
"Segera minta maaf padanya!"
"Heh! Jangan sok jago meskipun kamu lebih tua dari kami!"
"Sial! Beraninya kamu mengabaikan kata-kataku!"
"Kalian ini, masih kecil sudah sok jago dan bisa-bisanya menindas orang yang lebih lemah."
Aku sangat mencintaimu Alaya, tidak akan pernah ada gadis lain yang bisa membuatku jatuh cinta seperti orang gila seperti cintaku padamu. Selamanya… aku akan selalu mencintaimu, hanya kamu…. Tunggulah sampai aku menyelesaikan masalah keamanan di Gracetian, setelah itu aku akan kembali padamu, dan memperkenalkan diri secara resmi kepada mamamu sebagai laki-laki yang mencintaimu, dan membawamu ke negara kelahiranku Gracetian, dan memperkenalkanmu kepada mamaku.
“Kenapa? Apa kamu cemburu?”
“Kenapa? Tidak boleh cemburu?”
“Boleh. Siapa yang melarangmu cemburu pada gadis lain?”
“Dasar kamu ini memang pencemburu akut. Tapi bagiku, tidak pernah mempermasalahkan sifat pencemburumu itu. Asal itu tidak membuatmu larut dalam sakit hati dan membuatmu jadi tidak bahagia saat bersamaku.”
“Siapa suruh kamu memiliki wajah malaikat yang begitu tampan, dengan senyum manismu yang begitu mempesona? Jangankan para gadis, para pria juga pasti kagum melihatmu, dan mungkin banyak yang iri padamu.”
“Kamu benar-benar bisa membuat hatiku meleleh dan besar kepala. I love you….”
“Apa kamu tidak sadar kalau wajah cantikmu juga pasti sudah membuat bukan hanya gadis lain, tapi para bidadari menjadi iri denganmu?”
__ADS_1
“Masih cemburu juga kamu sayang?”
“Tidak… karena Evan hanya milikku, dan tidak akan melirik gadis lain. Benar tidak?”
“Tentu saja. Aku akan selalu jadi milikmu seorang. Kalau aku berani mengkhianatimu, kamu boleh membenciku dan mengutukiku sesuka hatimu. Dan aku jamin, aku tidak akan pernah bisa bahagia dengan gadis lain, jika itu bukan kamu.”
“Janji ya, dimanapun dan kapanpun, hanya aku yang ada di hatimu. Kamu harus selalu ingat tentang aku, meski kamu kembali ke Gracetian. Dan kamu harus berjanji padaku, jika suatu ketika kamu kembali ke Gracetian, kamu tidak akan pergi lama dariku. Kamu harus segera kembali padaku. Kalau tidak, saat kita bertemu lagi, aku akan pura-pura tidak mengenalmu.”
“Mana bisa aku jauh darimu terlalu lama. Meskipun harus kembali ke Gracetian, aku akan selalu memyempatkan waktu untuk mengunjungimu. Aku juga tidak mau kalau ada laki-laki yang melirikmu, dan merebutmu dariku.”
Satu persatu, semua peristiwa, semua kejadian yang pernah terjadi antara Evan dan Alaya, termasuk pembicaraan yang pernah mereka ucapkan silih berganti masuk ke dalam pikiran Evan, seperti sebuah film yang sedang diputar di depannya seperti film yang ditampilkan dari sebuah proyektor bioskop.
(Dahulu pemutaran film berskala bioskop menggunakan pemutar pita seluliod. Namun saat ini gambar yang lebih baik bisa anda dapatkan karena adanya proyektor bioskop. Proyektor bioskop adalah proyektor dengan format DCP atau Digital Cinema Package.
Selain memiliki format DCP, proyektor bioskop memiliki perbedaan spesifikasi dengan proyektor pada umumnya. Kebanyakan proyektor bioskop memiliki ANSI Lumen di atas 33.000. Namun ada proyektor bioskop berbudget minim yang memiliki ANSI Lumen di angka 23.000.
Kebanyakan proyektor bioskop saat ini memiliki resolusi minimal 2K, namun beberapa proyektor sudah memiliki resolusi 4K.
Untuk bisa memanjakan mata, kontras pada proyektor bioskop harus tinggi. Adapun angka kontrasnya minimal adalah 2.000:1. Kurang dari itu dapat membuat kualitas gambar bioskop menjadi jauh berkurang).
Semua kenangan tentang banyak kejadian yang dialami Evan, dimana ada Alaya di dalamnya, bahkan ingatan tentang bagaimana dulu Evan pernah menyelamatkan Alaya ketika masih kecil, termasuk bagaimana saat dia menyatakan cintanya pada Alaya, dan juga semua kejadian manis dan romantis terus bersliweran dalam otak Evan.
Selama proses hipnoterapi, tampak berkali-kali raut wajah Evan berubah-ubah beberapa kali. Entah wajah dengan senyum bahagianya, wajah serius, atau wajah marah dan tegang, karena berbagai memori yang terlintas di otaknya, memang menunjukkan berbagai kejadian yang mengakibatkan respon emosi yang berbeda-beda di wajah Evan.
__ADS_1
"Alaya...." Beberapa kali tanpa sadar Evan menyebutkan nama istrinya dengan pelan, seperti orang yang berbisik.
"Hah!" Evan berteriak sedikit keras, dan ingatannya langsung terputus begitu ingatan itu sampai pada ingatan dimana Evan mengalami kecelakaan waktu itu.
Sebelum terjadinya kecelakaan itu, Evan memang sempat menghubungi Alaya begitu dia keluar dari bandara dan masuk ke dalam mobilnya bersama Ramon sebagai pengemudi waktu itu, dan mereka berdua sempat mengobrol cukup lama.
"I miss You Alaya. Aku harap kita bisa segera bertemu kembali. Rasanya seperti kita sudah berpisah selama bertahun-tahun. Jaga dirimu baik-baik, aku akan menghubungimu lagi malam ini. I love You." Evan mengakhiri panggilan teleponnya setelah Alaya menjawab "I love You too kepada Evan."
Dan belum sampai Evan mengalihkan pandangan matanya dari layar handphone dengan senyum di wajahnya dan hati yang berbunga-bunga setelah mendengar suara Alaya, kecelakaan itu terjadi padanya.
"Hah... hah... hah..." Evan langsung membukat matanya dengan posisi yang awalnya terbaring dengan sikap santai, jadi duduk dengan sikap tegang, dan keringat membasahi keningnya.
Akhirnya... aku ingat... aku ingat semuanya tentang kita. Sejak awal... aku bisa mengingat semuanya sejak awal pertemuan kita. Oh God, thanks.... Aku bisa mengingat semuanya tentang aku dan my princess. Ternyata, kamu begitu mencintaiku dan selalu memegang janji diantara kita, untuk kamu tetap menungguku, meskipun aku tidak pernah muncul kembali di hadapanmu. Orang-orang yang sudah berusaha memisahkan kita dengan cara licik seperti ini.... Aku tidak akan pernah membiarkan mereka. Mereka akan membayar apa yang mereka lakukan.
Evan berkata dalam hati sambil berusaha mengatur nafasnya yang sedikit tersengal, karena emosi yang dia rasakan selama berjalannya proses hipnoterapi.
"Anda baik-baik saja Duke Evan?" Begitu melihat reaksi Evan, Sam langsung berlari mendekat ke arah Sam, dengan sikap tubuh siaga, siap untuk melindungi pemimpinnya itu.
"Ya... aku baik-baik saja... Sam...." Evan berkata sambil menghapus keringat yang membasahi dahinya.
"Jauh lebih baik, karena sekarang aku sudah bisa mengingat semuanya." Evan melanjutkan kata-kata yang membuat dokter Jordan menelan ludahnya dengan kasar, dengan wajah penuh penyesalan karena sudah berani mengusik seorang duke Evan dan wanita yang dicintainya.
Dengan sigap Sam langsung mengambilkan sebotol air mineral yang ada di dekat tempat itu, dan menyodorkannya kepada Evan, setelah lebih dahulu membuka tutup dari botol berisi air mineral itu.
__ADS_1
"Terimakasih Sam." Evan berkata pelan, setelah itu langsung meneguk air mineral itu hingga tandas.
Setelah itu dengan gerakan cepat Evan langsung melompat turun dari tempatnya duduk, dan menarik nafas panjang, dengan wajah yang terlihat tegang, dan beberapa detik kemudian, mata hijaunya memandang ke arah dokter Jordan dengan sebuah tatapan tajam.