
Karena untuk saat ini, Alvero berkata kepada Evan sebagai seorang kakak dari Alaya, bukan sebagai seorang raja Gracetian.
“Aku tahu mungkin untuk masalah Alaya, aku terlalu terbawa emosi. Tapi kehidupan yang dijalaninya sejak dia masih dalam kandungan bukanlah kehidupan yang mudah. Karena itu, sejak kami berdua dipertemukan kembali, aku sungguh berharap kehidupan yang dia jalani di masa depan, akan penuh kebahagiaan bersama dengan orang-orang yang menyayangi dan dia sayangi, sebagai ganti masa lalu dimana dia begitu menderita waktu itu.” Alvero berkata dengan suara rendah.
Secara keuangan atau materi, Larena yang memiliki tabungan pribadi yang besar, dan juga saudara di luar negeri yang selalu mendukungnya, memang materi tidak menjadi masalah besar dalam kehidupan Larena.
Tapi secara fisik dan mental, baik Larena yang mengalami trauma akibat usaha pembunuhan padanya dan juga luka parah yang perlu dirawat hingga bertahun-tahun maupun Alaya yang dulunya merupakan gadis yang sangat lemah dan sering di bully....
Semua penderitaan yang dialami mereka berdua, sungguh membuat Alvero merasa trenyuh.
Ingatan cerita dari Alexis tentang bagaimana kehidupan Larena dan Alaya yang tidak mudah selama tinggal di luar negeri, membuat Alvero seringkali merasa menyesal kenapa dia tidak menemukan keberadaan Alaya dan Larena lebih awal.
“Saya sudah berjanji untuk setia pada putri Alaya sejak saya bersedia menjadi calon suaminya, dan saya pasti akan menjaganya dengan baik. Yang Mulia tidak perlu mengkhawatirkan itu.” Jawaban Evan dengan wajah tenang dan senyum yang tersungging di wajah tampan itu, cukup bagi Alvero untuk tetap meyakinkan dirinya, bahwa Evan, adalah pilihan terbaik untuk Alaya, apapun alasannya.
“Terimakasih sudah membuatku merasa jauh lebih tenang Duke Evan. Dan sebenarnya… ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada Duke Evan terkait masalah Alaya….” Alvero menggantung kata-katanya sejenak dengan dahi terlihat sedikit mengernyit.
__ADS_1
“Ada apa Yang Mulia? Apa ada masalah dengan putri Alaya?” Evan langsung bertanya kepada Alvero yang tiba-tiba menghentikan kata-katanya dan dari wajahnya terlihat ragu.
“Aku tahu mungkin bagi Duke Evan ini terlalu cepat dan belum waktunya. Tapi mengingat apa yang sedang terjadi sekarang aku jadi berpikir ulang tentang hal ini….” Alvero berkata dengan ragu, sambil menatap Evan yang tetap dengan setia menunggu apa yang hendak dikatakan oleh Alvero sebenarnya.
“Apa Duke Evan juga mengikuti berita heboh tentang rencana kedatangan putra mahkota Hector dari kerajaan Crowhil ke Gracetian? Entah kenapa aku merasa, dia sebelas dua belas dengan putra mahkota Christopher yang mengincar Alaya juga.” Perkataan Alvero membuat Evan termenung sejenak.
Ternyata bukan saja aku, tapi yang mulia Alvero juga berpikir seperti itu tentang putra mahkota Hector. Sepertinya putri Alaya sudah seperti bunga yang sedang mekar dan menarik perhatian banyak kumbang di sekelilingnya.
Evan berkata dalam hati.
Itu artinya, pada akhirnya, Evan juga menyelidiki tentang Hector yang dikenal selalu hidup bersaing dengan Christopher semenjak dulu.
Saat menyelidiki tentang kehidupan pribadi Hector, pada akhirnya Evan menemukan beberapa video di dunia maya yang memberitakan tentang rencana Hector untuk berkunjung ke Gracetian, dan secara tersirat menunjukkan ketertarikannya pada perempuan yang berasal dari Gracetian.
Bagi Evan, pernyataan itu mengarah kepada Alaya sebagai seorang putri Adalvino yang tiba-tiba muncul seperti sosok Cinderella dari negeri dongeng, dan yang bagi seorang putra mahkota seperti Hector, adalah pilihan gadis dari Gracetian yang paling layak untuk dinikahi.
__ADS_1
Karena Alaya bukan saja cantik dan menarik secara fisik, tapi siapapun yang menikahi Alaya akan mendapatkan keuntungan untuk bisa menjadi bagian dari keluarga kerajaan Gracetian yang cukup dekat dengan Alvero sebagai raja.
“Saya tahu sedikit banyak tentang mereka berdua. Putra mahkota Hector dan Christopher dikabarkan selalu bersaing sejak kecil, karena sebenarnya ibu kandung dari putra mahkota Chrsitopher dan ibu kandung dari putra mahkota Hector adalah saudara tiri, yang sampai sekarang juga tidak pernah akur, karena selalu saling menyalahkan satu sama lain tentang bagaimana ketiga orangtua mereka bisa terlibat dalam sebuah pernikahan.” Tanggapan Evan terhadap kata-katanya membuat Alvero menganggukkan kepalanya.
“Itulah sebabnya aku paling benci dengan perselingkuhan, yang seringkali membawa pertikaian, dan berakhir dengan saling membenci antara satu sama lain. Bahkan kadang membuat kehidupan seseorang bisa saja menjadi hancur karena itu. Sistem selir yang masih dipertahankan di kerajaan Rodfeel, sebenarnya adalah pemicu terjadinya perselingkuhan, bahkan dengan sistem diperbolehkannya selir itu bagiku sama dengan membuka lebar-lebar pintu perselingkuhan dan melegalkan perselingkuhan.” Alvero berkata dengan nada suara yang menunjukkan rasa tidak sukanya.
“Untung saja di negara kita hal seperti itu masih dianggap tabu, danditentang dengan keras.” Evan mengucapkan kata-katanya sambil tersenyum, karena dengan masa lalu Alvero bersama dengan Eliana, Evan bisa merasakan bagaimana sosok Alvero bisa menjadi orang yang sangat membenci perselingkuhan, meskipun pada akhirnya terbukti bahwa saat itu sebenarnya Vincent hanya dijebak, tidak benar-benar berselingkuh dengan Eliana.
“Masalah Chistopher maupun Hector, merupakan hal yang sama-sama membuatku cukup pusing. Karena itu, aku membutuhkan bantuanmu lagi Duke Evan.” Alvero berkata sambil memandang ke arah Evan yang langsung menaikkan salah satu ujung alisnya, sebagai tanda bahwa dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan Alvero barusan.
“Apa yang kira-kira bisa saya bantu Yang Mulia? Kalau saya bisa, pasti dengan senang hati saya akan melakukannnya.” Evan langung menanggapi kata-kata Alvero dengan wajah terlihat sedikit penasaran, karena sebelumnya Alvero sempat menyebutkan tentang nama Alaya dalam perkataannya sebelum meminta bantuan.
Entah kenapa, bagi Evan, sejak putri yang tindakannya selalu terburu-buru itu datang ke markas besarnya, nekat bertemu dengannya tanpa janji temu, bahkan meminta sesuatu yang sangat aneh padanya, sejak saat itu juga rasa ingin tahu Evan terhadap sosok Alaya semakin hari semakin bertambah besar.
Bahkan bagi Evan, untuk saat ini setiap nama Alaya disebutkan dan terdengar di telinganya, fokusnya pasti akan langsung berubah dan pikirannya akan langsung memikirkan gadis cantik itu.
__ADS_1