani melakukan apa yang barusan terlintas di pikirannya tersebut.


“Siapapun orang yang memiliki pengawal sepertimu, pasti akan senang sekaligus puas. Termasuk dengan kak Alvero pastinya.” Tira berkata sambil sedikit tersenyum geli, karena dia sendiri, selama ini tidak memiliki pengawal pribadi, karena dia merasa tidak perlu sampai seperti itu.


Para pengawal di istana, bagi Tira sudah cukup untuknya saat dia memerlukan pengawalan, tanpa adanya pengawal pribadi, karena Tira sendiri seringkali lebih nyaman bepergian tanpa diikuti oleh para pengawal dengan penampilan mencolok mereka sehingga membuatnya tidak bisa bergerak dengan bebas.


Apalagi kedua orangtua Tira tahu, anak gadisnya, meskipun punya sifat ramah dan lemah lembut, tapi dia termasuk gadis yang tertutup tentang masalah pribadinya, sehingga membuat kedua orangtuanya selalu saja merasa tidak tenang jika Tira pergi tanpa adanya orang yang mengawasinya.


“Ah, Putri Tira ada-ada saja. Banyak pengawal hebat yang ada di istana selain saya. Putri juga bisa memilih salah satu dari mereka untuk menjadi pengawal pribadi Putri. Selama ini Putri belum memiliki pengawal pribadi, ada baiknya Putri mulai memikirkannya karena itu demi keselamatan Putri sendiri.” Kata-kata Ernest membuat Tira tersenyum.


Baik Ernest dan Erich, sejak kecil memang sudah dipersiapkan menjadi pengawal pribadi Alvero sebagai putra mahkota Gracetian waktu itu, sehingga Ernest mengenal baik seluruh sudut istana beserta dengan para penghuninya dan kehidupan keseharian mereka, sehingga Ernest juga tahu bahwa Tira merupakan salah satu putri yang tidak memiliki pengawal pribadi sampai saat ini.

__ADS_1


“Tapi tidak akan ada yang sebaik kalian berdua, kamu dan Erich….”


Meskipun kalau itu Erich, kalaupun kak Alvero memberikannya padaku, aku juga akan menolak menjadikan dia sebagai pengawal pribadiku, bisa-bisa bibirku kaku karena tidak bisa bicara saat di dekatnya. Aku tahu dia orang yang baik, hanya saja rasanya seperti berada dalam kulkas dengan pengaturan suhu paling rendah saat berada di dekatnya. Aku pasti tidak akan tahan.


Tira menyambung kata-katanya dalam hati, tentu saja agar Ernest tidak tahu kalau saat ini Tira sedang melakukan penilaian terhadap Erich dan Ernest, yang bagi Tira sifat saudara kembar yang wajahnya bagai pinang dibelah dua, tapi sifatnya tidak ada mirip-miripnya sama sekali, justru seperti langit dan bumi.


“Putri terlalu memuji kami berdua.” Ernest berkata dengan suara tetap tenang, meskipun dia sadar, saat ini pasti wajahnya sedikit memerah mendengar pujian dari Tira.


Untung saja Ernest sedang menatap ke arah jalanan di depannya, sehingga dia bisa memastikan kalau Tira tidak akan bisa melihat ekspresi wajahnya yang berubah saat ini.


Malam ini bagi Ernest adalah kesempatan langka, dimana dewi fortuna sednag berpihak padanya, sehingga dia bisa memiliki banyak waktu berdua dengan Tira dan mengobrol dengannya, walaupun semua obrolan mereka hanya sekedar obrolan ringan seputar kejadian-kejadian lucu yang pernah terjadi di istana, untuk mengisi waktu selama perjalanan menuju penthouse.


Bagi Ernest, dia tidak perduli apa yang ada di pikiran Tira, tapi baginya, malam ini menjadi malam yang begitu membahagiakan baginya.


# # # # # # #


“Selamat malam semuanya….” Dengan suara cukup ceria Alaya langsung menyapa semua tamu yang hadir malam itu ke penthouse.

__ADS_1


“Apa kabar pengantin baru kita yang satu ini?” Tanpa menjawab sapaan selamat malam dari Alaya, Laurel langsung maju ke depan dan memeluk Alaya dengan hangat, setelah itu secara bergantian mereka melakukan hal yang sama kepada Alaya yang senyumnya langsung mengembang di bibirnya begitu melihat kehadiran mereka semua.


__ADS_2