
My princess… aku harap kamu segera bangun dari tidurmu dan tidak membiarkan aku terus menunggumu… sendirian dengan rasa khawatir sepanjang waktu seperti ini.
Evan berkata dalam hati dengan mata masih terus memandang ke arah Alaya, berharap gadis cantik itu membuka matanya dan menatap ke arahnya, meskipun Evan tahu dia akan menerima tatapan aneh, tidak suka, dan juga tatapan penuh amarah dari Alaya, jika gadis itu tahu dia akan memaksakan pernikahan mereka sebentar lagi.
Danella… meskipun Evan tidak mengatakan apapun tentang apa yang akan dikenakan oleh Alaya, tapi sejak bangun dari tidurnya yang tentu saja tidak tenang karena memikirkan itu, berusaha mengaturkan gaun terbaik yang bisa dikenakan oleh Alaya.
Danella segera menghubungi para pemilik butik terkenal yang dia kenal, dan meminta mereka menyediakan gaun berwarna putih untuk dia pilih, agar bisa dikenakan oleh Alaya yang tetap merupakan seorang pengantin hari ini.
Seperti kata Evan kemarin, yang mengatakan kalau dia ingin Danella menghias kamarnya menjadi seperti kamar pengantin, Danella juga tidak ingin Alaya tampil apa adanya meskipun saat ini dia masih seperti orang yang tertidur pulas.
Danella ingin, penampilan calon menantunya itu juga lebih layak, dengan mengenakan gaun berwarna putih, dengan potongan sederhana yang dia pilihkan.
Akan tetapi semua orang yang melihat, pasti bisa melihat bahwa gaun dengan model sederhana itu, bukanlah gaun sembarangan karena bahan-bahan terpilih yang digunakannya adalah kain sutra mulberry, dipadukan dengan kristal dan juga berlian asli yang menghias di bagian leher dan sampai dengan pinggang gaun itu.
(Sutra adalah sebutan dari serat protein alami yang didapat dari kepompong ulat sutra. Salah satu ulat sutra yang dikenal memiliki kualitas tinggi adalah ulat Mulberry. Dengan kualitasnya yang alami dan memiliki tekstur lembut dan halus. Kain sutra jenis ini harganya jauh lebih mahal dibandingkan sutra biasa yang ada pada umumnya di pasaran.
Mulberry merupakan kain sutra yang diperoleh dari ulat serangga dengan nama ilmiah Bombyx mori. Sutra yang dihasilkan disebut dengan sutra mulberry karena ulat tersebut hanya memakan buah mulberry. Sutra mulberry merupakan salah satu bahan kain yang paling kuat di dunia.
__ADS_1
Selain itu, kain yang terbuat dari sutra alami ini juga dikenal tidak menghasilkan bau dan hypoallergenic karena mengandung protein sericin. Kandungan protein ini membuat sutra mulberry aman bagi pemilik kulit sensitif atau yang rentan alergi).
Danella sengaja memilih gaun dengan bahan sutra mulberry, agar alergi Alaya tidak bertambah parah, karena Danella tidak tahu apakah Alaya juga alergi terhadap kain-kain jenis tertentu, dan Danella tidak mau mengambil resiko besar seperti itu jika dia memilih gaun dengan bahan kain jenis lainnya, yang tidak cocok untuk orang yang kulitnya sensitif dan memiliki sejarah alergi.
Evan sendiri, hari ini tampil begitu rapi dan tampan, dengan setelah jas resminya berwarna putih, senada dengan gaun yang dikenakan oleh Alaya sekarang, membuat mereka berdua tampak begitu serasi sebagai pasangan.
Sebenarnya, sesuai dengan aturan di negara Gracetian, saat pernikahannya, Evan sudah seharusnya mengenakan pakaian kebesarannya sebagai seorang duke Carsten, yang menguasai dunia kemiliteran di Gracetian, yang sebenarnya pasti akan membuatnya terlihat semakin tampan, dan juga memperkuat aura wibawa dan kebangsawanannya sebagai seorang duke dengan label jenderal besar yang disandangnnya.
Akan tetapi Evan sengaja meminta ijin khusus kepada Alvero, agar dia bisa mengenakan pakaian kebesarannya sebagai duke Carsten saat nanti dia mengadakan ressepsi untuk dia merayakan pesta pernikahannya dengan Alaya, dan tentunya setelah Alaya terbangun dari tidurnya.
Mengingat itu akan menjadi hari yang sangat bersejarah baik bagi Evan dan Alaya, pada akhirnya, Alvero memberikan ijin untuk Evan hanya mengenakan setelan jas resmi hari ini, meski sebenarnya itu tidak mengurangi ketampanan, pesona dan juga wibawanya sebagai seorang duke Carsten.
Dengan bergantian, Danella menatap ke arah Alaya dan Evan, berpikir bagaimana tampannya anak laki-lakinya, dan juga begitu cantiknya calon menantunya itu, membuatnya begitu bangga pada mereka berdua.
Sayang sekali, pernikahan yang akan mereka jalani hari ini sungguh jauh dari kata indah dan sempurna seperti acara pernikahan yang seharusnya biasa diadakan oleh bangsawan kaya dan berpengaruh seperti Evan dan Alaya.
“Duchess Danella, jangan bersedih, mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk mereka berdua, mengingat begitu banyak hal yang merepotkan dan juga membahayakan banyak orang, yang mungkin saja terjadi, kalau pernikahan ini tidak segera dilaksanakan.” Deanda yang sedang berdiri di dekat Danella sambil menunggu sosok Alvero yang sedang berbicara dengan serius dengan Larena dan Vincent, berusaha untuk menghibur Danella yang dari wajahnya masih terlihat sedikit bingung dan juga terlihat galau.
__ADS_1
“Meskipun pengantin wanita tidak bisa menolak dan menyatakan protesnya terhadap pernikahan ini, tapi sepertinya ini memang satu satunya jalan untuk itu. Aku yakin, baik Evan maupun Alaya akan hidup bahagia ke depannya. Dengan sosok Even yang begitu baik dan perhatian, juga penuh kasih sayang kepada Alaya, pasti suatu ketika, Evan akan menjadi pria yang begitu dicintai oleh Alaya.” Perkataan lanjutan dari Deanda, akhirnya membuat Danella bisa tersenyum tipis, sedikit merasa terhibur dengan kata-kata Deanda itu.
“Acara akan segera bisa dimulai.” Baik Evan, Deanda dan Danella langsung menoleh ke arah sumber suara yang tiba-tiba memberikan pengumuman tentang prosesi pernikahan yang akan segera dilaksanakan.
Alvero yang baru saja memberikan pengumuman itu segera berjalan mendekat ke arah Evan berdiri, diikuti oleh Larena dan Vincent, yang melihat kondisi Alaya sebenarnya ingin agar pernikahan Alaya dan Evan dibatalkan sampai dengan Alaya tersadar kembali, terutama Larena yang sebenarnya cukup terpukul ketika semalam Alvero menceritakan apa yang sedang terjadi pada Alaya.
Akan tetapi mendengar kembali penjelasan Alvero yang sebenarnya sudah mereka dengar tadi malam dari Alvero, akhirnya mereka berdua dengan berat hari, merelakan putri mereka menikah dengan Evan, dalam kondisi seperti itu.
# # # # # # #
“Kalian berdua aku nyatakan sah sebagai suami istri.” Alvero yang membawa tongkat kebesarannya sebagai raja Gracetian, menempelkan bagian kepala tongkat berhiaskan batu mulia langka hasil pertambangann dari negara Gracetian sendiri itu ke arah bahu Evan, yang sedang duduk tepat di samping Alaya, dengan posisi menggenggam erat kedua tangan Alaya yang ada di atas perutnya.
Evan menggenggam kedua tangan Alaya itu dengan erat namun penuh kelembutan, menunjukkan bagaimana dia begitu mencintai Alaya dan selamanya ingin selalu melindungi Alaya dalam kondisi apapun juga, termasuk saat dia lemah tidak berdaya seperti saat ini.
Begitu Alvero sudah menjauhkan kembali tongkat kebesarannya sebagai raja Gracetian, Evan segera mendekatkan wajahnya ke wajah Alaya dengan tetap menggenggam tangan Alaya yang saling bertaut itu dengan kedua tangannya.
I love you my wife… welcome to my world my princess.
__ADS_1
Evan berbisik lirih dalam hati sambil mencium kening Alaya dengan begitu lembut dan penuh cinta.