Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RASA KAGET ALAYA


__ADS_3

Setelah menyingkirkan meja makanan dorong, Alaya langsung menutup kembali dan merapikan tudung saji makanan sehingga jika orang tidak membukanya tidak akan tahu kalau semua makanan yagn ada di bawah tudung saji itu sudah tandas, dihabiskan oleh Alaya yang kelaparan setelah tersadar kembali.


Alaya langsung mengernyitkan dahinya begitu melihat ke arah jam di dinding yang baru saja berdentang, dan Alaya bisa melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 7 pagi.


Sebenarnya sudah berapa lama aku tertidur? Aku benar-benar tidak bisa mengingatnya sama sekali. Dan tempat apa ini? Kenapa begitu asing untukku?


Alaya berkata sambil dalam hati dan mulai melangkahkan kakinya secara perlahan, mengelilingi sekitar tempat tidur berusaha mencari petunjuk sedang dimana dia sekarang ini.


Begitu mata Alaya memandang ke arah tempat tidur yang ditempatinya tadi, dahinya sedikit mengernyit, karena dari sprei tempat tidur berukuran besar itu, tampak di bagian samping tempat dia tadi tidur ada tanda-tanda bekas orang lain yang tidur disana.


"Lho... apa ada seseorang yang tidur di sampingku semalam? Siapa?" Alaya langsung bergumam pelan dengan hati mulai menebak-nebak siapa yang tidur di sampingnya semalam.


Alaya sangat yakin jika ada orang lain yang tidur di sampingnya dan sudah pergi sebelum dia terbangun.


"Ist! Siapa yang berani-beraninya tidur di sampingku tanpa ijin? Kalau sampai dia itu adalah laki-laki, aku benar-benar akan menghajarnya tanpa ampun!" Alaya berkata sambil mendesis karena dia sendiri, selama ini belum pernah tidur dalam satu tempat tidur dengan siapapun, meskipun dengan teman-teman perempuan yang dekat dengannya.


Dengan gerakan pelan, Alaya kembali mengamati ruangan itu dan mulai berjalan ke arah ruangan yang merupakan walk in closet, satu ruangan yang merupakan bagian dari kamar itu sendiri.


"Eh...." Alaya langsung tersentak kaget begitu melihat apa yang ada di dalam walk in closet itu.

__ADS_1


Di sebelah kanan kiri dari ruangan itu terdapat lemari pakaian berukuran tinggi berukuran besar, dimana terdapat banyak pakaian yang tergantung di sana dengan rapi.


Yang membuat Alaya kaget, di sisi kiri lemari yang ada dipenuhi dengan pakaian-pakaiannya, mulai dari baju tidur, baju santai, sampai dengan gaun-gaun miliknya, yang selama ini tergantung rapi di kamarnya yang ada di istana Gracetian.


Eh.... kenapa pakaian-pakaianku berpindah tempat kesini? Siapa yang memindahkannya, dan apa maksudnnya memindahkan pakaian-pakaianku tanpa seijinku?


Alaya bertanya-tanya dalam hati dengan sikap bingung, tapi juga penuh dengan rasa kesal karena merasa ada seseorang yang sedang menguji kesabarannya dan berusaha mempermainkannya.


Meskipun tidak semua pakaian yang dia miliki berpindah di tempat ini, tapi Alaya bisa memastikan, lebih dari 80% pakaiannya memang sudah dipindahkan ke tempat ini, dan itu membuat dia semakin merasa penasaran dengan tempat yang baginya sangat asing ini.


Begitu mata Alaya melihat ke arah kanan, matanya langsung terlihat menyipit begitu melihat pakaian pria tergantung berjajar dengan rapi di dalam lemari itu.


Jangan bilang kalau itu adalah seragam duke Evan!


Dengan berteriak dalam hati Alaya langsung menarik salah satu pakaian itu, dan kakinya langsung mundur dua langkah saking kagetnya, begitu matanya melihat ada name tag bertuliskan nama Evan Carsten di bagian sebelah kanan dada dari pakaian itu seragam militer Evan itu.


(Name tag adalah lencana atau stiker yang dikenakan di luar pakaian sebagai sarana untuk menampilkan identitas atau nama si pemakai agar dapat dilihat orang lain.


Name tag biasa digunakan untuk tanda pengenal saat On Duty dan letaknya menempel pada pakaian di posisi dada sebelah kiri atau kanan, sesuai dengan aturan tempat orang itu bertugas atau bekerja.

__ADS_1


Dalam pembuatan name tag biasanya akan disertai dengan menampilkan logo perusahaan atau bidang yang dijalani oleh orang tersebut masing masing sehingga ketika seseorang melihat orang yang menggunakan name tag akan menjadi lebih mudah mengenal dari mana mereka berasal dan di bagian bidang apa mereka bergerak).


Sial! Apa yang sedang terjadi sebenarnya padaku? Kenapa aku bisa berada di kamar duke Evan? Dan apa itu artinya orang yang semalam tidur di sampingku adalah duke Evan? Akh….! Benar-benar mengerikan! Hihhh.... benar-benar membuatku merinding! Semoga saja dia tidak melakukan apa-apa padaku


Alaya langsung berteriak dalam hati dan melihat ke sekujur tubuhnya dengan sikap frustasi, bergerak dengan cepat kembali ke dekat tempat tidur setelah melempar begitu saja seragam milik Evan yang tadi diambilnya dari gantungan lemari pakaian.


Akan tetapi begitu Alaya menyadari pakaian yang dikenakannya adalah pakaian tidur, dia langsung menepuk jidatnya sendiri, sadar bahwa akan aneh jika dia melarikan diri dengna penampilan seperti itu.


Dengan cepat Alaya kembali ke walk in closet, dan buru-buru mengambil celana Panjang beserta t shirt miliknya dan segera mengganti pakaiannya agar dia bisa segera kabur dari tempat itu.


"Kenapa aku bisa terjebak di tempat ini? Kira-kira selama aku tidak sadarkan diri, apa yang sudah terjadi? Kenapa kak Alvero membiarkan tindakan kurangajar duke Evan yagn beraninya membawku ke tempat kediamannya? Apa kak Alvero tidak tahu kalau aku berada di tempat ini?" Alaya berkata sambil mulai mencari handphone miliknya dengan mengamati setiap sudut kamar dan membuka satu persatu laci yang ada di kamar itu.


“Benar. Kak Alvero pasti tidak tahu dengan tindakan ngawur duke Evan yan berani-beraninya membawaku ke rumahnya, padahal kami belum memiliki hubungan apapun. Aku harus bisa segera menemukan handphoneku untuk melaporkan tindakan kurang ajar duke Evan ini kepada kak Alvero, biar dia mendapatkan hukuman berat dari kak Alvero.” Alaya terus mencari handphonenya dengan tidak putus-putusnya mengomel dengan perasaan kesal.


Hati dan pikiran Alaya benar-benar ingin meledak rasanya begitu dia membayangkan bagaimana Evan yang sudah membawanya ke tempat tinggalnya tanpa ijin darinya, apalagi membayangkan bagaimana semalam dia tidur Bersama Evan dari tempat tidur, membuat tubuh Alaya bergidik ngeri.


Tunggu saja! Aku akan segera pergi dari sini dan memikirkan cara untuk membalas perbuatan duke Evan hari ini! Laki-laki itu! Akhhh….! Benar-benar membuatku frustasi hanya dengan memikirkan kalua dia sudah membawaku ke tempat ini seperti menculikku. Dan kenapa kak Alvero tidak berusaha menemukanku? Apa aku hanya tidak sadarkan diri bebeberapa jam saja sehingga orang tidak sadar bahwa aku tidak kembali ke istana?


Alaya terus bertanya-tanya dalam hati, tidak henti-hentinya mengomel dan menuduh Evan yang bukan-bukan, dan membuat hati Alaya semakin kesal dan tidak percaya dengan sosok Evan.

__ADS_1


__ADS_2