Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RENCANA MEMPERTEMUKAN MEREKA DENGAN ALAYA


__ADS_3

“Rasanya sungguh tidak lucu kalau sampai kami harus membawa pulang kembali semua kado yang sudah kami siapkan untuk mereka berdua. Bukankah begitu? Apalagi kami ini termasuk tamu yang datang dari jauh, masa kami tidak diberi kesempatan untuk bertemu dengan mereka?” James berkata sambil meringis, karena jujur saja, dia memang sangat berharap bisa benar-benar bertemu dengan Evan dan Alaya meskipun hanya sebentar saja.


Dan tentang kado itu, James bukan sekedar mengucapkan sebuah omong kosong, karena mereka semua bersama dengan pasangannya masing-masing memang sudah menyiapkan kado pernikahan untuk Alaya dan Evan, yang tentu saja ingin mereka berikan secara langsung kepada yang bersangkutan tanpa diwakilkan kepada yang lain.


“Jangan khawatir James. Alvero pasti akan mempertemukan kalian semua dengan pasangan pengantin baru Gracetian itu. Dan saat itu tiba, kalian bisa menghabisi mereka dengan olok-olok kalian.” Enzo berkata sambil tersenyum dengan wajah bahagia, membayagnkan bagaimana salah tingkah dan tidak berkutiknya Alaya saat bertemu dengan Ornado dan orang-orang yang bersamanya, terutama James dan Laurel, yang Enzo yakin tidak akan tinggal diam dalam usaha menggoda Alaya dan Evan nanti saat bertemu mereka berdua.


“Eh, jangan terlalu keras pada mereka berdua ya. Kasihan….” Deanda berkata sambil tersenyum geli karena kata-kata Enzo barusan.

__ADS_1


“Salah sendiri mereka berdua, ah… terutama Alaya tidak menceritakan yang sebenarnya pada kita. Kalau pada waktu itu dia menceritakan tentang apa yang terjadi dengannya dan Evan, mungkin dari sisi kedokteran kita bisa segera menemukan apa yang salah pada kepala Evan. Kalau tidak, tentu saat itu mereka sudah bisa saling menerima rencana perjodohan itu dengan bahagia tanpa harus melewati drama panjang seperti ini.” Laurel berkata dengan sikap terlihat begitu percaya diri.


Bagi Laurel yang tahu kehebatan suaminya di bidang bedah saraf, yang begitu familiar dengan segala macam hal tentang saraf dan seluk beluknya, yakin bahwa jika waktu itu Dave menangani Evan, pasti Dave akan tahu apa yang sedang terjadi pada Evan.


“Benar kata Enzo, setelah makan siang di istana, kalian bisa beristirahat sebentar sambil menikmati suasana klasik dari istana Gracetian ini. Nanti sore kami akan mengundang kalian semua untuk mengikuti acara rutin setiap setiap sore di istana, acara afternoon tea. Setelah itu kita akan berangkat berasama-sama ke penthouseku, untuk menikmati makan malam kita sekaligus mempertemukan kalian dengan dua tokoh penting yang begitu ingin kalian temui.” Alvero memberikan penjelasan tentang rencana yang sudah disusunnya untuk para tamu agunnya itu.


Mendengar rencana dari Alvero itu, baik Laurel, James, maupun Evelyn dan Cladia tampak tersenyum senang, karena akhirnya mereka bisa juga bertemu dengan Alaya untuk mengucapkan selamat kepadanya.

__ADS_1


(Bukti Autentik merupakan alat bukti yang sempurna, tentang apa yang diperbuat/ dinyatakan dalam sesuatu yang bisa didengar, dibaca dan dirasakan, membuat orang yang terlibat atau melakukan kejahatan tidak lagi memiliki kesempatan untuk bisa berkelit atau menyangkali kejahatan yang telah dilakukannya).


Bagi Ornado dan Alvero, masalah Hugo dan Kattie memang mengganggu dan tidak bisa dibiarkan begitu saja, apalagi pada dasarnya kedua sahabat itu memiliki sifat yang hampir sama, sulit untuk tinggal diam melihat sesuatu yang tidak beres yang sedang terjadi atau hal buruk yang dilakukan orang untuk menyakiti atau merugikan orang lain.


Seperti kata Ornado sepertinya aku harus segera mengajak Evan bicara, dan aku harap dia mau menerima bantuan Ornado, yang memang tindakannya kadang terlalu cepat sehingga kadang sedikit tidak mentaati hukum yang berlaku tentang bagaimana negara menghormati privasi seseorang. Tapi untuk menghadapi orang-orang seperti Hugo, dia tidak berhak mendapatkan perlindungan dari negara yang berusaha dia rongrong.


Alvero berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sejenak.

__ADS_1


Seperti kata Alvero, begitu aku bertemu dengan duke Evan, aku akan mengajaknya bicara. Aku yakin dengan stylenya sebagai jenderal besar di bidang kemiliteran, dia akan mencari bukti tentang kejahatan duke Hugo dengan caranya yang sesuai dengan hukum yang berlaku. Itu artinya sama saja dengan memberi kesempatan kepada duke Hugo untuk mencari cara melarikan diri dan menghilangkan bukti-bukti kejahatannya. Kalau aku jadi duke Evan, aku rasa aku tidak akan sabar mengikuti jalur hukum yang berlaku untuk menangkap Hugo. Bukannya aku tidak mendukung hukum yang berlaku, tapi adakalanya, orang-orang seperti duke Hugo yang menggunakan hukum untuk menyelamatkan diri dari tindak kejahatannya membuatku tidak tahan dan sabar untuk segera membekuknya.


Ornado juga berkata dalam hati sambil tangannya tetap mengelus pinggang Cladia yang baru saja ada gerakan kecil dari jagoan di dalam perutnya yang menendang perut Cladia, seolah ingin ikut ambil bagian dalam pembicaraan di ruang pertemuan istana Gracetian itu.


__ADS_2