Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
SYARAT DARI EVAN


__ADS_3

Alvero sungguh tidak menyangka kalau Evan tiba-tiba langsung mengajukan dirinya untuk dijodohkan dengan Alaya, bahkan sebelum Alvero mengatakan tentang rencana perjodohan antara mereka berdua yang baru saja akan dia ucapkan pada Evan.


Meskipun sebenarnya dari perkataan yang diucapkan Alvero sebelumnya, tentu saja Evan yang cerdas bisa langsung menebak siapa duke yang dimaksudkan oleh Alvero.


Karena satu-satunya duke yang belum menikah di kerajaan Gracetian hanyalah Evan.


Evan sendiri, setelah semalaman berpikir tentang rencana perjodohan tersebut, awalnya dia ingin menolak perjodohannya dengan Alaya. Akan tetapi entah kenapa, memikirkan bagaimana dengan perjodohan ini bisa membuatnya lebih dekat dan lebih mengenal sosok Alaya, pada akhirnya dia memutuskan untuk menerima rencana perjodohan ini.


Entah apakah dia merasa tertarik dengan sosok Alaya karena kemiripannya dengan Deanda, tapi bagi Evan, ada sesuatu yang berbeda antara Alaya dan Deanda, yang membuat Evan merasa begitu penasaran dan tanpa sadar membuat Evan jadi ingin tahu lebih tentang siapa dan bagaimana sosok Alaya sebenarnya.


Evan berusaha memantapkan hatinya sendiri, dan berusaha menegaskan pada dirinya sendiri, untuk tidak membandingkan Alaya dan Deanda, dan mau mencoba menerima Alaya sebagai Alaya, bukan sekedar sebagai pengganti Deanda.


Apalagi di pertemuan mereka kemarin siang, sosok Alaya dengan keterbukaan dan sikap beraninya, justru benar-benar sudah berhasil mengusik hatinya, yang selama ini memang belum pernah memiliki seorang kekasih karena sibuk mencetak prestasi dengan posisinya sebagai seorang duke.


“Katakan padaku, apa syarat yang harus aku penuhi untuk itu." Alvero langsung bertanya kepada Evan, karena Alvero juga melihat bahwa Evan bukan orang yang suka basa-basi seperti dirinya sendiri.


"Saya ingin meminta apa yang sudah pernah Yang Mulia janjikan ketika saya berhasil menangani kasus di lepas pantai waktu itu." Alvero sedikit terdiam begitu mendengar kata-kata Evan yang mengingatkannya bagaimana saat itu Evan meminta ijin untuk bisa menjalin hubungan dengan Deanda, tapi langsung ditolak oleh Alvero.


Apa maksud perkataan Evan? Apa dia mau kembali mengejar permaisuriku. Tapi tidak mungkin dia menerima perjodohannya dengan Alaya kalau itu yang sedang diinginkan oleh Evan. Lagipula Evan adalah laki-laki terhormat, tidak mungkin dia berpikiran kotor seperti itu. Pikiran yang sama artinya dengan sebuah rencana pemberontakan.

__ADS_1


Alvero berkata dalam hati sambil menatap Evan, mencoba menerka-nerka apa yang sedang dipikirkan oleh Evan.


"Ya, aku ingat janjiku untuk memenuhi satu permintaanmu." Alvero menjawab perkataan Evan dengan tetap menjaga sikap tenang dan wibawanya sebagai seorang raja.


"Asal bukan tentang permintaan yang ada hubungannya dengan permaisuri Deanda. AKu tidak akan pernah mengijinkannya." Alvero menambahkan kata-katanya.


Sebuah perkataan yang sebenarnya membuat Evan ingin tersenyum geli.


Hah! Padahal syaratku tidak ada kaitannya sama sekali dengan Deanda. Bisa-bisanya yang mulia berpikir seperti itu. Aku bukan laki-laki bren... ngsek yang akan merebut wanita milik orang lain.


Evan hanya bisa berkata dalam hati dan menyimpan senyum gelinya dalam hati juga, tanpa berani menunjukkannya pada Alvero jika ingin dianggap tidak menghormati Alvero sebagai raja Gracetian.


Evan berkata dalam hati sebelum akhirnya menanggapi perkataan Alvero.


"Tidak Yang Mulia. Apa yang saya minta justru berkaitan erat dengan Yang Mulia sendiri." Evan berkata sambil menyungingkan senyum tipis kepada Alvero yang mau tidak mau, langsung menarik nafas lega begitu mendengar perkataan Evan.


"Kalau begitu, katakan syarat apa yang kamu minta dariku?"


"Saya mau menerima perjodohan dengan putri Alaya, dengan syarat, saya boleh menggunakan hukum istana Gracetian untuk menikahi putri Alaya." Alvero sedikit tersentak mendengar apa yang diminta oleh Evan.

__ADS_1


Hukum istana Gracetian, adalah hukum yang dia gunakan untuk menjebak Deanda agar gadis itu tidak bisa lagi melepaskan diri darinya setelah pernikahan mereka.


Karena dalam hukum istana Gracetian jelas tertulis yang bisa mengajukan perceraian hanyalah pihak pria saja, sehingga pihak wanita tidak berhak untuk mengajukan atau menuntut perceraian.


Selama ini hukum itu hanya boleh dipergunakan oleh pria dengan status raja dan putra mahkota saja, sehingga tidak berlaku untuk bangsawan lain.


Dan sekarang, Evan sebagai seorang duke, meminta Alvero mengijinkannya menggunakan hukum istana Gracetian untuk menikahi Alaya, sehingga apapun yang terjadi di masa depan antara Alaya dan Evan dalam pernikahan mereka kelak, Alvero tidak bisa lagi ikut campur tangan meskipun dia adalah raja Gracetian.


"Kenapa kamu berpikir untuk menggunakan hukum istana Gracetian dalam rencana perjodohanmu dengan putri Alaya?" Alvero langsung bertanya sebelum dia memutuskan untuk menjawab permintaan dari Evan.


"Yang Mulia tahu kalau dengan saya menerima perjodohan ini, saya mengambil resiko besar untuk menjalin hubungan seumur hidup dengan seseorang yang sebelumnya tidak saya kenal sama sekali. Dan Yang Mulia tahu bagi seorang pria di Gracetian, akan memiliki tugas dan beban berat jika menikah dengan seorang putri dari keluarga Adalvino, dimana putri itu pastilah anak dari raja Gracetian, atau saudara kandung dari raja Gracetian." Perkataan Evan cukup membuat Alvero termangu, karena yang dikatakan oleh Evan ada benarnya.


"Saya tidak mau menganggap remeh putri Alaya, karena dengan menerima perjodohan ini, berarti dia akan menjadi istri saya, dan akan membawa nama baik saya juga. Tapi mau tidak mau, dengan usianya yang masih begitu muda, saya tidak mau dia melakukan sesuatu yang ceroboh dengan pemikirannya yang mungkin belum dewasa dan sembrono. Saya pikir Yang Mulia pasti tahu tentang itu. Jadi ijinkan saya untuk mengambil alih, mengatur tentang masa depan kami berdua." Evan berusaha menyampaikan alasannya meminta hal itu pada Alvero.


Bagi Evan, melihat bagaimana beraninya Alaya menemuinya kemarin dan tanpa ragu, dengan percaya dirinya, meminta padanya agar menolak rencana perjodohan itu, menujukkan kalau ke depannya, Alaya tidak akan tinggal diam saat mengetahui Evan justru menerima rencana perjodohan yang sudah ditetapkan oleh Alvero.


Untuk itu, Evan meminta syarat kalau perjodohan mereka akan berjalan sesuai dengan hukum istana Gracetian, supaya jika Alaya kedepannya melakukan hal yang tidak masuk akal, segala keputusan mutlak, tetap ada di tangan Evan.


Dengan syarat yang diajukan oleh Evan itu, akan membuat Alvero sebagai raja sekalipun, tidak bisa seenaknya ikut campur dalam urusan pernikahan mereka kelak, karena sebenarnya, sejak menyatakan bersedia untuk dijodohkan dengan Alaya, Evan sudah bertekad bulat, untuk tidak akan pernah melepaskan Alaya darinya lagi.

__ADS_1


Selamanya.... Evan sudah berniat untuk selamanya mengikat Alaya di sisinya, sebagai seorang duchess, duchess Alaya Carsten.


__ADS_2