
"Simpan ini. Jika ada waktu lihat daftar buku yang ada, mana yang kamu inginkan, akan segera aku kirim ke Indonesia." Begitu selesai Deanda segera menyerahkan flash disk itu kepada Cladia yang sedari tadi terus mengamati tumpukan buku-buku itu dengan mata berbinar senang.
“Tunggu sebentar…..” Deanda berkata pelan sambil melihat handphone miliknya yang baru saja mengeluarkan suara, tanda adanya panggilan masuk dari luar.
“Hallo Ernest….” Deanda langsung menyapa Ernest yang melakukan panggilan kepadanya.
“Selamat siang Permaisuri. Mohon info dimana posisi permaisuri sekarang, karena saya diminta oleh tuan Ornado mengantar tuan James dan nyonya Elenora untuk menyusul Permaisuri….”
“Ooo, kami sedang di perpustakaan istana. Tolong antar nyonya Elenora ke sini secepatnya, karena setelah ini kami mau berpindah tempat.” Deanda segera menjawab permintaan Ernest padanya.
“Baik Permaisuri, kami sudah berada di dekat perpustaan.”
“Oke, aku tunggu di sini.” Deanda berkata sambil mematikan sambungan teleponnya dengan Ernest.
“Ada kesibukan apa Elenora tidak sedari awal bergabung dengan kita?” Deanda bertanya sambil menatap yang lain.
“Aku tidak tahu persis, tapi tadi Al mengatakan kalau ada sesuatu yang harus dia urus bersama dengan James dan Elenora ketika aku mau ke kamar mandi. Sepertinya berhubungan dengan masalah data.” Cladia menjawab pertanyaan Deanda yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Sekarang dengan kemampuan Elenora, keamanan data di Grup Xanderson semakin canggih.” Laurel berkata tanpa bisa menutupi rasa kagumnya pada Elenora, karena baginya sangat jarang seorang wanita memiliki kemampuan IT seperti Elenora, sebuah kemampuan di atas rata-rata yang memang banyak membantu Ornado dan James beberapa waktu ini.
“Selamat siang nyonya-nyonya sekalian.” Suara sapaan dari James membuat Deanda dan yang lain langsung menoleh ke arah sumber suara yang sedang berjalan ke arah mereka bersama dengan Ernest dan Elenora.
“Siang James, kemana saja kamu sembunyikan istrimu sampai tidak bisa bergabung lebih awal bersama kami?” Dengan lancarnya Laurel langsung menggoda James dan Elenora yang penampilannya sekarang sudah jauh berbeda dari ketika awal bertemu dengan Laurel.
Hanya satu hal yang tetap pada Elenora, yaitu sikap pendiam, tidak banyak bicaranya, hanya banyak tersenyum.
“Ah… kalian seperti tidak pernah merasakan jadi pengantin baru saja.” Dengan percaya dirinya, James berkata sambil merengkuh bahu Elenora dalam pelukannya, membuat yang lain tersenyum.
“Yang Mulia Permaisuri, kalau begitu saya pamit dahulu.” Ucapan Ernest membuat Deanda langsung menoleh ke arah Ernest.
“Tunggu Ernest!” Tiba tiba saja Laurel berkata sambil mendekat ke arah James dan mendorong bahu James ke arah Ernest.
“Tolong bawa sekalian James menjauh dari sini….”
“Eh…..” James sedikit bergumam untuk menyatakan protesnya, tapi Laurel yang medorongnya ke arah Ernest justru mendapatkan dukungan dari yang lain yang mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.
__ADS_1
“Ladies time James. Nanti malam baru waktu bebas bersamamu dengan Elenora.” Dengan tidak perduli Laurel berkata sambil tangannya yang sudah menjauh dari tubuh James saling bertepuk dengan gerakan seolah sedang membersihkan kotoran dari tangannya.
Akhirnya dengan sikap pasrah James hanya bisa mengikuti Ernest yang akan mengantarnya pergi menjauhi para wanita cantik yang salah satunya adalah istrinya, dengan pandangan tidak rela.
Melihat sikap James yang pergi tapi beberapa kali menoleh ke belakang menatap sayu ke arah Elenora, membuat yang lain langsung tertawa geli, karena bagaimanapun sikap James mengingatkan mereka pada suami mereka yang super bucin seperti James juga.
“Kalau begitu, sekarang kita bisa pergi ke tempat lain? Aku dengar museum istana berisi tentang foto-foto dan juga patung lilin para pendahulu keluarga Adalvino, miniatur istana Gracetian, benda-benda bersejarah, termasuk senjata, juga mahkota dan tongkat raja disimpan disana. Dan ada cerita sejarah tentang kerajaan Gracetian melalui film 4 dimensi yang keren.” Evelyn yang pernah membaca tentang apa saja yang ada di museum Gracetian melalui website resmi yang dikelola oleh kerajaan Gracetian, berkata dengan wajah terlihat bersemangat.
(Tidak berbeda jauh dengan format 3D, hanya saja efek dari film 4D ini, bukan hanya gambarnya saja yang keluar, melainkan ada getaran-getaran atau efek-efek nyata yg dihasilkan. Misalnya saja film-film animasi bertema kehidupan alam, ketika adegan di air, maka ada air yang menyipratkannya ke wajah kita, atau uap air menetes. Lalu ketika adegan gempa bumi, maka kursi yang kita duduki akan bergetar juga. Film berformat seperti ini tidak hanya mengacu pada layar bioskop saja, melainkan beberapa aplikasi media seperti penggerak kursi yang menghasilkan getaran, uap air, serta beberapa efek lainnya, termasuk AC yang bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin saat adegan salju, dan Heater yang dapat memanas saat adegan padang pasir. Dan format film ini pun harus diputar pada bioskop-bioskop khusus saja).
“Wah… ternyata kamu sudah begitu tahu dengan apa yang terdapat di museum kerajaan Evelyn?” Deanda langsung bertanya kepada Evelyn sambil tersenyum.
“Tentu saja, karena museum kerajaan Gracetian, terkenal dengan keindahan, kemewahan dan sekaligus banyak terdapat hal menarik di dalamnya, seperti yang aku sebutkan tadi. Di museum itu dikenal sebagai tempat yang memadukan sisi klasik sekaligus modern dan futursitik dalam suatu tempat. Membuatnya menjadi museum yang dikenal unik dibandingkan museum lain yang biasanya terkesan kuno dan sedikit seram.” Evelyn langsung menanggapi perkataan Deanda, karena memang sejak mengenal Deanda, ketertarikan Evelyn terhadap hal-hal yang berbau kerajaan Gracetian semakin besar.
Pujian Evelyn yang tidak ada habisnya terhadap museum istananya membuat Deanda tersenyum dengan wajah bangga, karena sekarang dia yang merupakan permaisuri dari Alvero Adalvino sebagai raja Gracetian, menjadi bagian dari sejarah Gracetian yang disebutkan dan diceritakan dalam museum istana Gracetian.
“Kalau begitu, silahkan masuk dan menikmatinya….” Deanda segera merentangkan tangannya, mempersilahkan para tamunya masuk ke dalam museum istana Gracetian begitu mereka sampai di depan pintu museum.
__ADS_1