Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
KISAH ALAYA DAN EVAN


__ADS_3

Tindakan Ornado yang sempat dilihat oleh Laurel, hanya bisa membuat Laurel menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dasat Ad… selalu saja mengumbar kemesraan di depan orang lain. Tapi apa mau dikata, sejak kecil rasanya Ad selalu bersikap begitu kepada Cladia.


Laurel berkata dalam hati dengan senyum tipis menghias bibirnya, melihat bagaimana Ornado yang tidak pernah perduli dengan waktu dan tempat saat berada di dekat Cladia.


Meskipun sudah seringkali melihat bagaimana mesranya Ornado memperlakukan Cladia, tetap saja setiap melihatnya membuat Laurel hanya bisa geleng-geleng kepala, dan akhirnya memilih untuk mengalihkan pandangan matanya dari Ornado yang tampak tidak pernah melepaskan Cladia sedikitpun dari sisinya.


“Alvero… apa benar Alaya pernah melakukan hal seperti itu pada Evan? Darimana dia belajar hal tidak sopan seperti itu? Padahal sejak kecil, aku tahu Alaya selalu menghormati orang lain. Kamu juga kenapa tidak langsung memberitahukan kepada mama tindakan tidak sopan Alaya waktu itu?” Larena yagn cukup shock setelah mendengar apa yang pernah dilakukan Alaya pada Evan langsung mengungkapkan rasa kecewanya kepada Alvero.


“Tenang saja Ma, sekarang mungkin Alaya sudah menyesali tindakannya dan meminta maaf kepada Evan. Waktu itu dia mungkin sedang emosi tapi juga bingung dengan keadaan yang memaksanya harus menerima Evan disaat dia belum siap. Saat menceritakan hal itu padaku, aku juga bisa melihat kalau Evan tidak berniat memperpanjang masalah itu.” Alvero berusaha menenangkan Larena dan meyakinkan semua sudah baik-baik saja sekarang.


“Wah… berani juga Alaya bertindak nekat seperti itu.” Laurel berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa kaget ternyata Alaya yang selama ini dikenalnya sebagai gadis yang terlihat tidak banyak bicara, ternyata cukup berani bertindak seperti itu.


“Kalau mendengar cerita itu, aku yakin Alaya benar-benar tidak ingin menikah dengan duke Evan.” James berkata sambil menatap ke arah Alvero.


“Benar, saat itu dia berusaha begitu keras dengan berbagai cara untuk dapat membatalkan rencana perjodohannya dengan Evan. Untungnya tidak berhasil hingga saat ini.” Kata-kata Alvero membuat Laurel menghela nafasnya.


“Kalau begitu, kasihan sekali Alaya harus menahan emosinya, harus menerima perjodohan yang tidak diinginkannya, semoga ke depannya mereka pada akhirnya bisa menemukan kebahagiaan mereka berdua mesti mungkin butuh waktu untuk mengubah hati seseorang. Apalagi Alaya bukan gadis yang mudah berubah pendirian.” Laurel berkata dengan mata menatap ke arah Deanda yang tersenyum.

__ADS_1


“Benar, awalnya aku justru merasa bersalah karena sempat berpikir bahwa tindakanku menjodohkan Alaya bisa saja merupakan sebuah kesalahan yang besar. Tapi siapa sangka, ternyata justru sebenarnya di masa lalu mereka adalah sepasang kekasih yang sudah pernah berjanji untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius….”


“Hah?”


“Kok bisa?”


“Lho….”


“Apa?”


“Eh, apa aku tidak salah dengar?”


“Tunggu Alvero… apa maksud kata-katamu? Kalau memang mereka sepasang kekasih, kenapa mereka bersikap seperti tidak saling mengenal, bahkan Alaya maupun Evan, kenapa tidak menjelaskannya padamu? Kalau memang mereka sepasang kekasih dulunya, harusnya mereka tidak perlu dijodohkan juga akan menikah dengan sendirinya. Omong-omong, apa yang membuat mereka putus? Apa ada orang ketiga? Apa karena itu Alaya mati-matian menolak dijodohkan dengan Evan? Mereka berdiua….” Kata-kata James yang tidak ada akhirnya, membuat Elenora yang duduk di samping James, langsung memegang bagian lengan atas James, sedikit menggerakkannya, memberi tanda pada James agar menghentikan bicaranya yang tidak terus melaju tanpa rem itu.


“Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Alaya dan Evan? Kenapa tiba-tiba ada cerita kalau mereka dulunya adalah sepasang kekasih?” Begitu James berhenti, ganti Laurel yang langsung mengajukan pertanyaannya, membuat Dave langsung menepuk pelan punggung telapak tangan Laurel yang ada di pangkuannya.


“Tenang dulu mo cuisle, kita dengan penjelasan dari Alvero….” Dave berkata lembut, membuat Laurel langsung tersenyum.


Dave yang selalu bersikap lembut tapi tegas padanya, meluruskan kembali jika jalan yang ditempuhnya salah, membuat Laurel semakin mencintai sosok laki-laki yang begitu sabar padanya itu.

__ADS_1


“Benar, kalau kalian semua sibuk mengajukan pertanyaan kepada Alvero, kapan dia punya waktu untuk menjawab?” Dengan sok bijaksana James berkata, membuat Elenora dengan sengaja sedikit mencubit lengan James agar tidak bersikap sok bijaksana seperti itu.


“Kami menunggu penjelasanmu Alvero.” Ornado langsung angkat bicara, membuat yang lain langsung diam dengan sikap tenang seperti anak SD yang diperintahkan oleh gurunya untuk duduk tenang, diam sambil melipat tangan di atas meja.


Seperti biasanya, selain Alvero, tidak akan ada yang berani menentang wibawa seorang Ornado.


Alveropun, meskipun dia seringkali beradu pendapat dengan Ornado, tapi sebagai sahabat dekatnya, dia juga begitu menghormati Ornado yang baginya, bahkan lebih dekat dari saudara kandung, dimana mereka berdua rela melakukan apapun satu sama lain untung saling membantu dan mendukung.


Alvero yang melihat bagaimana suasana di ruangan menjadi sunyi senyap begitu Ornado angkat bicara, langsung tersenyum ke arah Ornado yang bersikap masa bodoh dan langsung mengangkat kedua bahunya melihat tatapan Alvero yang ingin menertawakan situasi saat ini.


“Karena semuanya sudah duduk dengan tenang, sebaiknya aku mulai penjelasanku tentang kejadian yang menimpa Alaya dan Evan.” Alvero berkata sebelum akhirnya menceritakan apa yang sudah terjadi pada Evan dan Alaya di masa lalu.


Bagaimana mereka berdua yang awalnya adalah sepasang kekasih yang saling mencintai harus terpisah selama bertahun-tahun karena perbuatan Hugo sekaligus Kattie.


Wajah-wajah para pendengar cerita Alvero dari kelompok Ornado terlihat serius selama Alvero menceritakan tentang kejadian yang menimpa Alaya dan Evan dengan berbagai Ekspresi.


Cladia yang memang pendiam, hanya sesekali menahan nafasnya, sedang Laurel, tidak bisa menyembunyikan rasa kesal di wajahnya mendengar bagaimana rendahnya apa yang sudah dilakukan Hugo dan Kattie.


Elenora tampak beberapa kali mengernyitkan dahinya karena merasa heran, ternyata ada seorang perempuan yang bisa bertindak senekat itu, dan itu mengingatkannya pada Serafina, yang mencoba mencelakainya dan merusak hubungannya dengan James dan membuat James sempat sakit hati padanya.

__ADS_1


__ADS_2