
"Kapan kamu mengatakan akan mengajakku melakukan konferensi pers bersamamu?" Alaya bertanya dengan nada protesnya.
"Baru saja.... Baru saja aku mengatakannya padamu kan?" Evan berkata dengan sikap tenang, tapi tidak dengan Alaya yang memang tidak menduga Evan langsung ingin mengadakan konferensi pers siang hari ini juga.
"Eh, mana bisa begitu? Nanti siang? Bukannya itu terlalu mendadak? Aku bahkan belum bersiap-siap dan menentukan gaun yang akan aku kenakan. Aduh...." Alaya berkata sambil bangkit dari duduknya secara tiba-tiba.
"Lho, mau kemana Alaya?" Laurel langsung bertanya kepada Alaya yang sudah menunjukkan ancang-ancang untuk pergi dari tengah-tengah mereka.
"Ya... mau kemana lagi memangnya? Aku harus segera mempersiapkan diriku untuk konferensi pers siang ini. Aku mau mengompres mataku agar tidak terlihat berkantung karena kurang tidur. Aku harus berdandan secantik mungkin saat tampil di depan kamera nanti, agar tidak lagi bermunculan Kattie-kattie yang lain, dan berpikir bisa merebut Evan dariku.... Aku mau mereka sadar mereka bukanlah sainganku." Setelah mengucapkan kata-katanya yang diucapkannya dengan begitu cepat tanpa jeda, Alaya langsung pergi dengan sikap bergegas, membuat Alvero dan Evan saling berpandangan, sedang yang lain langsung tertawa geli melihat tingkah Alaya.
Sungguh sifat narsis dan juga posesif Alaya terhadap orang yang dicintainya... mirip sekali dengan yang mulia Alvero.
Deanda berkata dalam hati sambil mengulum senyum gelinya, memandang ke arah Laurel dan Cladia, yang tanpa sadar, juga berpikiran tidak jauh beda dengan apa yang baru saja dipikirkan oleh Deanda barusan, bahwa Alaya adalah versi perempuan untuk Alvero.
# # # # # # #
__ADS_1
Siang ini, jutaan penduduk di kota Tavisha mengarahkan pandangan matanya pada berita yang ditayangkan secara online, di semua saluran televisi yang ada di negeri Gracetian, termasuk siaran live melalui youtube tentang konferensi pers yang diadakan oleh Evan dan Alaya untuk memberikan pernyataan status pernikahan mereka.
Alaya tampak cantik dengan gaun merah muda dengan kerah tinggi, yang tampak begitu soft dan cocok dengan kulitnya yang putih, berdampingan dengan Evan yang mengenakan pakaian kebesarannya sebagai seorang duke Gracetian, sekaligus jendela besar.
Alvero dan Deanda tampak berdiri di sisi mereka, membuat semua orang tahu bahwa pengumuman yang sedang dinyatakan oleh Evan adalah sesuatu yang benar-benar tidak bisa diragukan kebenarannya, karena pasangan pemimpin tertinggi Gracetian ikut hadir di tempat konferensi pers itu diadakan.
Berbagai respon yang berbeda-beda terjadi diantara mereka. Ada yang merasa ikut berbahagia, senang mendengar kabar itu, ada yang merasa masih tidak percaya, bahkan ada yang bersedih dan patah hati karena berita itu.
Yang pasti ada juga yang merasa kecewa, Christopher dan Hector, meskipun Hector merasa lebih siap karena dia sudah mengira itu bakal terjadi, setelah melihat berbagai berita yang dia dengan tentang Evan dan Alaya di media beberapa waktu yang lalu.
"Pernikahan kami, didasarkan pada cinta yang ada diantara kami, dan kami berdua yakin, berapa kalipun Tuhan mempertemukan kami, selalu ada cinta yang begitu menggetarkan hari. Dan berapa kalipun ada orang yang ingin memisahkan kami, cinta akan kembali menarik kami berdua untuk saling mendekat tanpa jarak." Evan kembali berkata di depan mikrofon, sebelum dengan gerakan yang tiba-tiba, Evan menutup mikrofon dengan salah satu telapak tangannya, dan mendekatkan wajahnya ke arah Alaya ayng masih berdiri dengan sikap canggung.
"I love you my princess, You are not my numbre one, but you are my only one." (Aku mencintaimu my princess, kamu bukan nomer satu, tapi kamulah satu-satunya bagiku).
Dengan lembut Evan membisikkan sebuah kalimat yang membuat wajah Alaya memerah dan Alvero serta Deanda yang bisa mendengar kata-kta manis dari Evan saling berpandangan dan melempar senyum.
__ADS_1
Alaya belum lagi tersadar dari kagetnya, dengan gerakan cepat, tiba-tiba saja Evan mencium bibir Alaya yang langsung tersentak kaget, tidak menyangka bahwa Evan yang dikenalnya sebagai sosok yang selalu tenang dan bisa mengendalikan diri dengan baik, tiba-tiba saja bisa melakukan hal seperti itu padanya di depan orang, seolah sedang melakukan klaim bahwa Alaya adalah miliknya seorang.
"Shiii...iittt. Duke Evan ternyata benar-benar menikahi putri Alaya." Christophre berkata sambil menutup lapto di atas meja kerjanya, diamna dia baru saja menyaksikan bagaimana hasil dari tayangan live konferensi pers yang diadakan oleh Evan siang ini.
"Percuma terlihat kesal seperti itu, karena kamu tidak bisa membalikkan keadaan ini." Ibu kandung dari Chrsitopher, yang selama ini selalu menjadi orang yang nasehatnya paling didengar oleh Christopher, langsung berkata sambil menahan nafasnya untuk beberapa saat.
"Padahal putri Alaya adalah salah satu jalan untuk membuat negara kita bisa semakin hebat dan memiliki pengaruh besar karena raja Alvero pasti akan menjadi pendukung terbesar buat putri Alaya...."
"Sudah, jangan dilanjutkan lagi, kamu tidak akan bisa bersaing dengan duke Evan perihal putri Alaya. Jadi lebih baik, kamu cari cara lain untuk membuat kerajaan kita semakin kuat dan berjaya. Masih ada musuh besar yang harus kamu hadapi, Hector Adrojan. Fokuslah untuk mencari cara agar bisa mengalahkannya." Kata-kata wanita setengah baya itu membuat Christopher terdiam dan mulai memikirkan apa yang abru saja dikatakan oleh mamanya.
Di tempat lain, Hector yang juga sedang berada di ruang kerja pribadinya, dan mengikuti acara jumpa pers itu terlihat menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kerjanya sambil memegang segelas anggur di gelas piala, dan sedikit meneguknya.
"Kenapa kamu terlihat begitu tenang Hector? Padahal saat itu aku tahu kamu bahkan meninggalkan pertemuan pentingmu hanya untuk pergi ke Gracetian." Seorang pria yang merupakan sahabat Hector berkata sambil menatap ke arah Hector yang langsung tersenyum kecut mendengar itu.
"Putri Alaya, ternyata bukan putri Gracetian yang sedang aku cari, karena aku tidak menemukan ciri-ciri dia adalah gadis yang sedang aku cari." Hector berkata sambil menarik nafas panjang, mengingat bagaimana seorang gadis yang mengaku sebagai putri Gracetian, pernah membuatnya begitu terpikat, sayangnya waktu itu Hector tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
__ADS_1