Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
LEBIH MEMILIHMU


__ADS_3

Kata-kata Ornado, benar-benar menunjukkan kalau dia seorang petarung yang hebat. Senang bisa melihat bagaimana cara Ornado dan timnya bekerja.


Evan berkata sambil menahan nafasnya sebentar, sebelum akhirnya dia ikut masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan kediaman Hugo.


“Kita berangkat ke markas besar militer Sam. Aku hanya ingin memastikan orang-orang yang nanti menangani Hugo di markas besar adalah orang-orang kepercayaan kita. Setelah itu, kita akan pergi ke tempat praktek dokter Jordan untuk menanti kedatangan duchess Kattie disana.” Evan segera memberikan perintahnya kepada Sam yang dalam posisi sebagai pengemudi mobil yang ditumpangi oleh Evan.


Bagaimanapun Evan tahu, bahwa meski dia memiliki kekuasaan tertinggi dalam bidang kemiliteran di Gracetian, tapi tetapi ada orang-orang yang dengan sifat pemberontak dan juga hati yang selalu berkhianat, karena ingin mendapatkan keuntungan pribadi.


Dimanapun tempatnya, Evan sadar akan ada orang-orang dengan karakter buruk seperti itu, sehingga dia ingin memastikan kasus Hugo benar-benar diselesaikan dengan tuntas tanpa adanya campur tangan orang-orang yang menginginkan Hugo lepas dari tanggung jawabnya.


“Baik Duke Evan.” Sam berkata sambil menambahkan kecepatan mobil yang sedang dikemudikannya, mengambil jalur tercepat untuk bisa segera sampai di markas besar militer.


# # # # # # #


“Eh?” Begitu pintu penthouse dibukakan untuknya oleh nyonya Rose, Ornado sedikit terkejut melihat sosok Cladia yang terlihat mondar-mandir di ruangan tamu penthouse.


Saat melihat sosok Ornado berjalan memasuki penthouse, dengan cepat Cladia berjalan mendekat ke arahnya, membuat dia hampir saja terpeleset.

__ADS_1


“Hati-hati amore mio.” Dengan gerakan sigap Ornado langsung berlari mendekati Cladia, dan meraih tubuh Cladia lalu membawanya ke dalam pelukannya, sambil mengelus-elus punggung istrinya itu.


“Kenapa kamu terburu-buru seperti itu? Kamu sedang mengandung, tidak seharusnya bertindak ceroboh.” Ornado berkata pelan sambil mengernyitkan dahinya, karena biasanya, Cladia bukanlah orang yang bertindak ceroboh.


“Nyonya sedari tadi sepertinya menunggu kedatangan Tuan Ornado, dan terus berada di tempat ini menunggu Tuan. Yang lain sudah beberapa kali mengajak Nyonya Cladia untuk masuk dan bergabung bersama mereka. Tapi Nyonya berkata akan pergi kepada mereka setelah Tuan Ornado kembali.” Nyonya Rose langsung memberikan penjelasan kepada Ornado yang menarik nafasnya sambil tersenyum karena penjelasan itu.


Kata-kata nyonya Rose mau tidak mau membuat sebuah senyum bangga sekaligus bahagia tersungging di bibir Ornado, yang langsung menatap ke arah Cladia dengan penuh cinta.


“Karena Tuan Ornado sudah datang, kalau begitu, saya pamit kembali ke tempat saya.” Nyonya Rose berkata sambil membalikkan tubuhnya, berjalan masuk ke bagian dalam penthouse.


“Ad! Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?” Tanpa menjawab pertanyaan Ornado, Cladia berkata sambil melihat ke seluruh tubuh suaminya, dari ujung kepala sampai kaki, dan sibuk meraba-raba tubuh Ornado, memastikan benar-benar tidak ada yang terluka sedikitpun.


Tindakan Cladia yang spontan karena mengkhawatirkan Ornado yang tak kunjung pulang, justru membuat Ornado harus menahan nafasnya karena gejolak gairah dalam dirinya yang terbangun karena tindakan Cladia.


Sentuhan lembut dari tangan Cladia dengan jari-jari lentiknya, dengan gerakan meraba-raba seluruh tubuhnya, tentu saja membuat Ornado kelimpungan sendiri dan membuat dadanya berdetak begitu kencang tanpa bisa dia hentikan.


“Amore mio….” Dengan berusaha bersikap selembut mungkin, Ornado mencekal tangan Cladia, berusaha menghentikan tindakannya.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja…. Ini buktinya….” Dengan berbisik lembut, Ornado berkata sambil mengecup pelan bibir Cladia yang sedikit tersentak karena tindakan Ornado.


"Haist! Kalian ini... seperti sudah tidak bertemu berbulan-bulan saja." Suara ceria Laurel langsung membuat Cladia langsung menjauhkan bibirnya dari Ornado yang hanya bisa menghela nafas panjang.


Wajah Cladia langsung merah padam mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Laurel, yang bagi Ornado justru membuatnya terlihat semakin cantik dan menggairahkan.


Wajah cantik dan mungil seperti boneka barbie yang dimiliki oleh Cladia dengan rambut lurus hitamnya yang panjang mencapai pinggang, juga wajah memerahnya, merupakan pemandangan paling indah bagi Ornado, lebih dari apapun.


"Kenapa sih sejak kecil kamu suka sekali menggangguku dan Cladia? Selalu jadi orang ketiga yang selalu ingin mengganggu acara kami berdua." Ornado berkata sambil sedikit mendengus ke arah Laurel, dengan wajah pura-pura marah.


"Ist... itu kan hanya perasaanmu saja Ad. Kalau aku sih yakin Cladia oke-oke saja dengan kehadiranku. Ayo Cla, sedari tadi yang lain menunggumu untuk mengobrol bersama." Laurel berkata sambil menggandeng lengan Cladia yang wajahnya masih memerah karena merasa seperti anak remaja yang ketahuan sedang bermesraan belum waktunya dan tidak pada tempatnya.


"Tapi Laurel... aku masih ingin menanyakan banyak hal pada Al. Lagipula, Al pasti lelah setelah perjalanan dari Italia, dia masih harus menghadapi duke Hugo bersama Evan. Lebih baik aku menemani Al beristirahat lebih dahulu. Kalian bisa terus melanjutkan acara tanpa kami." Dengan suara terdengar ragu, Cladia berkata sambil melirik ke arah Ornado yang tidak menyangka kalau Cladia akan berkata seperti itu pada Laurel.


Biasanya, jika ada Laurel, Cladia akan memilih untuk menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol bersama Laurel, tapi malam ini, Cladia justru memilih untuk menemani Ornado untuk beristirahat.


Laurel yang mendengar kata-kata Cladia langsung membeliakkan matanya, tidak menyangka kalau Cladia menjadi bersikap manja terhadap Ornado dan lebih memilih bersama dengan Ornado daripada teman-temannya yang lain malam ini.

__ADS_1


__ADS_2