
“Sepertinya aku harus segera menemui dokter pribadiku dan menanyakan kenapa aku tidak bisa mengingat apapun tentang pertemuanku dengan Alaya di masa lalu.” Evan bergumam pelan.
“Aku takut… di masa lalu, aku benar-benar sudah melukai hatinya, atau aku sudah melakukan sesuatu yang buruk padanya. Sepertinya, aku harus bertanya langsung pada Alaya tentang hal itu. Semoga dia mau memberitahuku tentang masalah itu.” Evan kembali bergumam pelan sebelum akhirnya berjalan keluar dari kamar mandi, tempatnya berganti pakaian.
Dan aku akan berusaha mencari bukti-bukti pertemuanku dengan Alaya waktu itu. Mungkin aku bisa mengingatnya jika aku menemukan hal-hal yang berkaitan dengan pertemuan kami waktu itu.
Sambil merapikan pakaian yang dikenakannnya, Evan berkata dalam hati, sedikit menganggukkan kepalanya kepada Sam yang sedari tadi dengan setia menunggunya di depan pintu kamar mandi.
“Sam, tolong cari info dan bukti-bukti keberadaanku di luar negeri mulai aku remaja. Negara mana saja yang pernah aku kunjungi, siapa saja yang pernah aku temui dan pernah aku lakukan di sana. Mungkin butuh waktu tidak sebentar karena itu adalah kejadian yang sudah cukup lama terjadi. Tapi aku sangat membutuhkan info tentang hal itu. Jadi, aku harap kamu berusaha keras untuk bisa mendapatkan semua info itu.” Evan berkata kepada Sam sambil berjalan untuk menemui Alexis dan Red kembali.
“Baik Duke Evan, saya akan segera mencari info tentang itu.” Sam menjawab perintah Evan dengan sigap dan sikap hormatnya.
“Setelah ini aku ada pertemuan dengan tuan Red dan Alexis. Pastikan kondisi putri Alaya baik-baik saja sampai istana. Karena dia datang ke tempat ini hanya bersama dengan Alea, segera hubungi orang-orang kita, agar mereka mengawasi putri Alaya dari jauh selama perjalanan pulangnya ke istana, supaya mereka bisa membantu mereka berdua jika sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan….”
“Baik Duke Evan.”
“Dan minta mereka untuk tidak mengawal perjalanan putri Alaya terlalu dekat, sehingga putri Alaya tidak merasa seperti orang yang dikuntit. Perasaanku menyatakan ada seseorang yang tidak menyukai kehadiran putri Alaya di dekatku, dan kita harus waspada terhadap itu. Aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi pada putri Alaya karena kurang waspadanya kita terhadap situasi di sekitarnya.” Evan mengakhiri kata-katanya begitu dilihatnya sosok Red dan Alexis yang sedang duduk sambil mengobrol berdua, menunggu kedatangan Evan.
__ADS_1
“Baik Duke Evan….” Sam kembali mengiyakan perintah dari Evan, sambil memikirkan tentang apa yang sudah terjadi pada mereka di masa lalu, bagaimana bisa Evan yang dikenal oleh Sam sebagai orang yang detail dan selalu bekerja dengan begitu rapi dan terstruktur, melupakan kisah penting di masa lalunya bersama Alaya.
Sam yakin, bagi Evan, sosok putri cantik itu adalah salah satu orang penting dalam kehidupannya, karena sejak Evan mulai sering bertemu dengan Alaya, dan juga adanya rencana pernikahan mereka berdua ditetapkan, Sam bisa melihat bagaimana nama Alaya sudah seperti sebuah sihir ibu peri bagi seorang Evan.
Sam bisa melihat bagaimana Evan yang perhatiannya selalu langsung teralihkan begitu melihat sosok Alaya.
Bahkan hanya dengan mendengar nama Alaya disebutkan, raut wajah dan sikap Evan terlihat langsung berubah menjadi lebih cerah dan bahagia, menunjukkan bahwa Evan sudah benar-benar jatuh cinta pada Alaya, meskipun itu sempat membuat Sam heran karena dari cara Evan memandang dan memperlakukan Alaya, seperti seseorang yang sudah begitu lama mencintai gadisnya.
Setelah mendengar pembicaraan tentang Evan yang dulunya pernah bertemu dengan Alaya, membuat Sam semakin yakin kalau perasaan cinta Evan pada Alaya sudah lama terpendam dalam hatinya.
Untuk itu, Sam semakin yakin dia harus mencari tahu dengan detail apa yang sebenarnya terjadi pada pasangan itu sehingga ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya di Gracetian, seperti dua orang yang tidak saling mengenal.
# # # # # # #
“Kami merasa kalau keberadaan pasukan khusus yang sempat kita latih bersama dengan para pasukan milik grup Xanderson kemarin memang memiliki kemampuan jauh di atas rata-rata para pengawal atau pasukan yang dimiliki kerajaan Gracetian.” Alexis berkata sambil mengingat bagaimana latihan yang sudah mereka lakukan untuk melawan kelompok pemberontak milik Eliana waktu itu.
“Dan yang mulia Alvero ingin agar keberadaan pasukan khusus itu tetap kita jaga dan lanjutkan. Kita sebagai kerajaan ynag cukup besar, harus belajar dari pengalaman di masa lalu. Meskipun kita berharap untuk tidak terjadi, benih-benih pengkhianat seperti Eliana, bisa saja kembali muncul dengan orang dan cara yang berbeda. Dan kita harus selalu siap menghadapi kemungkinan buruk seperti itu.” Alexis kembali berkata sambil memandang ke arah Red dan Evan secara bergantian, menunggu pendapat mereka berdua.
__ADS_1
“Apa yang dikatakan oleh Tuan Alexis benar. Sebenarnya aku ingin sekali mempraktekkan pelatihan itu pada pasukan kerajaan. Sayangnya, orang-orang yang berada dalam keanggotaan pasukan khusus adalah orang-orang dengan kemampuan khusus mereka yang tidak dimiliki oleh banyak orang, sehingga kita tidak bisa melakukan pelatihan yang sama dengan anggota pasukan biasanya, meskipun sebenarnya mereka sudah melalui proses screaning yang cukup ketat juga saat awal dulu. Dan keberadaan pasukan khusus kita tidak bisa begitu saja dijadikan santapan public sebagai berita. Kita harus tetap melindungi keberadaan mereka.” Pendapat Evan membuat Red maupun Alexis mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju dengan itu.
(Screening merupakan salah satu strategi yang dilakukan sebuah instansi untuk mendapatkan seseorang yang tepat, yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, dan sesuai dengan yang dibutuhkan. Proses screening dilakukan untuk mengenal kepribadian dan latar belakang calon pendaftar).
“Karena para anggota pasukan khusus yang kita miliki sekarang memang orang-orang spesial dengan kemampuan terbaik mereka, sehingga tidak banyak anggota pasukan atau pengawal kerajaan bisa menandingi mereka.” Alexis menambahkan pendapat Evan tentang anggota pasukan khusus yang waktu itu memang dipilih, disiapkan, dan dilatih oleh orang-orang yang memiliki kemampuan khusus juga termasuk di dalamnya Evan, Red, Alexis yang tidak diragukan lagi kemampuan dan strategi bertempur mereka.
“Dengan mengakarnya kelompok Eliana selama puluhan tahun di negara ini, aku juga masih mengkhawatirkan adanya kelompok-kelompok kecil peninggalannya yang suatu waktu menjadi duri dalam daging untuk kita. Kalau begitu, kita tetap pertahankan keberadaan camp pelatihan di Renhill, dan mungkin jika ada satu dua orang dari pasukan kerajaan ini yang terlihat memiliki kemampuan menonjol dan karakter yang baik, kita bisa tarik mereka ke tim pasukan khusus itu.” Evan kembali menyampaikan idenya.
“Ide bagus Duke Evan, kami akan lakukan sesuai dengan permintaan Duke Evan.” Red langsung menanggapi perkataan Evan.
“Aku juga mendukung ide itu.” Alexis ikut menyahut.
“Oke, aku akan sampaikan kepada yang mulia Alvero tentang rencana kita selanjutnya terhadap tim pasukan khusus yang sudah kita bentuk. Dan aku juga akan mengajukan kepada yang mulia untuk adanya renovasi camp pelatihan agar bisa digunakan dengan lebih maksimal lagi. Ada beberapa ide dari tuan Ornado untuk melakukan perbaikan di beberapa titik tempat pelatihan yang bisa kita lakukan dengan segera.” Evan kembali berkata sebelum dia mengakhiri pembicaraan mereka sore ini.
“Kalau begitu, terimakasih untuk waktunya. Dalam beberapa hari ke depan, kita akan bahas kembali tentang persiapan kita untuk terus melatih tim pasukan khusus kita.” Perkataan Evan ditanggapi dengan anggukan kepala baik oleh Alexis ataupun Red.
# # # # # # #
__ADS_1
“Bagaimana dengan keadaan putri Alaya Sam? Apa dia sudah kembali ke istana?” Evan bertanya kepada Sam begitu Evan keluar dari tempat pertemuan dan bertemu Sam yang sedang berdiri dengan sikap tegap di depan pintu ruang pertemuan.
“Maaf Duke Evan, sepertinya Putri Alaya masih berada di rumah pohon milik permaisuri Deanda.” Jawaban dari Sam membuat Evan langsung mengernyitkan dahinya, karena baginya terlihat begitu jelas bahwa Alaya begitu ingin segera kembali ke istana.