
“Duke Evan tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi putri Alaya, tuan Alexis menceritakan walaupun kondis putrii Alaya saat ini cukup mengkhawatirkan, tapi dia pernah melewati peristiwa yang jauh lebih parah dari hari ini….” Alvero berusaha menenangkan Evan yang terlihat sedikit melamun karena Alvero tiba-tiba saja mengingatkannya kembali tentang rencana pernikahan Evan dan Alaya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Tuan Alexis bercerita, kalau terakhir kalinya alergi paling parah pernah dia derita ketika teman-temannya berusaha menggodanya dengan menceburkannya ke kolam yang ada di sekolah mereka. Waktu itu bahkan putri Alaya terendam di air jauh lebih lama dari tadi. Sepulang sekolah tubuh Alaya mengalami panas tinggi, yang berakhir dengan pingsannya Alaya. Waktu itu Alaya sempat tidak sadarkan diri selama lebih dari 5 hari….”
“Apa Yang Mulia? Lima hari? Itu betul-betul waktu yang cukup lama, dan pasti membuat orang lain terutama ibu suri Larena dan tuan Alexis sangat khawatir waktu itu.” Evan langsung berkata cepat dengan wajah terlihat kaget, ternyata Alaya pernah sampai separah itu saat kambuh alerginya terhadap udara dingin karena berendam air terlalu lama, selain itu efek stress pada diri Alaya ketika tercebur di kolam renang membuat alerginya bertambah parah.
Karena memiliki alergi pada udara dingin dan tidak bisa berendam air terlalu lama, Alaya memang tidak bisa berenang, sehingga begitu tercebur ke dalam air waktu itu membuat Alaya benar-benar shock sehingga membuat sisitem tubuhnya semakin lemah dan memperparah alerginya.
Meskipun saat itu Alaya tidak mempermasalahkan dan menindaklanjuti tindakan teman-temanya itu, akan tetapi pihak sekolah tetap memproses kejadian itu dan memberikan skorsing pada teman-teman Alaya.
Mereka sendiri pada dasarnya bukan anak-anak nakal, sehingga setelah kejadian itu memberikan pelajaran penting bagi mereka, membuat mereka tidak keterlaluan dalam bercanda dengan teman-temannya yang lain.
My princess… ternyata hidup yang kamu jalani benar-benar tidak mudah di luar sana, padahal kamu adalah seorang putri Gracetian, yang seharusnya bisa mendapatkan apapun yang kamu inginkan dengan posisimu sebagai putri, apalagi kamu bukan putri biasa, tapi putri Adalvino. Mulai saat ini kamu tidak perlu khawatir, karena aku akan selalu ada di sisimu, apapun kondisi yang kamu alami. Aku akan selalu mendukungmu.
Evan berkata dalam hati dengan perasaan haru yang memenuhi dadanya saat ini, mendengar cerita tentang apa yang pernah terjadi pada Alaya di masa lalu.
__ADS_1
“Menurut tuan Alexis, sebenarnya saat itu Alaya tidak benar-benar pingsan selama 5 hari, hanya kesadarannya menurun dan tubuhnya yang lemah membuat dia tidak bisa banyak bergerak. Asal panas di tubuhnya tidak naik turun secara drastis, terus dijaga dengan baik, dia akan baik-baik saja. Tubuhnya perlu memeulihkan dirinya sendiri untuk dia tersadar kembali dengan perlahan.” Penjelasan Alvero membuat Evan menarik nafas dalam-dalam.
“Semoga dokter bisa menjaga stabilitas suhu tubuh Alaya dengan baik.” Alvero melanjutkan kata-katanya setelah memandang ke arah Evan yang jelas-jelas tidak bisa menyembunyikan wajah khawatirnya karena memikirkan kondisi calon istrinya, yang sejak beberapa waktu ini bayangannya terus memenuhi pikiran maupun mimpi Evan.
“O ya Duke Evan, bagaimana dengan….” Alvero sedikit menghentikan bicaranya ketika suara nada dering panggilan telepon di handphonenya.
Begitu melihat ada nama Erich tercantum di layar handphone itu, Alvero sedikit mengernyitkan dahinya, karena Erich bukan orang yang akan melakukan panggilan padanya secara tiba-tiba jika itu tidak penting.
Apalagi Erich tahu bahwa saat ini Alvero sedang ada pembicaraan pribadi dengan Evan, karena tadi di ruang tamu Erich sebagai salah satu pengawal pribadi Alvero, selalu berada di dekat Alvero.
“Saya akan keluar dari ruangan ini, jika Yang Mulia membutuhkan saya, Yang Mulia bisa memanggil saya.” Dengan sikap sopan tapi tetap berwibawa seperti baisanya, Evan segera mohon ijin pada Alvero untuk meninggalkan ruangan, agar Alvero bisa menerima panggilan telepon dengan lebih nyaman.
“Terimakasih Duke Evan.” Ucapan Alvero dibalas dengan sebuah anggukan dan senyum dari Evan yang segera pergi meninggalkan Alvero.
Apalagi Evan ingin segera bisa melihat perkembangan kondisi Alaya juga, sehingga dia dengan langkah bergegas segera keluar dari ruang kerja pribadi yang ada di rumahnya itu, berencana untuk menuju kamarnya.
__ADS_1
“Ah….” Begitu membuka pintu dan menutupnya kembali, Evan langsung menghentikan gerakan langkah kakinya, karena dilihatnya Deanda dan Danella yang sedang berjalan ke arahnya.
“Evan… kamu harus segera memikirkan cara untuk menolong putri Alaya.” Belum lagi Danella benar-benar sampai di hadapan Evan, wanita itu langsung berkata dengan wajah gusarnya.
“Tenang Ma, tenangkan diri Mama dulu. Apa yang terjadi dengan Alaya? Apa dokter mengatakan ada sesuatu yang buruk yang terjadi padanya?” Evan berrkata sambil membalas pelukan Danella yang begitu berada di dekat Evan, langsung menghambur ke dalam pelukan anak laki-laki kebanggaannya itu, bahkan langsung menangis di dada Evan.
“Apa yang terjadi dengan Alaya, Deanda?” Begitu melihat kondiri mamanya yang terlihat emosional, akhirnya Evan memilih untuk bertanya kepada Deanda, yang meskipun wajahnya terlihat khawatir, tapi dia terlihat lebih bisa mengendalikan dirinya.
Mendengar apa yang ditanyakan oleh Evan, Deanda segera menceritakan semua hasil pembicaraannya dengan tim dokter yang menangani Alaya tadi.
“Menurut keterangan dari yang mulia Alvero, tuan Alexis juga mengatakan hal seperti itu tentang alergi Alaya. Untuk saat ini, kita harus tetap menjaga stabilitas kondisi suhu tubuh Alaya, dan itu harus dilakukan dengan menjaga Alaya selama 24 jam penuh. Aku akan segera membiacarakan itu dengan tim dokter yang ada, setelah kita bersama-sama menemui yang mulia Alvero dan membicarakan hal itu dengan beliau.” Evan berkata dengan hatinya yang terus berharap kondisi Alaya akan baik-baik saja.
“Tapi sekarang yang mulia Alvero sedang ada panggilan telepon. Kita tunggu saja sebentar di sini sampai yang mulia selesai dengan urusannya.” Evan berkata sambil mengelus pelan punggung Danella yang masih memeluknya.
__ADS_1
“Yang Mulia, sepertinya ada yang berusaha membuat masalah dengan manjadi provokator sehingga para warga meragukan hubungan antara duke Evan dan putri Alaya. Berita tentang bagaimana beberapa warga dan pihak media menyatakan keinginan mereka untuk duke Evan dan putri Alaya muncul secara bersamaan dan memberikan keterangan pers tentang hubungan mereka mulai meresahkan.” Perkataan Erich membuat Alvero mengernyitkan dahinya dengan wajah terlihat serius.