Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PENGUMUMAN RESMI


__ADS_3

Untung saja sweety merupakan gadis yang anggun dan tidak pernah berbuat sesuatu yang menunjukkan sikap pemberontaknya seperti adikku Alaya. Pasti ke depannya duke Evan akan direpotkan dengan sepak terjang Alaya yang begitu keras kepala


Alvero kembali berkata dalam hati, merasa lega karena sifat Deanda, tidaklah sesembrono dan sesuka hati seperti Alaya.


"Saya akan mengambil tanggungjawab dan resiko itu Yang Mulia, saya siap sepenuhnya untuk hal itu...." Evan segera menyahuti kata-kata dari Alvero.


"Baiklah, ayo kita pergi sekarang, untuk memberikan pengumuman pada mereka semua, agar besok... tepat bersamaan dengan kedatangan putra mahkota Hector di Gracetian, pihak istana bisa mengadakan pertemuan resmi dengan pers, dan mengumumkan tentang tanggal pernikahan kalian. Dan supaya kjalian tidak dianggap melanggar kebiasaan istana dimana sebelum menikah ada prosesi pertunangan, kita akan umumkan, kalau hari itu adalah hari pertunangan sekaligus pernikahan kaian, yang sengaja digabungkan menjadi satu. Jadi kita akan menyiapkan dua gaun yang akan dikenakan bergantian oleh Alaya di hari yang sama." Alvero yang mencoba mengingatkan Evan tentang standar penikahan para bangsawan Gracetian yang harus melewati acara pertunangan terlebih dahulu, membuat Evan langsung menganguk-anggukkan kepalanya, sebagai tanda setuju.


Bagi Evan tidak masalah jika dia dan Alaya harus repot, berganti pakaian dan gaun sebanyak dua kali untuk membedakan pakaian yang dikenakan dalam pertunangan dan pernikahan, yang penting, hari itu, Evan bisa menikah dengan Alaya.


"Ide yang benar-benar brilian Yang Mulia. Terimakasih untuk pemikiran yang sudah membuat semuanya bisa dijalankan tanpa harus mengubah rencana awal, langsung menikah di hari itu." Evan yang sudah berjalan beriringan dengan Alvero menuju ruang tempat diadakannya perjamuan segera mengucapkan terimakasihnya kepada Alvero yang ikut membantunya menyusun rencana agar bulan depan, Evan bisa langsung menikahi Alaya, tanpa harus menunggu beberapa lama setelah diadakannya acara pertunangan terlebih dahulu.


# # # # # # #


"Aku belum lama mengenal duke Evan, tapi menurutku, duke Evan orang yang sangat baik, membuatku bahkan serasa memiliki kakak laki-laki saat sedang bersamanya. Duchess Danella juga sangat baik padaku, tidak memandang remeh aku meskipun aku hanya gadis miskin dari kalangan rakyat biasa." Perkataan Deanda membuat Alaya tersenyum tipis, sedikit dipaksakan tentunya.


Seperti yang terlihat selama ini... di mata kak Deanda hanya ada kak Alvero... sungguh indah dan ikut bahagia melihat hubungan mereka berdua. Kak Deanda hanya menganggap duke Evan sebagai sosok kakak laki-laki yang tidak pernah dimilikinya. Akan tetapi, sayangnya duke Evan tidak berpikir seperti itu. Dia melihat sosok kak Deanda sebagai seorang gadis yang dicintainya.

__ADS_1


Alaya kembali diingatkan lagi oleh dirinya sendiri tentang bagaimana posisinya di hati Evan, sudah tergeser dengan kehadiran Deanda.


"Kak Alvero juga tidak pernah memandang remeh kak Deanda, meskipun dia seorang putra mahkota Gracetian waktu itu. Aku dengar cerita dari kak Enzo, bagaimana perjuangan kak Alvero untuk meluluhkan hati kak Deanda. Kalian berdua, benar-benar membuatku iri dengan keromantisan kalian, dan juga jalan cerita kisah cinta kalian yang begitu mendebarkan." Kata-kata Alaya sedikit menimbulkan semburat merah di pipi Deanda, yang langsung membayangkan sosok suaminya yang benar-benar dicintainya itu.


Obrolan antara Deanda dan Alaya, tanpa sadar membuat keduanya mulai memasuki area perjamuan, dan tidak adalagi kesempatan bagi Alaya untuk melarikan diri dari sana.


Hah, sepertinya kak Deanda ini sama banyak akalnya dengan kak Alvero. Tanpa aku menyadarinya, dia sudah menggiringku masuk ke ruang perjamuan yang sebenarnya ingin aku hindari agar tidak bertemu duke Evan lagi. Benar-benar pasangan yang sulit untuk dilawan.


Alaya berkata dalam hati sambil menghela nafasnya pelan.


Alaya yang sejak masuk ruang perjamuan itu matanya segera berkeliling mencari sosok Evan, langsung menarik nafas lega dan bersorak dalam hati begitu tidak melihat sosok Evan di sana.


Hanya saja, Alaya tidak menyadari kalau Alvero juga sedang tidak ada di sana, sehingga kemungkinan besar, mereka berdua sedang bersama, dan pasti akan kembali ke ruang perjamuan itu.


Bagi Alaya, rasanya masih sangat canggung membayangkan bertemu dengan Evan kembali, sedangkan ingatan tentang bagaimana hangatnya ciuman Evan yang membuat pikirannya tumpul seketika, masih membuat dadanya berdetak dengan begitu kencang, seolah mau meledak.


Lain Alaya, lain pula dengan Evan. Laki-laki tampan dengan mata hijaunya itu justru tidak sabar untuk bisa bertemu kembali dengan Alaya, dan juga tidak sabar mendengarkan pengumuman dari Alvero yang akan memberitahukan semua yang ada di ruang perjamuan, kalau pernikahan antara dia dan Alaya akan waktunya akan dimajukan, meskipun Evan tahu resiko besar yang akan dihadapinya

__ADS_1


Bahkan sejak keluar dari ruang kerja Alvero, setelah melakukan pembicaraan pribadi berdua, senyum manis terus terlihat menghiasi bibir Evan yang merasa sangat bahagia begitu mengetahui Alvero menyetujui permintaannya tadi.


Alaya yang melihat dua laki-laki tampan itu berjalan memasuki ruang perjamuan, langsung membalikkan tubuhnya, membelakangi mereka, berusaha menghindar dari tatapan mata Evan yang sedari awal memasuki ruang perjamuan itu sudah fokus kepada sosok Alaya.


Begitu masuk ke dalam ruang perjamuan, Alvero langsung mendekat kea rah Ernest, yang langsung mendekati para pemain musik klasik yang sedang memainkan lagu-lagu klasik, dan sebentar kemudian suara musik terhenti, sehingga para tamu, beberapa diantaranya langsung menoleh karena tidak menyangka kalau musik tiba-tiba saja berhenti.


“Selamat siang semuanya. Maaf mengganggu waktu makan siang Anda sekalian. Sebentar lagi Yang Mulia ingin memberikan pengumuman penting, dan kami berharap untuk sementara Anda sekalian menghentikan aktifitas Anda saat Yang Muia Alveri menjelaskan pada kita tentang pengumuman dari Yang Mulia Alvero.” Bgitu Ernest memberikan pengumumannya, mereka yang ada di tempat itu tampak fokus menatap ke arah Alvero, tanpa berani mengeluarkan suara mereka.


Bahkan beberapa diantara mereka tampak menahan  nafasnya dengan wajah berubah tegang karena rasa penasaran mereka.


“Baik, aku tidak akan banyak berbicara untuk saat ini. Hanya saja, sebelum ini aku dan duke Evan sudah saling berbicara dan bertukar pendapat. Karena itu, saat ini aku mengumumkan tentang perubahan rencana pertunangan antara duke Evan dan putri Alaya.” Kata-kata pembukaan dari Alvero membuat semuanya tampak lebih penasaran.


Apa maksudnya itu? Apa duke Evan marah karena kasus teh earl grey dan meminta kak Alvero membatalkan pertunangan kami? Semoga seperti itu yang tejadi. Ternyata teh earl grey benar-benar menjadi kelemahan duke Evan.


Alaya bertanya-tanya dalam hati dengan wajah penuh harap.


“Aku dan duke Evan sudah sama-sama sepakat, kalau bulan depan, rencana pertunangan duke Evan dan putri Alaya, akn disatukan dengan acara pernikahan mereka.” Pengumuman dari Alvero membuat semua orang saling berpandangan dengan wajah heran, termasuk Alaya yang wajahnya bahkan langsung merah padam, menahan rasa marah, jengkel, kecewa dan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.

__ADS_1


__ADS_2