Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
RASA PENASARAN ENZO


__ADS_3

"Hentikan! Pijatanmu tidak enak sama sekali!" Dengan suara terdengar tegas Alvero berkata sambil menepis tangan Enzo yang baru saja memijat bahunya, agar menyingkir dari sana, membuat Enzo tertawa kecil, dan menarik tangannya menjauh dari bahu Alvero.


Setelah itu Enzo berjalan menjauhi punggung Alvero untuk mencari posisi duduk yang nyaman untuknya.


"Aist... bukannya selama ini kamu tidak pernah menolak pijatanku? Bahkan seringkali saat kamu merasa lelah karena urusan pekerjaanmu, kamu akan memintaku memijit bahumu, kadang kamu sampai tertidur. Bukankah itu membukatikan bahwa pijitanku cukup enak untukmu?” Dengan percaya dirinya Enzo berkata kepada Alvero yang langsung menyungingkan senyum sinisnya sambil melirik ke arah Enzo yang sudah mengambil posisi duduk di samping Alvero.


"Itu sebelum aku tahu ternyata pijatanmu adalah pijatan paling tidak enak yang pernah aku rasakan. Dan pijatan yang paling enak adalah pijatan istriku." Alvero berkata dengan sikap santai, tapi isi dari kata-kata itu cukup untuk membuat wajah Deanda memerah, dan kesempatan itu digunakan dengan baik untuk Enzo menggoda pasangan romantis yang selalu membuatnya sakit mata itu.


"Itu kan hanya perasaanmu saja. Pastinya, karena kalian berdua bisa saling memijat dengan bebas di bagian tubuh manapun, makanya terasa lebih enak bagimu Alvero." Kata-kata Enzo sukses membuat mata Alvero melotot, sedang wajah Deanda semakin memerah karena godaan Enzo.


Melihat pelototan tajam dari Alvero, Enzo langsung mengatupkan kedua telapak tangannya sambil memasang wajah bersalahnya, sampai Alvero tidak lagi menatapnya dengan pandangan galak karena sudah berani menggoda dia dan Deanda.


Bagi Alvero, jika Enzo hanya menggodanya, dia tidak akan mempermasalahkan itu, tapi Alvero akan tidak terima jika Enzo juga berani menggoda Deanda dan membuatnya merasa tidak nyaman atau malu.


Evan yang melihat itu hanya tersenyum tipis, sambil mengambil posisi duduk tepat di samping Alaya yang dengan reflek, langsung menjauhkan tubuhnya dari Evan karena merasa masih canggung menunjukkan kemesraan mereka di depan kakak-kakaknya.


Akan tetapi dengan cepat tangan Evan meraih tubuh Alaya, menariknya, hingga tubuh mereka menempel satu sama lain.


Dan bukan itu saja, Evan langsung melingkarkan lengannya ke bahu Alaya agar istrinya itu tidak bisa lagi bergerak menjauhinya.


"Evan...." Alaya sedikit menolehkan kepalanya ke arah Evan dan menatap suaminya dengan wajah protes, namun Evan justru mendekatkan wajahnya ke wajah Alaya, agar dia bisa menanggapi protes dari istrinya tersebut.

__ADS_1


“Jangan terlalu banyak bergerak, atau nanti tanganku tidak sengaja terpeleset dan menarik syal di lehermu. Atau kamu memang ingin memamerkan itu di depan mereka? Aku sih tidak keberatan hasil karyaku dipertontonkan di depan orang, asal bukan di bagian yang harusnya memang tersembunyi.” Evan berkata pelan sambil menyungingkan senyum manisnya di depan Alaya.


Kata-kata Evan disertai senyum manisnya, membuat Alaya ingin sekali mencubit pinggang atau paha dari suaminya yang tampan itu, sayangnya dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu di depan yang lain, sedang dia sendiri masih menjaga sikapnya terhadap Evan di depan orang lain.


Setelah selama ini menunjukkan penolakannya terhadap Evan, jika tiba-tiba dia harus menunjukkan sikap mesranya terhadap Evan di depan orang lain, rasanya Alaya masih merasa canggung.


Jujur saja, Alaya masih merasa malu jika dia harus mengingat bagaimana sebelumnya dia terlihat begitu menolak Evan karena merasa Evan sudah melupakannya, tanpa dia meminta penjelasan apapun dari Evan, sedangkan sebenarnya dia begitu mencintai laki-laki itu sejak di masa remajanya sampai sekarang ini.


Meskipun sampai detik ini Evan belum memberikan penjelasan apapun tentang bagaimana dia bisa melupakannya, namun melihat bagaimana menyesalnya Evan, dan bagaimana Evan membuktikan cintanya dalam sentuhan lembut dan percintaan mereka tadi, Alaya tahu bahwa Evan, jika dalam keadaan sadarnya, juga tidak ingin ingatan tentang Alaya terhapus begitu saja.


Dari semua kata cinta yang diucapkan Evan di sela-sela penyatuan mereka tadi, Alaya tahu kalau Evan benar-benar begitu mencintai dan memujanya.


“Alaya….” Suara panggilan lembut dari Deanda membuat lamunan Alaya buyar seketika itu juga.


“Wah, apa yang sebelumnya masih belum puas? Sampai-sampai kamu masih melamunkannya? Tenang Alaya, hari belum berakhir, sepulang dari tempat ini, kalian berdua bisa melakukannya kembali sebanyak yang kalian mampu.” Enzo langsung menyelutuk menggoda Alaya yang wajahnya langsung memerah.


“Inginnya begitu sih, tapi sayangnya untuk malam ini Alaya memilih untuk tidur di istana, hanya aku yang akan kembali ke kediaman Carsten.” Perkataan Evan meskipun untuk menanggapi godaan dari Enzo tapi langsung membuat Alvero mengernyitkan dahinya.


“Kenapa harus seperti itu Evan? Bukannya kalian sudah menikah, dan sepertinya hubungan kalian sudah baik-baik saja. Kenapa harus hidup terpisah? Alaya bisa tinggal di kediaman Carsten, atau kamu bisa tinggal di istana bersama Alaya.” Alvero langsung bertanya kepada Evan.


“Karena sampai saat ini, pelaku yang sudah dengan sengaja membuat ingatanku tentang Alaya menghilang, masih bersembunyi di luar sana. Sehingga aku memutuskan untuk berpura-pura tetap kehilangan ingatan untuk memancingnya keluar. Dan karena pelaku dan beberapa orang yang terlibat dengan kasus ini tahu bahwa hubunganku dengan Alaya kurang bagus karena hilangnya ingatanku, aku ingin membuat kesan bahwa pernikahanku dengan Alaya memang bermasalah. Aku sengaja melakukan itu untuk membuat mereka semua terkecoh.” Penjelasan Evan membuat Alvero menghela nafasnya, lalu menghembuskannya lewat bibirnya sehingga membuat beberapa helai rambut yang ada di keningnya tersibak karena hembusan nafasnya.

__ADS_1


Sedang Enzo, wajahnya berubah menjadi serius setelah mendengar penjelasan Evan.


“Sebentar Evan, apa artinya… untuk saat ini, ingatanmu sudah pulih kembali seperti sedia kala?”


“Ya.” Evan langsung menjawab pertanyaan dari Enzo.


“Semuanya? Tentang masa lalumu dengan Alaya?”


“Ya.”


“Dan ternyata… ada seseorang yang sudah dengan sengaja membuatmu melupakan Alaya?”


“Ya.”


“Siapa yang dengan lancangnya melakukan hal buruk seperti itu padamu? Pasti dia seorang wanita. Betul tidak?”


“Ya.”


“Dia pasti ingin memisahkanmu dengan Alaya, dia pasti wanita jahat yang….”


“Enzo, hentikan semua pertanyaanmu pada Evan.” Alvero langsung memotong perkataan Enzo yang sedari tanpa hentinya bertanya kepada Evan, sedang Evan hanya mengiyakan saja semua pertanyaan dari Enzo, membuat Enzo merasa semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada ingatan Evan.

__ADS_1


Enzo memang tidak terlalu detail tahu tentang apa yang sudah terjadi pada Evan dan Alaya di masa lalu, hanya saja Alvero dan Deanda memang sempat menceritakan tentang penemuan bukti bahwa di masa lalu antara Evan dan Alaya sudah memiliki hubungan dekat yang tidak diingat sama sekali oleh Evan.


Karena itu, Enzo cukup kaget mendengar bahwa ternyata ada seseorang di belakang hilangnya ingatan Evan tentang Alaya, dan hanya tentang Alaya saja hilang, sedang hal lain mulai dari yang tidak penting sampai yang penting, semua diingat dengan baik oleh Evan.


__ADS_2