Another CINDERELLA

Another CINDERELLA
PERTEMUAN HECTOR DAN CHRISTOPHER


__ADS_3

Meskipun ada rasa tidak suka dalam hatinya, dengan terpaksa Alaya akhirnya memberikan salam penghormatannya kepada Christopher yang wajahnya langsung tersenyum lebar ke arah Alaya, dengan mata berbinar, seperti seseorang yang tanpa sengaja bertemu dengan artis idolanya.


Baik kelompok pengawal dari Hector maupun Christopher, mereka langsung membuat pagar betis di sekitar tempat itu, karena beberapa pengunjung mulai berdatangan mendekat ke arah mereka yang mulai menyadari adanya orang-orang penting di tempat itu, dan beberapa diantaranya justru mulai mengambil foto-foto mereka.


Dua orang pengawal Hector dan Christopher yang saling berdekatan saat membuat pagar betis itu langsung saling memandang satu dengan yang lain dengan tatapan saling menyelidik.


Meskipun mereka tidak tahu seberapa dalam permusuhan antara Hector dan Chrsitopher sebagai pemimpin mereka, tapi secara naluriah meskipun mereka hanya berstatus sebagai pengawal jadi ikut saling merasa bermusuhan karena kedua pemimpin mereka yang memang tidak pernah akur sejak dulu.


Aduh! Benar-benar celaka! Apa kata kak Alvero kalau melihat kondisi sekarang ini. Aku bukan orang yang cukup bijaksana dan sepintar kak Alvero dalam menyusun kata-kata dan strategi. Kalau sampai aku salah bicara di depan dua orang menyebalkan ini, aku justru akan mempersulit keadaan.


Alaya berkata dalam hati dengan sikap yang telihat mulai tidak tenang, dan membuatnya menggigit bagian dalam bibir bawahnya.


“Apa kabar Putri Alaya? Sebuah kejutan besar bisa bertemu dengan Putri Alaya di tempat seperti ini.” Tanpa memperdulikan wajah tidak senang yang ditunjukkan oleh Hector, Christopher langsung menyapa Alaya, dan menggerakkan tangannya ke arah Alaya.


Melihat itu, dengan cepat Hector mendekat ke arah Christopher untuk mencegah laki-laki itu mendapatkan kesempatan untuk mencium tangan Alaya seperti yang tadi dilakukannya.


“Putra Mahkota Christopher, bukannya harusnya kita saling menyapa terlebih dahulu sebelum kamu menyapa putri Alaya?” Perkataan Hector mau tidak mau langsung membuat Christopher mengalihkan pandangan matanya ke arah Hector yang tersenyum smirk ke arah Christopher yang wajahnya menunjukkan protes pada Hector, hanya saja dia tidak bisa menyanggah perkataan Hector.


Dalam aturan resmi di dunia kerajaan, para bangsawan yang saling bertemu satu sama lain, akan saling memberikan salam penghormatan, dimulai dengan orang yang statusnya lebih tinggi baru mereka bisa menyapa bangsawan lain dengan status di bawahnya.


Dan dalam hal ini, status Alaya sebagai putri, tentu saja status putrinya itu membuatnya berada di bawah status putra mahkota.

__ADS_1


Mmm… ayo berikan sapaanmu padaku, karena aku yang lebih dahulu ada di tempat ini. Kamu yang baru datang yang harus memberikan salammu padaku.


Hector berkata dalam hati sambil memberikan kode ke arah Christopher melalui matanya.


Cih… kali ini kamu beruntung karena lebih dahulu bertemu dengan putri Alaya. Lain kali aku akan lebih awas dalam mengamati pergerakanmu.


Christopher sedikit mengomel dalam hati begitu melihat bagaimana cara Hector memandangnya dengan sedikit menaikkan dagunya ke atas.


“Putra Mahkota Christopher, mau sampai kapan kita saling berdiam diri seperti ini?” Hector yang melihat bagaimana Christopher tetap berdiri diam di tempatnya, dan tidak juga mau menyapanya akhirnya berkata dengan suara pelan ke arah Chrsitopher.


Hector sengaja mengucapkan kata-katanya dengan pelan agar pengunjung lain tidak mendengar apa yang sedang dikatakannya, untuk menjga wibawanya.


Meskipun karena pagar betis yang dibuat para pengawalnya dan Christopher membuat para pengunjung tidak bisa mendekat dalam jarak cukup jauh, tapi Hector tidak mau mengambil resiko untuk itu.


Hanya saja setiap kali bertemu dengan Christopher, justru sikap liar dan tidak sabarannya langsung muncul begitu saja dan sulit untuk dia kendalikan.


Dan itu terjadi sejak mereka masih sama-sama kanak-kanak, karena mereka berdua saling beranggapan bahwa mereka berdua harus menjadi yang terbaik diantara mereka berdua.


“Ah, ya, selamat siang Putra Mahkota Hector, apa perlu aku memelukmu juga untuk menunjukkan sapaan yang hangat diantara kita?” Dengan senyum mengejeknya, Christopher berkata sambil memberikan salam pada Hector yang langsung menahan nafasnya mendengar perkataan Christopher dengan senyum mengejek ke arahnya.


“Tidak… terimakasih Putra Mahkota Christopher. Sepertinya pelukan dari orang lain akan terasa jauh lebih hangat daripada pelukan Anda Putra Mahkota Christopher.” Hector langsung membalas perkataan Christopher yang wajahnya tampak jauh lebih santai dari Hector yang memang sosoknya adalah orang yang serius dibandingkan dengan Christopher.

__ADS_1


Hah! Dua putra mahkota aneh yang sifatnya seperti anak kecil. Aku tidak mau terjebak dengan dua putra mahkota yang mungkin menganggapku sebagai mainan dan sekarang sedang bersikap seperti anak kecil yang sedang memperebutkan mainan. Enak saja menganggapku sebagai mainan mereka!


Alaya berkata dalam hati sambil, melirik ke arah lain, dimana tampak sosok Sam yang sedang mendekat ke arahnya.


Eh, bukankah itu Sam? Beruntung seklai ada Sam di sini, semoga dia melihatku dan bisa membantuku keluar dari kekacauan yang disebabkan oleh dua putra mahkota ini.


Dan baru kali ini Alaya merasa begitu senang melihat sosok Sam, meskipun dia tahu kalau Sam adalah asisten pribadi dari Evan.


“Selamat siang Putra Mahkota Hector, Putra Mahkota Christopher.” Sam tetap memberikan salam kepada kedua putra mahkota itu meskipun karena begitu serius dan sedang saling berusaha unjuk diri membuat kedua putra mahkota itu tidak memperdulikan salam penghormatan dari Sam.


“Selamat siang Putri Alaya, sebaiknya Putri Alaya segera pergi dari tempat ini sebelum pengunjung semakin berkumpul dan ini akan menjadi sesuatu yang akan menjadi berita besar. Kalau sudah begitu Putri akan sulit untuk menjelaskan kepada semuanya." S berkata pelan dengan sikap hormatnya kepada Alaya.


"Oke, tapi setidaknya aku harus berpamitan kepada mereka berdua." Alaya berkata sambil memandang ke arah Hector dan Christopher yang sedang berbicara saling menyindir dan menunjukkan ketidaksukaan mereka satu dengan yang lain.


"Maaf, aku harus segera pergi menemui permaisuri Deanda." Dengan suara sangat pelan, bahkan nyaris tidak terdengar Alaya berkata kepada dua putra mahkota itu dengan sikap hormat.


Alaya sengaja melakukan itu agar kedua putra mahkota itu tidak mendengar apa yang dikatakannya sehingga fokus mereka teralihkan, tapi bagi orang lain yang melihat dari jauh Alaya tpak seperti orang ynag sedang berbicara kepada kedua laki-laki itu, hanya saja mereka tidak memperdulikan Alaya.


Pemandangan itu membuat posisi Alaya sangat diuntungkan, karena orang tidak akan berpikir Alaya memang sengaja berniat melarikan diri dari tempat itu.


"Ayo kita pergi sekarang Sam." Alaya segera mengajak Sam pergi begitu mendapatkan kesempatan.

__ADS_1


Di sisi lain, di antara para pengunjung yang berjubel, Evan ynag sengaja mengamati dari jauh dengan mode penyamarannya, rambut palsu berwarna hita, kacamata hitam, jaket jeans dan topi yang menutupi sebagian wajahnya, tampak tersenyum begitu melihat Sam dan Alaya sudah menjauh dari tempat itu tanpa disadari oleh Hector maupun Christopher.


Begitu Alaya sudah benar-benar menjauh dari tempat itu, Evan segera berjalan meninggalkan kerumunan pengunjung sambil menarik topi di kepalanya agar lebih menutupi wajah tampannya.


__ADS_2