Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PEMBICARAAN DENGAN SAM


__ADS_3

Begitu Sam berhasil membuat Alaya menjauh dari kerumuman itu tanpa disadari oleh Hector maupun Chrsitopher yang masih sibuk berdebat, empat orang berpakaian seperti Sam langsung mendekati Sam dan Alaya, dan berjalan dengan posisi mengelilingi Alaya dan Sam, untuk memberikan perlindungan pada Alaya dari beberapa orang yang mencoba mengikuti dan mendekati Alaya.


"Kemana Putri Alaya ingin pergi sekarang?" Sam langsung bertanya kepada Alaya yang berusaha untuk mempercepat langkah-langkahnya agar segera bisa meninggalkan tempat itu, bahkan sebelum kedua putra mahkota yang masih saling beradu kata-kata itu sadar bahwa Alaya sudah menghilang dari sana.


"Aku mau ke hotel Tavisha saja sekarang." Alaya berkata dengan cepat.


"Baik Putri." Sam berkata sambil melirik ke arah Evan yang dari jauh langsung juga ikut berjalan mengikuti kemana Alaya dan Sam pergi.


Begitu Alaya sudah masuk dalam mobil yang dibawa oleh Sam, Evan langsung berjalan ke arah lain, untuk dia sendiri masuk ke dalam mobil lain yang letaknya tidak jauh dari mobil yang ditumpangi oleh Alaya.


Setelah melepas semua atribut penyamarannya, Evan segera mengendarai mobilnya, tepat di belakang mobil yang dikendarai oleh Sam.


Begitu Sam menoleh ke belakang, tampak Evan mengacungkan jempol kepadanya, dan langsung membelokkan mobil yang dikendarainya, berlawanan arah dengan mobil yang dikendari oleh Sam.


"Eh, Sam, kenapa kamu tiba-tiba ada di tempat itu? Dan apa kamu tidak sedang bersama dengan duke Evan? Dimana Duke Evan sekarang?" Alaya yang baru sadar tentang siapa Sam dan hubungannya dengan Evan, langsung bertanya dengan wajah penasaran.


Karena selama ini yang Alaya tahu, dimana ada Evan, pasti ada Sam, begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


Ah, ternyata putri Alaya cukup perhatian juga dengan keberadaan duke Evan. Suatu hal yang bagus mengingat bagaimana selama ini putri Alaya selau menghindar untuk bertemu dengan duke Evan setelah adanya rencana perjodohan mereka berdua waktu itu.


Sam berkata dalam hati sambil menyungingkan senyum tipis ke arah istri pimpinannya tersebut dengan sedikit menolehkan kepalanya ke belakang, namun sedetik kemudian Sam langsung kembali menatap dengan serius ke arah depan, fokus pada jalanan di depannya.


“Apa Putri Alaya kecewa karena yang datang untuk membantu Putri bukan duke Evan? Maaf kalau pada akhirnya saya yang muncul di sana, bukan duke Evan seperti yang Putri Alaya harapkan.” Mata Alaya langsung terbeliak akget begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Sam.


“Saya akan sampaikan kepada duke Evan jika memang Putri mengharapkan kehadiran beliau.” Kata-kata berikutnya dari Sam, membuat mata Alaya semakin terbeliak.


“Eh… tentu saja tidak… bukan begitu maksudku….” Alaya jadi kebingungan sendiri menjawab pertanyaan dari Sam.


Aduh… kenapa lidahku ini bisa bicara seperti itu? Menyesal aku menanyakan tentang keberadaan duke Evan.


“Mungkin Putri Alaya belum terlalu mengenal duke Evan karena masih belum lama saling bertemu.Tapi percayalah, bagi saya tidak ada orang yang saya kagumi selain duke Evan tentu saja selain yang mulia Alvero, yang memang harus saya hormati lebih dari siapapun. Duke Evan adalah orang yang selalu perhatian dan perduli dengan orang lain. Meskipun sikapnya selalu tenang, tapi dia bukan orang yang mudah menyerah dan tidak mudah untuk dikalahkan. Di samping itu, dia seorang laki-laki yang penyanyang keluarga, dan selalu mengutamakan keselamatan orang lain, termasuk kami para orang-orang yang berada di bawahnya. Sebagai pemimpin, kepemimpinannya tidak perlu diragukan lagi.” Sam menjelaskan dengan panjang lebar tentang bagaimana sosok Evan di depan Alaya, berharap kalau putri cantik itu lambat laun akan mengerti dan mengenal sosok Evan, sehingga ke depannya hubungan mereka bisa membaik dan saling mendukung.


Semua yang kamu jelaskan itu… aku sudah tahu sejak lama. Bagiku memang Evan adalah laki-laki sempurna yang dengan mudah akan menarik hati para gadis entah tua atau muda dengan sikap berwibawanya, tapi diimbangi juga dengan sikap ramah dan penganyomannya. Hanya saja, untuk saat ini aku belum bisa menerimana kenyataan bahwa dia dengan semudah itu melupakanku setelah semua janji dan sumpahnya dia ucapkan di depanku waktu itu.


Alaya berkata dalam hati sambil menghela nafasnya, dan tarikan nafasnya semakin dalam begitu melihat bagaimana gelang kaki dari Evan sampai dengan saat ini masih melingkar di pergelangan kakinya karena dia gagal untuk melepaskannya.

__ADS_1


Apa itu adalah sebuah pertanda buruk, bahwa ke depannya, aku akan sulit untuk melepaskan diri dari duke Evan, seperti sebegitu sulitnya gelang kaki itu aku lepaskan dari kakiku.


Alaya kembali berkata dalam hati dengan mata masih menatap ke arah gelang di kakinya, yang jika saja mau bisa saja dia memaksakan diri untuk merusak gelang itu agar bisa lepas dari kakinya, tapi di dasar hatinya yang paling dalam, masih ada rasa tidak rela jika dia melakukan hal itu.


“Duke Evan tidak ingin kemunculannya justru akan semakin menambah kehebohan, dan orang diluar sana memberitakan macam-macam tentang hubungan Anda berdua, dan dikaitkan dengan kedatangan putra mahkota Hector dan putra mahkota Christopher di kota Tavisha. Apalagi Anda berdua belum melakukan klarifikasi apapun di depan public terkait dengan pemberitaan heboh tentang hubungan kalian.” Perkataan Sam, lagi-lagi membuat mata Alaya terbeliak kaget.


“Memang ada berita heboh apa selain pengumuman rencana pernikahan kami bulan depan Sam?” Alaya langsung bertanya kepada Sam.


“Ada banyak berita heboh terjadi ketika Putri Alaya masih tidak sadarkan diri waktu itu.” Sam berusaha sedikit menjelaskan tentang apa yang terjadi tanpa berani memberitahukan kepada Alaya tentang statusnya yang sudah menjadi istri Evan saat ini.


Pernikahan mereka yang dilakukan secara diam-diam atas perintah Alvero, dalam keadaan Alaya yang tidak sadar, merupakan rahasia besar yang hanya Evan yang berhak menceritakannya sendiri kepada Alaya.


“Memang ada berita heboh apa sih Sam selama aku tidak sadar? Aku tidak memegang handphone sama sekali sampai sekarang dan tidak tahu apa yang sudah terjadi selama beberapa waktu ini. Sam, boleh aku pinjam handphonemu sebentar?” Alaya langsung meminta handphone milik Sam, yang tentu saja tidak berani menolak permintaan nyonya besar pemimpinnya itu.


Dengan satu tangan masih memegang setir, satu tangan yang lain milik Sam meraih handphone dari kantong jasnya, dan langsung menyerahkannya ke Alaya.


“Security codenya 121121 Tuan Putri.” Sam memberitahukan kode untuk membuka layar handphonenya yang membuat Alaya langsung mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


“Eh, bagus sekali angkanya. Apa ada kejadian khusus sehingga kamu menggunakan angka itu?” Tiba-tiba saja Alaya jadi merasa penasaran dengan sosok Sam sehingga hal pribadipun mulai dia tanyakan pada Sam.


“Itu tanggal pernikahan saya dengan istri saya Putri Alaya.” Dengan suara datar, Sam menjawab pertanyaan Alaya, dimana dari wajahnya Sam tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat menyebutkan istrinya meskipun Sam berusaha bersikap sebiasa mungkin.


__ADS_2